Ekonom: Pemulihan Ekonomi Global Tergantung AS, Tiongkok, dan India
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ekonom: Pemulihan Ekonomi Global Tergantung AS, Tiongkok, dan India

Rabu, 19 Mei 2021 | 12:54 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Mandiri menyebut pemulihan ekonomi global dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi AS dan Tiongkok, serta kondisi Covid-19 di India. Oleh karena itu berbagai perkembangan perlu untuk diwaspadai untuk mencegah potensi penurunan pertumbuhan.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengungkapkan bahwa tiga kawasan Asia, Eropa dan Amerika Serikat memiliki tantangan tersendiri untuk memulihkan ekonomi.

Ia mengatakan dua perekonomian terbesar dunia yaitu AS dan Tiongkok mencatat pertumbuhan positif pada triwulan I-2021.

“Sedangkan banyak negara di Kawasan Eropa dan Asia masih terkontraksi meski dengan skala yang membaik,” tuturnya dalam dalam Media Gathering Virtual Economic Outlook & Industry Kuartal II, Rabu (19/5/2021).

Ia menuturkan ekonomi AS tumbuh 0,4% (yoy) didukung meningkatnya aktivitas seiring dilonggarkannya restriksi dengan semakin meluasnya distribusi vaksin serta tambahan stimulus yang diperkirakan dapat menopang laju pemulihan ke depan.

Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi AS yang melaju lebih cepat dari perkiraan, mengakibatkan adanya kekhawatiran pada pasar keuangan global karena berpotensi terjadi kenaikan inflasi yang cepat di AS.

“Tingkat inflasinya meningkat lalu yang jadi acuan market adalah kapan the Fed akan mulai melakukan tapering (mengurangi stimulus/memperketat kebijakan moneter) lalu kapan suku bunga the Fed akan kembali dinaikkan,” tuturnya.

Oleh karena itu, seluruh pihak masih akan terus memonitor perkembangan dinamika ekonomi AS meski The Fed sudah menekankan perlunya kebijakan moneter yang longgar untuk memastikan pemulihan ekonomi berjalan lancar.

“Ujungnya memang kita bermain atau memprediksikan seperti apa ya respons kebijakan moneter dari The Fed sendiri,” tuturnya.

Menurutnya pemulihan ekonomi lebih cepat dapat memicu penarikan stimulus moneter yang lebih cepat juga atau QE tapering sehingga berdampak negatif pada pasar keuangan global termasuk pasar keuangan domestik.

“The Fed masih menekankan komitmennya untuk menahan suku bunga rendah hingga beberapa tahun ke depan namun dinamika ekonomi AS perlu terus dimonitor,” tegasnya.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang meningkat tajam sebesar 18,3% (yoy) sejalan pulihnya ekonomi dan terkendalinya penyebaran Covid-19.

“Pulihnya ekonomi Tiongkok ini mampu mendorong harga-harga komoditas global seperti batu bara, CPO, dan minyak yang meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut Andry menyebut, tak hanya pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat, risiko pemulihan ekonomi global (down side risk) yang masih perlu untuk dimonitor terkait potensi meningkatnya kasus Covid-19 di beberapa negara terutama akibat munculnya varian baru yang menular lebih cepat seperti yang terjadi di India, serta terhambatnya distribusi vaksin.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Berdikari Raih Pinjaman Rp 100 Miliar dari BJB untuk Transformasi Pangan

PT Berdikari (Persero) mendapat fasilitas pinjaman sebesar Rp 100 miliar dari BJB.

EKONOMI | 25 September 2021

Harga Emas Menguat karena Pelemahan Dolar

Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$ 1.746,84 per ons.

EKONOMI | 25 September 2021

Pekan Ini IHSG Naik 39 Poin, Kapitalisasi Bursa Meningkat Rp 91 Triliun

IHSG pada pekan ini periode 13-17 September 2021 naik 39 poin (0,63%) menuju 6.133,246 dari posisi 6.094,873.

EKONOMI | 25 September 2021

Harga Minyak ke Level Tertinggi 3 Tahun karena Ketatnya Pasokan

Brent berjangka naik 84 sen, atau 1,1%, menjadi US$ 78,09 per barel.

EKONOMI | 25 September 2021


Tiongkok Larang Transaksi Cryptocurency, Wall Street Bervariasi

Dow Jones Industrial Average naik 33,18 poin, atau 0,10%, menjadi 34.798,00.

EKONOMI | 25 September 2021

Bursa Eropa Turun Jelang Pemilu Jerman, Investor Fokus Evergrande

Pan-European Stoxx 600 ditutup turun 0,9% dengan semua bursa utama dan sebagian besar sektor di wilayah negatif.

EKONOMI | 25 September 2021

Evergrande Lewati Tenggat Waktu Pembayaran Bunga Obligasi

Batas waktu Evergrande untuk membayar US$ 83,5 juta bunga obligasi dengan mata uang dolar berlalu tanpa komentar dari perusahaan.

EKONOMI | 25 September 2021

Generasi Z Jambi Bentuk Komunitas Greennation untuk Kampanye Turunkan Emisi

Sekelompok generasi Z dari Jambi sepakat membentuk komunitas yang dinamai Greennation.jbi sebagai upaya nyata keterlibatan mereka dalam kampanye penurunan emisi

EKONOMI | 24 September 2021

Indonesia Tidak Ikut Langkah Tiongkok Larang Perdagangan Kripto

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Luthfi menegaskan, Indonesia tidak akan melarang perdaganan kripto, namun akan memperketat regulasinya.

EKONOMI | 24 September 2021


TAG POPULER

# Kivlan Zen


# Pilpres 2024


# Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Kereta Jarak Jauh



TERKINI
PBB: 300.000 Warga Sudan Terdampak Hujan Deras dan Banjir

PBB: 300.000 Warga Sudan Terdampak Hujan Deras dan Banjir

DUNIA | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings