Menkop UKM: Masih Banyak Pelaku UMKM Kesulitan Akses Pembiayaan
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Menkop UKM: Masih Banyak Pelaku UMKM Kesulitan Akses Pembiayaan

Senin, 17 Mei 2021 | 12:27 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemkop UKM) menilai masih banyak pelaku UMKM masih kesulitan mengakses pembiayaan. Pemerintah sedang berusaha meningkatkan kredit perbankan bagi UMKM.

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan Presiden Joko Widodo sudah menyetujui secara bertahap sampai tahun 2024 porsi kredit perbankan untuk UMKM bisa lebih dari 30% dari saat ini 19,8%. Pemerintah juga akan meningkatkan plafon Kredit Usaha Rakyat (KUR).

“Sekarang sedang kita bahas bersama Kemko Perekonomian. Mudah-mudahan ini bisa kita selesaikan. KUR tanpa agunan sudah kita dorong menjadi Rp 100 juta. Tetapi kita tetap prihatin karena dalam praktiknya KUR mikro yang Rp 50 juta masih tetap diminta agunan,” ucap Teten dalam acara halalbihalal bersama Menteri Koperasi dan UKM secara virtual pada Senin (17/5/2021).

Ia mengatakan meski jumlah penutupan usaha mikro tidak sebesar perkiraan, tetapi masih banyak usaha mikro yang belum bisa bangkit dalam kondisi pandemi Covid 19. Dengan insentif dan dukungan pemerintah, jumlah UMKM yang gulung tikar tidak lebih dari 500.000 usaha. Meski cukup besar, tetapi jika dilihat dari skala nasional, jumlahnya tergolong kecil. “Kami juga prihatin UMKM kita masih sulit untuk bisa bertahan dan ini saya kira tanggung jawab kita untuk tetap semangat, melakukan tugas kita untuk memulihkan ekonomi nasional,” ucap Teten.

Teten menjelaskan struktur ekonomi Indonesia didominasi usaha mikro. Sayangnya terjadi kekosongan untuk jenis usaha kecil dan menengah sehingga terjadi kondisi yang tidak seimbang. Hal ini terkonfirmasi dari data Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang menunjukjan bahwa jumlah usaha kecil dan menengah yang mengakses pembiayaan di perbankan semakin berkurang. “Hal ini sangat berbahaya karena tidak produktif ekonomi kita, sehingga ini akan menjadi ketidakseimbangan dalam mendorong Indonesia menjadi negara maju,” kata Teten.

Teten mengatakan, UMKM merupakan pelaku utama ekonomi Indonesia sekaligus sebagai penyangga bagi tenaga kerja yang kehilangan pekerjaan di sektor formal. Oleh karena itu seluruh pihak harus bekerjasama untuk mendorong pengembangan UMKM. “Kemkop UKM tidak bisa bekerja sendiri, kita harus bergotong royong dengan berbagai pihak untuk mencari solusi yang terbaik,” kata Teten.

Teten mengatakan para pelaku UMKM juga masih kesulitan mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait produk yag dikembangkan. Saat ini pihaknya sedang mengusulkan agar ada skema atau standar khusus dari BPOM untuk UMKM. Adapun saat ini hanya ada produk industri rumah tangga dan langsung ke industri besar. “Tidak ada yang di tengah, sehingga banyak produk UMKM sulit dikembangkan kapasitas mereka karena terganjal izin produk. Ini harus menjadi perhatian kita semua,” pungkas Teten.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jeda Siang, IHSG Hilang 75 Poin ke Posisi 5.863

Sebanyak 124 saham naik, 368 saham melemah dan 132 saham stagnan.

EKONOMI | 17 Mei 2021

Perdana, Pertamina Jual Metanol 3.000 MT

Pertamina melalui Petrochemical Regional Kalimantan melakukan penjualan 3.000 metrik ton (MT) kepada produsen biodiesel di Kalimantan Selatan.

EKONOMI | 17 Mei 2021

Pelaku Pasar Cermati Meningkatnya Indeks Keyakinan Konsumen

Fokus pelaku pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan ini tertuju pada peningkatan konsumsi atau daya beli sebelum dan sesudah Lebaran.

EKONOMI | 17 Mei 2021

Emas Antam Bertambah Jadi Rp 937.000 Per Gram

Harga emas untuk pecahan 500 gram: Rp 438,820 juta.

EKONOMI | 17 Mei 2021

Arsjad Rasjid: Momen Ramadan dan Idulfitri Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Permintaan konsumen yang terus bertambah mendorong peningkatan produksi dan omzet penjualan.

EKONOMI | 17 Mei 2021

Rupiah dan Mata Uang Asia Melemah di Awal Sesi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.215-Rp 14.255 per dolar AS.

EKONOMI | 17 Mei 2021

Dibuka Menguat, IHSG Berbalik Arah Turun di Awal Perdagangan

Pukul 09.05 WIB, indeks harga saham gabungan turun 1,3 poin (0,02%) menjadi 5.937.

EKONOMI | 17 Mei 2021

IHSG Diproyeksikan Menguat, Cermati Deretan Saham Ini

Level support maupun resistance IHSG maksimum berada pada 5.883.52 hingga 5.972.18.

EKONOMI | 17 Mei 2021

Bursa Asia Naik Jelang Rilis Data Ekonomi Tiongkok

Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,38% pada awal perdagangan, sementara indeks Topix bertambah 0,62%.

EKONOMI | 17 Mei 2021

IHSG Berpotensi Terkena Aksi Jual, Ini Saham Pilihannya

Secara teknikal IHSG perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 5.900 - 5.991.

EKONOMI | 17 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS