Kuartal III, Harga Emas Diprediksi Kembali Tembus Rp 1 Juta
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kuartal III, Harga Emas Diprediksi Kembali Tembus Rp 1 Juta

Senin, 10 Mei 2021 | 15:31 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Harga emas dunia siap tembus U$ 2.075 per troy ounce pada kuartal III-2021 atau awal kuartal IV-2021. Dengan demikian, jikalau harga emas dunia tembus U$ 2.075 dengan kurs Rp 14.300, maka harga logam mulia akan kembali tembus di atas Rp 1 juta, tepatnya Rp 1.054.100. Sedangkan, tahun lalu, harga emas pernah mencapai titik tertingginya di US$ 2.080 per troy ounce.

“Belum tersentuhnya level terendah di U$ 1.600 per troy ounce (U$ 1.676) maka harga emas dunia siap tembus di level tertingginya di US$ 2.075. guna untuk mencapai level harga tertinggi maka harga emas dunia harus menyentuh level resisten U$ 1.850 per troy ounce, kemudian level U$ 1.877 per troy ounce,” ujar Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Senin (10/5/2021).

Ibrahim menuturkan, setelah berbulan-bulan lesu, harga emas tiba-tiba pecah pada akhir pekan lalu mengejar ketinggalan dalam kerumunan komoditas mulai dari minyak hingga tembaga, dan bahkan kopi, yang telah bereaksi terhadap tekanan inflasi yang meningkat sejak awal tahun.

Apalagi setelah rilis data ekonomi AS yang menciptakan pekerjaan yang jauh lebih sedikit pada bulan April dari yang diperkirakan, menimbulkan keraguan atas kekuatan pemulihan ekonomi. Departemen Tenaga Kerja mengatakan hanya 266.000 net nonfarm payrolls yang ditambahkan hingga pertengahan bulan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi untuk angka yang hanya dibawah 1 juta. Selain itu, kenaikan gaji bulan Maret direvisi turun 146.000 menjadi 770.000. Alhasil, tingkat pengangguran naik menjadi 6,1% dari angkatan kerja dari 6,0% di bulan Maret. Analis memperkirakannya turun menjadi 5,8%.

Tidak ada indikasi mengapa data pemerintah sangat bertentangan dengan bukti lain dalam beberapa hari dan minggu terakhir yang menunjukkan pemulihan yang lebih kuat. Pengumpulan data untuk survei perekrutan sektor swasta ADP umumnya memiliki batas waktu yang sama dengan pemerintah, dan ADP telah melaporkan peningkatan bersih 742.000 pekerjaan sektor swasta pada bulan tersebut, dibandingkan dengan perkiraan pemerintah yang hanya 218.000.

“Penggelontoran stimulus bank sentral global yang tak terbatas dan kucuran dana bagi pemerintahan negara adidaya yang begitu fantastis, membuat para spekulan kembali mengalihkan dananya di safe haven,” imbuhnya.

Selain itu, tambah Ibrahim, Tsunami Covid-19 yang terjadi di India begitu mengerikan dalam sepekan, orang yang terjangkit virus yang mematikan sebanyak 1, 5 juta orang. Bahkan banyak ilmuwan di India yang mengatakan, virus Covid-19 akan meningkat 10 kali lipat dari 1, 5 juta. Ini merupakan bencana internasional yang lebih mengerikan dari Covid-19 tahun sebelumnya bahkan Perang Dunia II.

Wabah tersebut, sambung Ibrahim, sudah menyebar ke berbagai negara di belahan dunia terutama di Asia dan ini tanda-tanda varian Covid-19 akan tumbuh subur kembali di tahun 2021 sehingga ketakutan-ketakutan akan menggerogoti negara-negara yang sebelumnya sudah kembali keluar dari bencana Covid-19. “Di kuartal III karena tadinya negara-negara yang sudah buka lockdown Inggris, Eropa, dan Amerika bisa terserang Covid dari India,” kata dia.

Sementara, Ibrahim memprediksi secara teknikal kemungkinan besar indeks dolar AS melemah di 88, dari sebelumnya yang digadang-gadang akan melaju ke 94,5 bahkan 98.

Senada, Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, harga emas dapat meneruskan momentum penguatan seiring dengan langkah investor yang beralih ke logam mulia dibandingkan dengan dolar AS.

“Resisten terdekat di Rp 1 juta itu. Level psikologis. Ada potensi kesana tapi kalau untuk melewati harus dilihat sentimen pasar terhadap pemulihan ekonomi. Kalau menguat sentimennya, mungkin agak sulit untuk menembus ke atas,” ungkap Ariston.

Adapun, pada Senin (10/5) siang harga emas spot di kisaran US$ 1.835,03 per troy ounce. Dari dalam negeri, harga emas batangan Antam berada di kisaran Rp 945.000 per gramnya. [Lona Olavia]Kuartal III, Harga Emas Diprediksi Kembali Tembus Diatas Rp 1 Juta

JAKARTA - Harga emas dunia siap tembus U$ 2.075 per troy ounce pada kuartal III-2021 atau awal kuartal IV-2021. Dengan demikian, jikalau harga emas dunia tembus U$ 2.075 dengan kurs Rp 14.300, maka harga logam mulia akan kembali tembus diatas Rp 1 juta, tepatnya Rp 1.054.100. Sedangkan, tahun lalu, harga emas pernah mencapai titik tertingginya di US$ 2.080 per troy ounce.

“Belum tersentuhnya level terendah di U$ 1.600 per troy ounce (U$ 1.676) maka harga emas dunia siap tembus di level tertingginya di US$ 2.075. guna untuk mencapai level harga tertinggi maka harga emas dunia harus menyentuh level resisten U$ 1.850 per troy ounce, kemudian level U$ 1.877 per troy ounce,” ujar Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, Senin (10/5).

Ibrahim menuturkan, setelah berbulan-bulan lesu, harga emas tiba-tiba pecah pada akhir pekan lalu mengejar ketinggalan dalam kerumunan komoditas mulai dari minyak hingga tembaga, dan bahkan kopi, yang telah bereaksi terhadap tekanan inflasi yang meningkat sejak awal tahun.

Apalagi setelah rilis data ekonomi AS yang menciptakan pekerjaan yang jauh lebih sedikit pada bulan April dari yang diperkirakan, menimbulkan keraguan atas kekuatan pemulihan ekonomi. Departemen Tenaga Kerja mengatakan hanya 266.000 net nonfarm payrolls yang ditambahkan hingga pertengahan bulan lalu, dibandingkan dengan ekspektasi untuk angka yang hanya dibawah 1 juta. Selain itu, kenaikan gaji bulan Maret direvisi turun 146.000 menjadi 770.000. Alhasil, tingkat pengangguran naik menjadi 6,1% dari angkatan kerja dari 6,0% di bulan Maret. Analis memperkirakannya turun menjadi 5,8%.

Tidak ada indikasi mengapa data pemerintah sangat bertentangan dengan bukti lain dalam beberapa hari dan minggu terakhir yang menunjukkan pemulihan yang lebih kuat. Pengumpulan data untuk survei perekrutan sektor swasta ADP umumnya memiliki batas waktu yang sama dengan pemerintah, dan ADP telah melaporkan peningkatan bersih 742.000 pekerjaan sektor swasta pada bulan tersebut, dibandingkan dengan perkiraan pemerintah yang hanya 218.000.

“Penggelontoran stimulus bank sentral global yang tak terbatas dan kucuran dana bagi pemerintahan negara adidaya yang begitu fantastis, membuat para spekulan kembali mengalihkan dananya di safe haven,” imbuhnya.

Selain itu, tambah Ibrahim, Tsunami Covid-19 yang terjadi di India begitu mengerikan dalam sepekan, orang yang terjangkit virus yang mematikan sebanyak 1, 5 juta orang. Bahkan banyak ilmuwan di India yang mengatakan, virus Covid-19 akan meningkat 10 kali lipat dari 1, 5 juta. Ini merupakan bencana internasional yang lebih mengerikan dari Covid-19 tahun sebelumnya bahkan Perang Dunia II.

Wabah tersebut, sambung Ibrahim, sudah menyebar ke berbagai negara di belahan dunia terutama di Asia dan ini tanda-tanda varian Covid-19 akan tumbuh subur kembali di tahun 2021 sehingga ketakutan-ketakutan akan menggerogoti negara-negara yang sebelumnya sudah kembali keluar dari bencana Covid-19. “Di kuartal III karena tadinya negara-negara yang sudah buka lockdown Inggris, Eropa, dan Amerika bisa terserang Covid dari India,” kata dia.

Sementara, Ibrahim memprediksi secara teknikal kemungkinan besar indeks dolar AS melemah di 88, dari sebelumnya yang digadang-gadang akan melaju ke 94,5 bahkan 98.

Senada, Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, harga emas dapat meneruskan momentum penguatan seiring dengan langkah investor yang beralih ke logam mulia dibandingkan dengan dolar AS.

“Resisten terdekat di Rp 1 juta itu. Level psikologis. Ada potensi ke sana tapi kalau untuk melewati harus dilihat sentimen pasar terhadap pemulihan ekonomi. Kalau menguat sentimennya, mungkin agak sulit untuk menembus ke atas,” ungkap Ariston.

Adapun, pada Senin (10/5) siang harga emas spot di kisaran US$ 1.835,03 per troy ounce. Dari dalam negeri, harga emas batangan Antam berada di kisaran Rp 945.000 per gramnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sarana Meditama Akan Ambil Alih Saham EMC Rp 1,35 Triliun

Sarana Meditama dan EMC memiliki kegiatan usaha yang sejenis yaitu dalam bidang pelayanan kesehatan dengan membangun dan mengelola rumah sakit.

EKONOMI | 10 Mei 2021

Berbagi Berkah Ramadan, Askrindo Lakukan Aksi Sosial di Berbagai Wilayah

Askrindo berbagi berkah Ramadan di berbagai wilayah provinsi di Indonesia dengan membagiakn takjik, sembako serta kultum keliling.

EKONOMI | 10 Mei 2021

AGII Bukukan Total Penjualan Rp 642,7 Miliar di Kuartal I 2021

Aneka Gas Industri (AGII) optimistis mencatatkan pertumbuhan kinerja di kuartal II 2021

EKONOMI | 10 Mei 2021

Sinar Mas Land Adaptasi Desain Hunian di Masa Pandemi

Sinar Mas Land mengembangkan klaster Aether di kawasan BSD City, dengan fungsi ruang yang menyesuaikan kebutuhan penghuni di masa pandemi Covid-19.

EKONOMI | 10 Mei 2021

Siang Ini, Rupiah Menguat ke Kisaran Rp 14.200

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Senin (10/5/2021), terpantau menguat ke kisaran Rp 14.200.

EKONOMI | 10 Mei 2021

Kinerja Saraswanti Tetap Kinclong di Tengah Pandemi

Laba bersih Saraswanti pada 2020 tercatat melonjak 36% dibandingkan 2019, yakni menjadi Rp 118 miliar.

EKONOMI | 10 Mei 2021

Adhi Commuter Properti Bakal Terbitkan Obligasi Rp 500 M

Adhi Commuter Properti akan mengeluarkan surat utang atau Obligasi I Adhi Commuter Properti Tahun 2021 sebanyak-banyaknya sebesar Rp 500 miliar.

EKONOMI | 10 Mei 2021

FKS Multi Agro Melalui Anak Usaha Akan Lunasi Utang Rp 185 Miliar

PT FKS Multi Agro Tbk (FISH) telah menandatangani perjanjian pemberian jaminan perusahaan dengan bank atas pemberian fasilitas perbankan kepada NPLog.

EKONOMI | 10 Mei 2021

Ini 5 Saham Paling Cuan di Sesi I

Naik 34,08%, saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) jadi top gainers sementara. SAMF meningkat 19,08%, BUDI terangkat 9,29%, TKIM menguat 7,92%.

EKONOMI | 10 Mei 2021

Bank Indonesia: Konsumen Semakin Optimistis Perekonomian Bakal Membaik

Survei Bank Indonesia menunjukkan, indeks ekspektasi konsumen (IEK) April 122,6 lebih tinggi dibandingkan bulan IEK Maret sebesar 114,1.

EKONOMI | 10 Mei 2021


TAG POPULER

# PPKM Level 4 Diperpanjang


# Akidi Tio


# Greysia Polii


# Olimpiade Tokyo


# Anthony Ginting



TERKINI

Semen Grobogan Resmi Jadi Pelanggan Listrik Tegangan Tinggi PLN

NASIONAL | 1 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS