Digocek Elon Musk, Bitcoin dan Aset-aset Kripto Turun Tajam
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Digocek Elon Musk, Bitcoin dan Aset-aset Kripto Turun Tajam

Jumat, 14 Mei 2021 | 07:42 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

New York, Beritasatu.com - Pendiri dan CEO Tesla Elon Musk menghentikan transaksi dengan bitcoin sebagai alat pembayaran di perusahaannya karena masalah lingkungan. Demikian disampaikan Musk melalui Twitternya, Rabu lalu (12/5/2021) waktu setempat.

Akibat pernyataan tersebut, nilai tukar cryptocurrency itu langsung anjlok 5% dalam hitungan menit dan dalam hitungan jam, sekitar US$ 365,85 miliar (Rp 5.200 triliun) kapitalisasi pasar bitcoin lenyap.

Pada Kamis (13/5/2021) waktu AS atau Jumat pagi di Indonesia, semua aset kripto masih mengalami koreksi yang dalam. Bitcoin anjlok 7,9%, ethereum turun 7,49%, XRP turun 1,71%, litecoin turun 9,75%, dan bitcoin cash turun 11,41%.

Pada Februari lalu, Tesla membeli bitcoin yang pada saat itu nilainya ekuivalen US$ 1,5 miliar dan mengatakan akan menerima bitcoin sebagai alat pembayaran. Sejak saat itu, valuasi bitcoin meningkat dan kini Tesla memiliki bitcoin senilai US$ 2,5 miliar. Musk mengatakan transaksi menggunakan bitcoin akan kembali jika proses "menambang (mining)" bitcoin menjadi lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan (sustainable).

Proses menambang bitcoin menggunakan komputer yang sangat boros energi. Menurut data Cambridge Bitcoin Electricity Consumption Index, konsumsi energi penambangan cryptocurrency diperkirakan menghabiskan energi sekitar 121.36 terawatt-hours (TWh) per tahun, lebih banyak dari negara-negara seperti Swedia dan Malaysia.

Blockchain, teknologi yang mendasari lahirnya aset kripto, membutuhkan jaringan komputer yang terdesentralisasi di seluruh dunia. Pada prinsipnya, komputer-komputer ini berusaha memecahkan algoritma dari program blockchain dan jika berhasil, akan mendapatkan proof of work (berupa bitcoin atau aset kripto lainnya tergantung pada blockchain yang digunakan). Untuk memecahkan algoritma ini dibutuhkan komputer dengan spesifikasi tinggi, dan semakin tinggi spesifikasinya, maka energi yang digunakan semakin boros.

Carol Alexander, profesor di University of Sussex Business School, mengatakan tingkat kesulitan memecahkan algoritma bitcoin terus naik selama tiga tahun terakhir karena semakin banyak penambang kripto.

Harga bitcoin naik 70% tahun ini saja dan ini semakin mendorong penambang untuk terjun.

Tidak hanya Musk, Menteri Keuangan AS Janet Yellen juga memperingatkan akan pemborosan energi dari penambangan kripto.

Di sisi lain, pendukung aset kripto berusaha membantah kritik pemborosan energi. Alexander juga mengatakan bahwa sebagian besar transaksi bitcoin dilakukan di pasar sekunder, alias di jual beli cryptocurrency, sehingga tidak merusak lingkungan.

Namun, kesadaran perusahaan-perusahaan dunia akan isu ESG -lingkungan (environment), sosial (social), dan tata kelola (corporate governance)- semakin berkembang. Investor-investor Tesla misalnya melihat ironi pada klaim perusahaan sebagai perusahaan "hijau" tetapi di sisi lain memiliki investasi bitcoin yang boros energi.

Laith Khalaf, analis dari AJ Bell, mengatakan kepada CNBC.com, bahwa isu lingkungan adalah subyek yang sensitif saat ini. "Langkah Tesla (menghentikan pembayaran dengan bitcoin) adalah panggilan kepada pebisnis dan konsumen bitcoin yang belum menyadari dampaknya terhadap emisi karbon." kata Khalaf.



Sumber: CNBC.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Harga Minyak Mentah Turun 3% Akibat Sentimen dari India dan AS

Harga Brent turun 3,36% ke US$ 66,99 per barel. West Texas Intermediate (WTI) turun 3,5% ke US$ 63,74 per barel.

EKONOMI | 14 Mei 2021

Setelah 3 Hari Terkoreksi, Wall Street Berbalik Menguat

Dow Jones naik 1,29% ke 34.021,25, S&P 500 naik 1,22% ke 4.112,5, dan Nasdaq naik 0,72% ke 13.124,99.

EKONOMI | 14 Mei 2021

Lebaran, KKP Bagikan Paket Ikan Segar 2,5 Ton di Karawang

KKP bagikan 2,5 ton ikan segar hasil budidaya kepada sebanyak 1.838 KK di enam dusun di Kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Lebaran ini.

EKONOMI | 14 Mei 2021

Awas, Covid-19 Tambah Ganas Masyarakat Harus Batasi Perjalanan

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemhub) Adita Irawati mengimbau masyarakat agar membatasi perjalanan demi mencegah penularan Covid-19.

EKONOMI | 13 Mei 2021

Arsjad Rasjid Optimistis Lebaran Membawa Babak Baru yang Lebih Baik

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid optimistis Lebaran tahun ini mampu membawa babak baru yang lebih baik

EKONOMI | 13 Mei 2021

Yayasan Agung Podomoro Land Santuni 2.000 Anak Binaan

PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) dan Agung Podomoro Group (APG) memberikan santunan kepada 2.000 anak yatim binaan.

EKONOMI | 13 Mei 2021

Apartemen Dave dan Apple Sumbang Pendapatan Terbesar PT Diamond Citra Propertindo

PT Diamond Citra Propertindo (DADA) berhasil dalam menjaga dan mempertahankan kinerja usaha sepanjang tahun lalu.

EKONOMI | 13 Mei 2021

Harga Minyak Naik ke Posisi Tertinggi 8 Minggu karena Harapan Permintaan

Minyak mentah berjangka Brent naik 74 sen, atau 1,1% menjadi US$ 69,29 per barel.

EKONOMI | 13 Mei 2021

Dow Ambruk Terburuk Sejak Januari karena Kenaikan Inflasi

Dow Jones Industrial Average turun 681,50 poin, atau 2% menjadi 33.587,66.

EKONOMI | 13 Mei 2021

Bursa Eropa Menguat karena Lonjakan Inflasi AS

Pan-European Stoxx 600 mengakhiri sesi naik 0,4%.

EKONOMI | 13 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS