Indef Minta Rencana Kenaikan Tarif PPN Dikaji Ulang
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Indef Minta Rencana Kenaikan Tarif PPN Dikaji Ulang

Selasa, 11 Mei 2021 | 15:14 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Eksekutif Instite for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad menilai rencana pemerintah menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada 2022 dari 10% menjadi sampai dengan 15% perlu dikaji ulang. Apalagi pandemi Covid-19 juga belum bisa diprediksi kapan akan berakhir.

Rencana menaikkan tarif PPN ini disampaikan pekan lalu oleh Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Nasional 2021. Tujuan adalah untuk meningkatkan penerimaan negara pada 2021.

"Di tahun depan, kita masih dalam periode pemulihan ekonomi dan belum tahu kapan pandemi Covid-19 ini selesai. Saya kira ini menjadi poin kritis, jangan sampai kebijakan ini justru malah merugikan masyarakat,” kata Tauhid Ahmad dalam diskusi Indef bertajuk "PPN 15%, Perlukah di Masa Pandemi" secara virtual, Selasa (11/5/2021).

Tauhid menyampaikan, kenaikan tarif PPN secara otomatis akan berimbas kepada naiknya harga barang dan jasa di seluruh Indonesia, serta meningkatkan resiko turunnya daya beli masyarakat.

Dengan kontribusi konsumsi rumah tangga yang sangat besar terhadap ekonomi Indonesia, maka naiknya tarif PPN menjadi kontra produktif terhadap proses pemulihan ekonomi Indonesia di saat pandemi Covid-19.

Selain itu, kenaikan PPN sampai dengan 15% dinilai Tauhid juga akan melemahkan daya saing Indonesia dibandingkan negara-negara lainya, misalnya di ASEAN.

"Jika pajak dinaikkan, volume objek pajak (PPN) bisa jadi akan mengalami penurunan, sehingga penerimaan negara lama kelamaan justru akan turun,” kata Tauhid.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PGN Pastikan Pembangunan Infrastruktur Gas Sesuai Jadwal

Adanya interkoneksi pipa SSWJ-WJA akan memperkuat jaringan pipa PGN untuk pengaliran gas Pupuk Kujang Cikampek dan Pertamina RU VI Balongan.

EKONOMI | 11 Mei 2021

Konsumsi Listrik Naik, Tanda Perekonomian Membaik

Peningkatan konsumsi listrik di kuartal pertama 2021 menjadi sinyal positif terhadap geliat pertumbuhan ekonomi.

EKONOMI | 11 Mei 2021

PLN Jamin Pasokan Listrik di Jawa, Madura dan Bali Selama Lebaran

PLN memprediksi beban puncak pada masa Idulfitri 1442 H di wilayah Jawa, Madura dan Bali mencapai 20.201 megawatt (MW).

EKONOMI | 11 Mei 2021

Grab Gandeng Kementerian Investasi Percepat Izin Usaha UMKM

Mayoritas UMKM saat ini belum memiliki legalitas perizinan berusaha, sehingga menjadi kendala untuk memperoleh pembiayaan dan mengembangkan usaha.

EKONOMI | 11 Mei 2021

Ekosistem Ultra Mikro Percepat Pemulihan Ekonomi

Melalui pembentukan ekosistem ultra mikro, diharapkan banyak pelaku usaha mikro dan ultra mikro yang bisa segera naik kelas.

EKONOMI | 11 Mei 2021

Orange County Topang Kenaikan Pendapatan Lippo Cikarang 8,8%

PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) meraup total pendapatan Rp 1,84 triliun pada tahun 2020, atau meningkat 8,8% dari tahun 2019 yang sebesar Rp 1,69 triliun.

EKONOMI | 11 Mei 2021

IHSG Melemah, Ini Daftar Top Gainers dan Top Losers

IHSG pada perdagangan sesi I ditutup turun 54,7 poin (0,91%) ke level 5.921,08.

EKONOMI | 11 Mei 2021

Gasifikasi Pertamina oleh PTBA Akan Pangkas Impor LPG

Pertamina menggelar seremoni penandatanganan amandemen kerja sama dalam proyek gasifikasi batu bara (DME Coal).

EKONOMI | 11 Mei 2021

Rupiah Menguat Saat Mata Uang Asia Melemah Siang Ini

Transaksi rupiah siang ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.191-Rp 14.212 per dolar AS.

EKONOMI | 11 Mei 2021

Arsjad Rasjid: Pertumbuhan Ekonomi Mengarah Positif

Kadin, pada bulan ini akan memulai program vaksinasi Gotong Royong untuk para pekerja dan keluarganya.

EKONOMI | 11 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS