Logo BeritaSatu

Aspakrindo: Pelajari Profil Aset Kripto, Jangan Takut Ketinggalan

Rabu, 12 Mei 2021 | 14:15 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Kenaikan harga yang signifikan pada beberapa mata uang kripto atau cryptocurrency hingga lebih dari 100% hanya dalam waktu sepekan, kian menyedot perhatian investor luas. Namun, investor pemula diimbau harus bijak dan jangan merasa takut melewatkan peluang yang menguntungkan atau terkenal dengan istilah fear of missing out (FOMO) di industri kripto.

Ketua Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) sekaligus COO Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda atau biasa disapa Manda menyampaikan, dalam setiap perdagangan aset kripto akan selalu ada disclaimer. Di mana, jika ingin berinvestasi di kripto, investor dapat melihat asumsi dari analisis teknikal. Selain itu, sebagai investor tegasnya jangan hanya melihat dari sisi keuntungan atau cuan semata, tetapi juga harus memahami analisa teknikal dan strateginya.

”Jangan FOMO. Pelajari juga profil-profil aset kripto untuk melihat profil dan fundamentalnya, dipelajari whitepaper atau litepaper-nya sebagai bahan analisa,” ujarnya kepada Investor Daily, baru-baru ini.

Tidak kalah penting, masyarakat, kata Manda juga harus memastikan calon pedagang fisik aset kripto memiliki tanda daftar sebagai calon pedagang fisik aset kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Pahami dan kenali dulu seluk-beluk berinvestasi di aset kripto.

”Dapat dikatakan hampir tidak ada instrumen investasi yang tidak berisiko atau risk free, maka dari itu menjadi penting sebagai investor boleh paham dengan kadar risikonya, dan betul-betul mempelajari industrinya,” kata dia.

Manda mengimbau agar para investor tidak melihat industri aset kripto hanya dari “angka atau bisnis” saja, tapi lihat lebih jauh tentang teknologinya, bagaimana teknologi blockchain bisa menjadi solusi finansial dan mewujudkan cita-citanya Indonesia sebagai salah satu negara digital terbesar di Asia.

”Maka dari itu saya harap, industri aset kripto yang sedang tumbuh ini dapat didukung bersama. Apalagi kami juga melihat bagaimana Bappebti sebagai regulator terus mengupayakan regulasi dan supervisi untuk menertibkan mekanisme transaksi aset kripto, apapun namanya, supaya pergerakan pasarnya terkelola dengan baik dimana aspek perlindungan investor ikut dikedepankan,” pungkasnya.

Manda pun menggarisbawahi bahwa aset kripto bukan uang atau alat pembayaran, melainkan alat investasi yang dapat dimasukkan sebagai komoditas dan dapat diperdagangkan di bursa berjangka. Hal ini semua sudah tercantum di dalam peraturan menteri perdagangan dan spesifik di bawah Bappebti.

Seperti diketahui, pengaturan aset kripto sebagai komoditas diatur pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 99 Tahun 2018 tentang Kebijakan Umum Penyelenggaraan Perdagangan Berjangka Aset Kripto dan Peraturan Teknis Bappebti No.5 tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.

“Kami bersepakat bahwa kripto sebagai aset bukan alat transaksi, berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 yang dikeluarkan Bank Indonesia, mata uang kripto (cryptocurrency) bukan mata uang yang dikeluarkan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga, cryptocurrency jelas bukan alat pembayaran yang sah di Indonesia,” jelasnya.

Aset kripto juga diatur dalam Peraturan Kepala Bappebti Nomor 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai bahwa masyarakat harus memahami risiko dari perdagangan aset kripto yang underlying ekonominya masih tidak jelas.

Dalam media sosial resminya, OJK menyebut ada tiga poin yang harus menjadi pertimbangan masyarakat dalam melakukan investasi pada aset digital kripto.

Pertama, aset kripto saat ini bukan merupakan jenis komoditi dan bukan sebagai alat pembayaran yang sah. OJK telah berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas pembayaran, dan hasilnya menyatakan bahwa mata uang kripto bukan merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Kedua, aset kripto adalah komoditi yang memiliki fluktuasi nilai yang sewaktu-waktu dapat naik dan turun. Sehingga masyarakat harus memahami dari awal potensi dan risikonya sebelum melakukan transaksi aset kripto.

Ketiga, OJK tidak melakukan pengawasan dan pengaturan pada aset kripto, melainkan oleh Bappebti. Bappebti telah mengeluarkan daftar aset kripto yang dapat diperdagangkan dan pedagang aset kripto yang telah mendapatkan persetujuan untuk melakukan transaksi aset kripto.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

SIG Berpartisipasi dalam Penataan Trotoar Ramah Lingkungan

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) atau SIG berpartisipasi pada pembangunan trotoar ramah lingkungan dengan mengaplikasikan produk beton perusahaan.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Program Kartu Prakerja Berlanjut di 2023, Skema Berubah

Program Kartu Prakerja akan lebih fokus pada peningkatan kompetensi angkatan kerja sebagaimana konsep awal program ini.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

55 Menit Perdagangan, Rupiah Berada di Level Rp 15.302

Transaksi mata uang Garuda atau rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 15.281- Rp 15.312 per dolar AS.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

42 Menit Perdagangan, IHSG Naik 84,2 Poin Jadi 7.091

Pukul 09.42 WIB, IHSG naik 84,2 poin (1,24%) menjadi 7.091 dan Investor33 naik menjadi ke 501,1.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Pengembangan Energi Bersih Harus Sejalan dengan Prinsip Berkeadilan

Energi adalah masalah ketahanan nasional, sehingga kebijakan energi terkait harus sejalan dengan prinsip berkeadilan.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

IHSG Berpeluang Rebound, Cermati BMRI, MEDC, BRPT, ASII

Level IHSG resistance hari ini berada di 7.055, 7.078, 7.135, 7.179, support di 6.997, 6.968, 6.925, 6.866.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Harga Emas Naik karena Penurunan Dolar, Perak Melompat 7%

Harga emas melonjak 2% pada perdagangan Senin (3/10/2022) didorong pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

OPEC Kurangi Produksi Terbesar Sejak 2020, Harga Minyak Naik

Harga minyak melonjak hampir US$ 4 per barel karena OPEC+ mempertimbangkan mengurangi produksi lebih 1 juta bph.

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Sun Life dan CIMB Niaga Perluas Kerja Sama Bancassurance

Sun Life Indonesia melalui kerja sama bancassurance dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk memperluas jangkauan produknya dengan menghadirkan asuransi jiwa

EKONOMI | 4 Oktober 2022

Indeks Literasi Keuangan Naik ke 49%, Inklusi Keuangan 84,2%

Tingkat literasi keuangan dan inklusi keuangan meningkat, tetapi masih ada gap cukup lebar di antara keduanya.

EKONOMI | 4 Oktober 2022


TAG POPULER

# Tragedi Kanjuruhan


# Lesti Kejora


# Pembantaian di Papua Barat


# Arema FC


# Raja Charles III


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Surya Paloh Pastikan Pencapresan Anies Baswedan Tidak Terkait Isu di KPK

Surya Paloh Pastikan Pencapresan Anies Baswedan Tidak Terkait Isu di KPK

NEWS | 9 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings