Logo BeritaSatu

Pemerintah Perlu Beri Insentif Usaha di Sektor Konsumsi

Selasa, 11 Mei 2021 | 10:03 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Calom Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan pemerintah perlu memberi insentif kepada industri yang konsumsinya lebih kontinu seperti toko ritel dan makanan. Langkah ini penting untuk mendongkrak perekonomian yang terpuruk akibat pandmei Covid-19

Arsjad mengatakans stimulus dari pemerintah juga sebaiknya diimplementasikan secara berkesinambungan, tidak langsung dihentikan karena kondisi sektor swasta yang belum pulih dan kuat. "Kita harus melihat data dan indikator perekonomian sebagai basis untuk pengambilan keputusan," kata kata Wakil Ketua Umum Kadin bidang Pengembangan Usaha ini dalam keterangannya Senin (10/5/2021).

Menurut dia, insentif subsidi biaya pengiriman atau ongkir untuk transaksi e-commerce juga bisa berdampak positif, terutama apabila bisa meningkatkan transaksi produk UMKM lokal.

Arsjad mengatakan, sepanjang pandemi, beberapa industri seperti farmasi, alat kesehatan, dan makanan pokok dapat bertahan, bahkan mencatat pertumbuhan. Kemudian industri yang operasionalnya memungkinkan penerapan social distancing seperti pertanian dan pertambangan juga bisa bertahan. Sedangkan industri yang non-esensial seperti hotel, restoran, dan kafe (horeka) masih terpukul. "Kecuali restoran dan kafe yang memiliki fasilitas outdoor dan private room," kata Presiden Direktur PT Indika Energy Tbk (INDY) ini.

Arsjad mengatakan Kadin bisa membantu untuk mendorong proses restrukturisasi kredit untuk industri seperti horeka yang masih terdampak. Selain itu mengusulkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperpanjang periodenya menjadi tahun 2023.

Dia mengatakan, adanya Undang-undang Cipta Kerja bisa mendorong pertumbuhan investasi ke depan. Selain itu, Kadin bisa berperan untuk mendorong implementasi UU ini dengan baik dan kemudian menjadikannya sebagai success story yang bisa direplikasi bagi investasi-investasi lainnya. "Kita juga bisa berharap banyak kepada Indonesia Investment Authority (INA) yang bisa mendorong investasi besar seperti infrastruktur yang dapat memberikan dampak besar terhadap industri penunjang lainnya," kata dia.

Industri Mulai Bergerak
Arsjad mengatakan konsumsi masyarakat dan roda industi mulai bergerak. Produksi perusahaan nasional terkerek karena meningkatnya pembelian barang modal sebagai input untuk produksi. Kenaikannya juga cukup tajam karena produksi dan ekspansi sempat tertunda akibat pandemi dan didorong. "Ini karena faktor mobilitas masyarakat yang mulai terjadi," kata dia.

Menurut Arsjad faktor mobilitas ini sangat penting karena industri dan seluruh sektor usaha memerlukan economies of scale. Apabila ekonomi menggeliat, maka berdampak positif terhadap perekonomian nasional ke depannya.

Menggeliatnya industri juga ditandai indeks manufaktur Purchasing Manager’s Index Indonesia yang menembus rekor 54,6 pada April. Sementara PMI manufaktur Indonesia berada di posisi 51,3 pada Desember 2020, kemudian naik menjadi 52,2 pada Januari 2021, 50,9 pada Februari 2021, dan 53,2 pada Maret 2021.

Struktur industri di Indonesia didominasi oleh industri besar dan kecil, sedangkan industri menengah masih perlu diperkuat. Industri besar tentu diuntungkan karena memiliki modal besar dan sanggup untuk melakukan operasional berbiaya besar seperti pertambangan. Kemudian industri kecil yang kebanyakan bersifat informal juga relatif tahan banting. "Namun industri menengah yang seharusnya memainkan peran sebagai intermediary perlu diperkuat untuk menopang perekonomian ke depannya," kata Arsjad.

Soal insentif PPnBM untuk industri otomotif Arsjad berpendapat cukup efektif, tetapi dampaknya tidak dalam jangka panjang karena pembelian durable goods ini bersifat one-off dimana masyarakat tidak akan melakukan pembelian secara terus menerus.

Sementara inisiatif hilirisasi sangat positif dan harus terus diperkuat. Pemerintah harus berperan untuk menyusun roadmap dan strategi hilirisasi yang komprehensif dan ekonomis. "Kita juga bisa belajar dari misalnya hilirisasi nikel di Morowali, Sulawesi Tengah yang sangat strategis dan berkontribusi besar terhadap ekspor nasional," kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pengawasan IKNB OJK Perlu Dipisah Sesuai Karakteristik Industri

RUU P2SK memisahkan pengawasan di bidang industri keuangan non-bank (IKNB) dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi dua bagian.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Abaikan Inflasi, Massindo Group Ekspansi Bisnis ke Palembang

Massindo Group meresmikan pabrik ke-20 dan pusat distribusi di Palembang, Sumatera Selatan.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Dongkrak Pendapatan, Wahana Pronatural Rambah Bisnis Minuman

PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) berencana merambah bisnis minuman untuk mendongkrak pendapatan perseroan.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Kebijakan Satu Peta Dinilai Percepat Pemulihan Ekonomi

Ekonom Indef, Agus Herta Sumarto mengatakan kebijakan satu peta dapat mendorong pemulihan ekonomi lebih cepat.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Bakti Pastikan Peluncuran Satelit Satria 1 Sesuai Rencana

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo optimistis rencana pengoperasian Satelit Satria 1 tetap berjalan sesuai rencana.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Suntik Mati TV Analog Jabodetabek Diundur Jadi 2 November

Kemenkominfo memutuskan menunda penghentian siaran tv analog di wilayah Jabodetabek menjadi 2 November 2022.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

FIF Group dan RSU Hermina Dirikan Rumah Singgah

FIF Group dengan RSU Hermina Depok menyediakan rumah singgah dan membuka kesempatan bagi pasien kurang mampu yang membutuhkan penanganan medis.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Iklan Digital Menjadi Pengubah Ekosistem Industri Startup

Adtech merupakan perangkat lunak yang digunakan oleh brand atau agency untuk menyusun strategi, mengatur, dan mengelola aktivitas iklan digital.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Luhut Gandeng GFF Bahas Rencana Aksi Bersama Transisi Energi

Global Future Fellows (GFF) yang dihadiri GFFellows di Bali telah merancang draf Rencana Aksi Bersama (action roadmap) soal transisi energi.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Kontribusi PNBP Signifikan, PTBA Raih Penghargaan Subroto

PT Bukit Asam (PTBA) berhasil meraih Penghargaan Subroto 2022 Bidang PNBP Mineral dan Batubara.

EKONOMI | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Liga Champions: Sensasi Haaland Berlanjut, Man City Gilas Copenhagen

Liga Champions: Sensasi Haaland Berlanjut, Man City Gilas Copenhagen

BOLA | 12 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings