Logo BeritaSatu

Ekosistem Ultra Mikro Percepat Pemulihan Ekonomi

Selasa, 11 Mei 2021 | 13:49 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pembentukan ekosistem ultra mikro mendesak diperlukan saat ini. Salah satu alasannya, besarnya peran pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) sebagai pelaku ekonomi mayoritas di Indonesia untuk membantu percepatan pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Akademisi Universitas Indonesia, Ninasapti Triaswati mengungkapkan, upaya mendorong agar pelaku UMKM cepat naik kelas harus dilakukan, karena saat ini ada 99% pebisnis yang masuk kategori mikro. Melalui pembentukan ekosistem ultra mikro, diharapkan ada banyak pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang bisa segera naik kelas.

"Jadi pekerjaan rumah bukan hanya pembiayaan (dinaikkan untuk UMKM). Pembiayaan memang terutama karena diperlukan dorongan dari dana, tapi selain dari situ, kalau kita lihat ada supply chain, model jadi mendorong keterkaitan antar sektornya. Jadi ada pembiayaan yang nanti harus terkait dengan pembinaan karena ada uang saja tidak akan menjadikan pelaku usaha sukses,” ujar Ninasapti melalui keterangan tertulis yang diterima, Selasa (11/5/2021).

Nina menjelaskan, peningkatan pembiayaan dan pemberdayaan ini bisa dilakukan secara maksimal dengan mengandalkan agregator. Menurutnya, untuk mewujudkan target memperbanyak pelaku usaha ultra mikro dan mikro yang naik kelas, maka dibutuhkan dua ekosistem di Indonesia.

Adapun kedua ekosistem ini adalah pendanaan dan kewirausahaan. Melalui kehadiran dua ekosistem ini, ke depannya akses pembiayaan bagi UMKM diprediksi bisa meningkat. Saat ini, data menunjukkan bahwa 80 persen pelaku UMKM-terutama mikro-belum mendapat akses pembiayaan dari lembaga keuangan formal.

"BUMN menyediakan dan mendukung, dari infrastruktur pembiayaan dan akses pasar. Jadi ketiga topik besar ini kita harus lihat, BUMN menggunakan perusahaan mana. Ada BRI salah satu diantaranya, PNM dan Pegadaian, untuk membangun digital services, serta konektivitas,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listianto mengatakan, pengembangan ekosistem ultra mikro diharapkan dapat mendorong pembiayaan yang lebih efisien atau berbunga rendah, dan meningkatkan akses keuangan pekaku usaha hingga ke daerah.

Eko menyebut di tengah kondisi pandemi saat ini modal usaha merupakan faktor penting yang diperlukan UMKM. Pembentukan ekosistem ultra mikro akan menjadi momentum bagi pelaku UMKM agar dapat terus menjalankan bisnisnya di tengah kondisi saat ini.

"Pemulihan ekonomi nasional akan sangat ditentukan oleh pemulihan usaha di level UMKM, Oleh karena itu upaya untuk mengakselerasi dukungan pembiayaan di sektor ini sangat diperlukan. Namun, memang yang harus kita ingat itu adalah ekosistem dan tidak hanya untuk mengasih uang. Namanya juga usaha kecil dikasih (dipinjamkan) uang belum menyelesaikan persoalan,” kata Eko.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dijanjikan 600.000 Ton Beras, Bulog: Hanya Ada 166.000 Ton

Dirut Bulog, Budi Waseso (Buwas) mengungkapkan, dari data yang disampaikan Kementan sebanyak 600.000 ton, Bulog hanya bisa menyerap sebanyak 166.000 ton.

EKONOMI | 8 Desember 2022

Awas Tertipu Perangkat Bodong, Begini Cara Cek IMEI HP

Masyarakat diminta untuk memastikan nomor IMEI HP yang tercantum dalam kemasan dengan jumlah SIM yang digunakan agar tidak tertipu ponsel atau HP bodong.

EKONOMI | 7 Desember 2022

BPJS Kesehatan Dukung Kemenkes Naikkan Tarif Layanan RS

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendukung Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk kenaikan tarif layanan kesehatan rumah sakit (RS).

EKONOMI | 7 Desember 2022

APSI: Jasa Unlock IMEI Rugikan Industri dan Negara

Asosiasi Pengusaha Ponsel Seluruh Indonesia (APSI) menilai jasa unlock IMEI untuk ponsel ilegal di marketplace telah merugikan industri dan negara.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Beda dengan Kripto, Digital Rupiah Akan Jadi Alat Pembayaran Sah

Berbeda dengan kripto, digital rupiah akan diterapkan menjadi alat pembayaran yang sah.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Rayu Investor AS, Airlangga Pamer Kinerja Ciamik Indonesia

Airlangga Hartarto mengatakan Indonesia terbukti sebagai negara yang bertahan dari krisis dengan tetap menjamin ketahanan ekonomi dan politik.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Prospek TOD 2023 Cerah, Adhi Commuter Bidik Kinerja Positif

Gema Goeyardi pendiri sekaligus CEO Astronacci International menjadi anggota Forbes Finance Council. 

EKONOMI | 7 Desember 2022

BKPM Sudah Terbitkan 2,9 Juta Nomor Induk Berusaha

BKPM menyampaikan bahwa total Nomor Induk Berusaha (NIB) yang telah diterbitkan mencapai 2,9 juta NIB per 5 Desember 2022.

EKONOMI | 7 Desember 2022

BI: Cadangan Devisa November Naik Jadi US$ 134 Miliar

BI melaporkan posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada November 2022 naik jadi US$ 134 miliar dari Oktober 2022 senilai US$ 130,2 miliar.

EKONOMI | 7 Desember 2022

Ini Bedanya Mata Uang Rupiah Digital dengan Uang Tunai

Bank Indonesia (BI) dalam waktu dekat akan mengimplementasikan Central Bank Digital Currency (CBDC) atau rupiah digital.

EKONOMI | 7 Desember 2022


TAG POPULER

# Bom Bandung


# Ferdy Sambo


# Gempa Cianjur


# Pernikahan Kaesang


# KKB Tembak Mati


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Majalah Time Nobatkan Zelensky Person of the Year 2022

Majalah Time Nobatkan Zelensky Person of the Year 2022

NEWS | 8 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE