Logo BeritaSatu

OJK Waspadai Gelembung di Pasar Aset Kripto

Minggu, 9 Mei 2021 | 10:46 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah kenaikan harga mata uang kripto, investor diimbau tetap waspada dan hati-hati. Sebagai contoh, harga Dogecoin, salah satu aset kripto, melonjak 400% dalam seminggu. Hal ini memicu kekhawatiran terjadinya gelembung di pasar aset kripto atau cryptocurrency.

“Pakar investasi mengingatkan, ketika semua orang melakukan itu, gelembung harga akhirnya meledak dan investor pemula merugi jika tidak bisa keluar tepat waktu. Celakanya, sulit untuk memastikan kapan gelembung itu akan pecah. Artinya, unsur tiba-tiba, dadakan, kejutan, senantiasa membayangi mereka yang berinvestasi di aset kripto,” kata Ekonom dan Staf Ahli Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ryan Kiryanto, dalam keterangan resmi, Minggu (9/5/2021).

Menurut survei Bank of America, hampir tiga dari empat atau setara 74% dari responden investor profesional melihat bitcoin sebagai gelembung. Mereka juga menilai bitcoin ada di peringkat kedua daftar perdagangan paling ramai, tepat di belakang saham teknologi. Tak heran jika beberapa investor sudah memandang bitcoin sebagai gelembung spekulatif. Para ahli investasi mengatakan bahwa orang-orang membeli cryptocurrency bukan karena mereka berpikir aset kripto memiliki nilai yang berarti, tetapi karena mereka berharap orang lain akan memburunya sehingga mendorong harga naik, dan kemudian mereka dapat menjual dan menghasilkan keuntungan secara cepat.

Mata uang kripto paling kondang, bitcoin, telah memiliki kapitalisasi pasar (market capitalization) di atas US$ 1 triliun setelah lonjakan harga pada tahun ini. Harga bitcoin sempat menyentuh level US$ 58.858. Alhasil, total kapitalisasi pasar mata uang kripto ini telah menembus US$ 2 triliun untuk pertama kalinya dalam sejarah. Hal ini didorong lonjakan yang terjadi selama dua bulan terakhir seiring dengan kenaikan permintaan dari investor institusi. Untuk bitcoin, harganya bergerak cenderung positif seiring dengan keterlibatan investor institusional yang berniat meningkatkan return-nya.

Perusahaan milik Elon Musk, Tesla, dikabarkan membeli bitcoin sebesar US$ 1 miliar sebagai cadangan kasnya dan telah menerima pembayaran dengan mata uang kripto tersebut. Sementara itu, Morgan Stanley juga telah membolehkan sejumlah kliennya untuk menambahkan bitcoin ke dalam portofolio investasinya. Perusahaan-perusahaan lain, seperti Mastercard dan PayPal, dikabarkan juga telah menyiapkan langkah untuk menyambut bitcoin ke dalam sistemnya.

Sementara itu, di Indonesia sudah banyak basis penggunanya. Bahkan beberapa perusahaan berdiri khusus untuk menjadi platform jual beli (transaksi) bitcoin. Bitcoin utamanya digunakan dalam transaksi di internet tanpa menggunakan perantara alias tidak menggunakan jasa bank. Bitcoin menggunakan sistem peer to peer (P2P). Namun, sistemnya bekerja tanpa penyimpanan (custody) atau administrator tunggal.

Seperti investasi lainnya, prinsip beli rendah dan jual tinggi berlaku untuk bitcoin. Mata uang digital berupa bitcoin akhir-akhir ini ramai diperbincangkan. Semakin banyak orang tertarik untuk mengetahui dan mendapatkan bitcoin, karena nilai tukarnya yang dikabarkan naik terus. Bitcoin semakin populer, terutama setelah miliarder pemilik Tesla Inc, Elon Musk, melalui akun Twitter-nya, menyatakan dukungannya terhadap mata uang baru tersebut.

Menurut kalangan investor bitcoin, harga bitcoin sekarang naik terus seiring permintaan pasar sehingga banyak investor lari ke aset kripto ini. Namun demikian, masyarakat perlu memahami mekanisme dan risikonya sebelum memutuskan bertransaksi di aset kripto, termasuk harus menggunakan sumber dana dari hasil yang legal untuk berinvestasi. “Tidak kalah penting, masyarakat juga harus memastikan calon pedagang fisik aset kripto memiliki tanda daftar sebagai calon pedagang fisik aset kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti),” imbuh Ryan.

Untuk diketahui, Bappebti dalam waktu dekat memang segera mengesahkan pendirian bursa kripto. Adapun bursa kripto akan memiliki fokus pada perlindungan pelaku usaha dan investor agar hubungan antar semua pihak bisa berjalan dengan baik, jelas, dan aman. Di sisi lain, Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa virtual currency termasuk bitcoin tidak diakui sebagai alat pembayaran yang sah, sehingga dilarang digunakan di Indonesia.

Namun untuk berinvestasi, BI mengimbau masyarakat untuk berhati-hati karena berinvestasi di cryptocurrency dengan alasan underlying asset (aset dasar) yang tidak jelas dan risiko yang tinggi. Megingat aspek spekulatifnya begitu tinggi, maka investor, khususnya pemula dan milenial, harus cermat dan cerdas sebelum memutuskan berinvestasi di aset kripto ini.

“Pahami dan kenali dulu seluk beluk berinvestasi di aset kripto, termasuk bitcoin, sebelum memutuskan berinvestasi di sini. Sekadar belajar mendiversifikasi investasi boleh saja, asalkan paham dengan kadar resikonya, karena hampir tidak ada instrumen investasi yang tidak berisiko atau risk free. Sebaiknya investor ingat prinsip ini, high risk, high return, low risk, low return. Berinvestasilah pada instrumen investasi yang takaran risikonya bisa diukur selaras dengan profil risiko dan selera risiko calon investor,” imbau Ryan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Fasilitas dan Infrastruktur, Fokus Utama Konsumen Perumahan

PT Kesuma Agung Selaras (KAS) meresmikan jembatan dan akses jalan yang menghubungkan perumahan Graha Laras Sentul dengan kawasan sekitarnya.

EKONOMI | 30 September 2022

Gandeng Sinergy Networks, Surge Bidik Pendapatan Rp 821 M

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge melalui PT Integrasi Jaringan Ekosistem (Weave) menandatangani perjanjian dengan Sinergy Networks.

EKONOMI | 30 September 2022

Traveloka Dapat Suntikan Dana US$ 300 Juta dari INA Dkk

Traveloka, mendapatkan fasilitas pendanaan US$ 300 juta dari Indonesia Investment Authority, BlackRock, Allianz Global Investors, Orion Capital Asia.

EKONOMI | 30 September 2022

ICT Business Partnership, Pengusaha Korea-Indonesia Jalin Kerja Sama

Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea bekerja sama dengan Korea National IT Industry Promotion Agency menggelar ICT Business Partnership.

EKONOMI | 30 September 2022

OPEC Disinyalir Pangkas Produksi, Harga Minyak Mentah Turun

Sempat menyentuh US$ 90 per barel, harga minyak mentah dunia Brent akhirnya turun pada perdagangan Jumat pagi (30/9/2022) di Asia.

EKONOMI | 30 September 2022

Dari Merugi Garuda Untung Rp 57 Triliun, Kok Bisa?

Laba bersih tersebut merupakan hasil dari pembalikan liabilitas atau utang setelah Garuda menuntaskan PKPU.

EKONOMI | 30 September 2022

Wall Street Melemah, S&P 500 Anjlok ke Level Terendah 2022

Wall Street ditutup melemah. Indeks S&P 500 jatuh ke level terendah tahun ini di tengah sentimen the Fed bakal tetap menaikkan suku bunga.

EKONOMI | 30 September 2022

Bank Raya Tunjuk Ida Bagus Ketut Subagia Jadi Dirut

Bank Raya menunjuk Ida Bagus Ketut Subagia sebagai Direktur Utama Bank Raya. Bank Raya juga mengumumkan rencananya menerbitkan 3,5 miliar saham.

EKONOMI | 29 September 2022

Mitigasi Risiko Kendaraan, Fox Logger Gaet Sompo Insurance

Fox Logger bekerja sama dengan PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance) untuk memberikan keamanan dalam mitigasi risiko kendaraan.

EKONOMI | 29 September 2022

Seedbacklink Siap Bantu UMKM Masuk Platform Digital

Seedbacklink siap membantu para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mulai memasuki dunia digital.

EKONOMI | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pencaplokan Wilayah Ukraina, AS Tolak Akui Klaim Rusia

Pencaplokan Wilayah Ukraina, AS Tolak Akui Klaim Rusia

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings