INA Bakal Evaluasi Investasi Energi Baru Terbarukan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

INA Bakal Evaluasi Investasi Energi Baru Terbarukan

Minggu, 9 Mei 2021 | 05:06 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Dewan Pengawas Indonesia Investment Authority (INA) Darwin Cyril Noerhadi mengatakan, investasi sektor energi baru terbarukan (EBT), baik jangka menengah maupun jangka panjang akan menjadi salah satu bahan evaluasi INA. Sektor lainnya yang kini disorot INA adalah infrastruktur, pelayanan kesehatan, konsumer, teknologi, infrastruktur digital, logistik, waste management, dan turisme.

“Pada tahapan awal ini, kami INA diberikan setoran modal awal sebesar Rp 15 triliun dan akan naik pada tahun depan menjadi Rp 75 triliun. Ini diberikan untuk meningkatkan prinsip tata kelola dan operasionalisasi lembaga,” kata Cyril saat menjadi pembicara pada webinar bertema "Sovereign Wealth Fund: Mewujudkan Pendanaan Berkelanjutan dalam Meningkatkan Ketahanan Energi" yang diselenggarakan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) pada Sabtu (8/5/2021).

Pembicara lainnya adalah Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana dan Ketua Dewan Pengawas PYC, Inka Yusgiantoro.

Cyril mengatakan, kehadiran INA yang juga dikenal sebagai Lembaga Pengelola Investasi (LPI) diharapkan dapat menjadi mitra utama investor dalam menjembatani kebutuhan pembiayaan sehingga akan meningkatkan penggunaan EBT di Indonesia. Sebab, menurut Cyril, kebutuhan dana untuk pembangunan infrastruktur, termasuk ketenagalistrikan sangat besar dan tidak cukup hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Kebutuhan dana pembangunan infrastruktur begitu besar dan yang jelas tidak cukup dana itu bersumber hanya dari pemerintah,” kata Cyril.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas PYC, Inka Yusgiantoro mengatakan, kehadiran LPI menjadi harapan dan semangat baru bagi para pemangku kepentingan di Tanah Air untuk membantu memobilisasi dana dari dalam maupun luar negeri terkait pemanfaatan berbagai kesempatan investasi yang ada di Indonesia, khususnya di sektor EBT. “Kami melihat salah satu penyebab lambatnya pertumbuhan sektor EBT di Indonesia selama ini adalah sulitnya mendapatkan pembiayaan untuk proyek EBT, sehingga salah satu pemangku kepentingan di Indonesia untuk alternatif pembiayaan proyek-proyek EBT adalah melalui LPI,” katanya.

Inka berharap LPI dapat berperan penting dalam proyek-proyek EBT ke depan, khususnya memobilisasi dana swasta dari investor asing maupun domestik. “Kita perlu menyadari juga bahwa hingga akhir tahun 2020, realisasi bauran EBT masih sangat jauh dari target 23% di tahun 2025 dan 31% di tahun 2050 sesuai penetapan kebijakan energi nasional,” jelas Inka.

Tingkatkan Porsi EBT
Dirjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana mengatakan, sejumlah upaya telah dilakukan pemerintah untuk meningkatkan porsi sektor EBT di Indonesia, yaitu pengembangan biodiesel, pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) co-firing dan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) di Indonesia.

Selain meningkatkan ketahanan energi, pengembangan EBT juga ditujukan untuk menurunkan emisi karbon di Indonesia sesuai dengan perjanjian Paris Agreement tahun 2015 lalu. “Indonesia sudah bergabung dalam upaya penurunan gas rumah kaca (GRK) ini. Pada tahun 2015, Presiden Joko Widodo hadir di Paris Agreement dan menyampaikan komitmennya menurunkan emisi GRK hingga 29 persen di tahun 2030,” kata jelas Dadan.

Upaya lainnya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan porsi EBT adalah dengan melakukan transisi energi yang juga dengan mempertimbangkan realitas kebutuhan energi, dengan nilai keekonomian yang wajar. “Peralihan dari energi fosil menjadi EBT sangat diperlukan,” ujarnya.

Di sisi lain, Dadan juga mengakui bahwa terdapat sejumlah hambatan dan tantangan dari sisi pembiayaan untuk mengembangkan efisiensi energi dan transisi ke energi yang lebih bersih di Indonesia.

Tantangan pertama adalah tarif rendah atau menciptakan iklim investasi yang menarik. Tantangan lainnya adalah bunga pinjaman yang tinggi, kemudian persyaratan agunan tinggi, tidak adanya pendanaan proyek, proyek berukuran kecil dan meningkatkan biaya transaksi, serta kapasitas pengembang proyek dan lembaga keuangan masih terbatas. “Kemudian, persyaratan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN). Bukan kami tidak mendukung TKDN, tetapi ini menjadikan harga komponen lebih mahal dibandingkan impor, yang terakhir adalah hambatan perizinan dan lisensi,” kata Dadan.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kewenangan Pengelola Apartemen Dinilai Perlu Ditambah

Pengelola apartemen telah melakukan berbagai cara untuk mencegah terjadinya kasus prostitusi online.

EKONOMI | 8 Mei 2021

Investor Jepang Gandeng Ciputra Group Garap The Newtown 2

Toda Corporation bertindak sebagai investor sekaligus co-development untuk proyek The Newton 2.

EKONOMI | 8 Mei 2021

Tinjau Mal Green Pramuka, Wagub Riza: Protokol Kesehatan Berjalan Baik Jelang Lebaran

Wakil Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria melakukan tinjauan di Mal dan Apartemen Grand Pramuka Square, Jakarta Pusat pada Sabtu (8/5/2021).

EKONOMI | 8 Mei 2021

Jelang Lebaran, TelkomGroup Pastikan Layanan Tetap Prima

Telkom bahkan telah menyiagakan 88 posko yang siaga 24/7 jam untuk memonitor kualitas layanan TelkomGroup hingga tanggal 18 Mei 2021.

EKONOMI | 8 Mei 2021

Bank DKI Sediakan Fitur Scan To Pay, Permudah untuk Bayar Zakat, Infaq, dan Sedekah

Bank DKI terus merangkul berbagai instansi untuk menjadi mitra melalui program Sahabat Digital yang mencakup berbagai instansi.

EKONOMI | 8 Mei 2021

HSBC dan PJI Perkuat Kemapanan Finansial Generasi Muda Indonesia

Hasil Sensus Penduduk 2020 memperlihatkan komposisi penduduk Indonesia yang didominasi Gen Z (rentang usia 8-23 tahun) dengan jumlah 74,93 juta jiwa.

EKONOMI | 8 Mei 2021

Perkuat Sektor Non Distribusi, Zebra Nusantara Bidik Pertumbuhan Laba 30%

PT Zebra Nusantara Tbk (ZBRA) akan mempercepat laju bisnis perusahaan setelah PT Dos Ni Roha (DNR.

EKONOMI | 8 Mei 2021

Komisi V DPR Minta ASDP Terus Berinovasi

DPR apresiasi layanan dan fasilitas penyeberangan di Pelabuhan Merak, Banten.

EKONOMI | 8 Mei 2021

Bulog: Penyerapan Komoditas Pangan Perlu Didukung Infrastruktur Gudang

Dakam rangka menyerap hasil pertanian, Bulog secara bertahap mulai membangun gudang-gudang.

EKONOMI | 8 Mei 2021

Tol Serpong-Balaraja Nilai Investasi The Canary Prospektif

Akses pembangunan infrastruktur jalan Tol Serpong-Balaraja berdampak positif bagi sektor properti di barat Jakarta.

EKONOMI | 8 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS