KNEKS: Pembiayaan Syariah Mampu Saingi Bank Konvensional
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KNEKS: Pembiayaan Syariah Mampu Saingi Bank Konvensional

Kamis, 20 Mei 2021 | 19:58 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / WBP

Jakarta, Beritasatu.com– Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menilai bahwa penggunaan pembiayaan mahal dalam mengomentari kinerja bank syariah merupakan sebuah aspek yang perlu diperjelas.

Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat menyampaikan tingkat margin pembiayaan bank syariah saat ini sudah jauh membaik. Bahkan, bank besar seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) dinilai sudah mampu bersaing dengan bank kenvensional dalam hal tingkat margin. "Perlu dilihat lagi. Tingkat margin perbankan syariah saat ini sudah kompetitif terutama di bank besar," kata Sutan melalui keterangan tertulis yang diterima Kamis (20/5/2021).

Terkait masih adanya pembiayaan di bank syariah yang mahal hal ini bukan karena aspek syariahnya, tetapi lebih pada aspek ekonomi seperti ukuran atau size dari bank syariah dan struktur dana pihak ketiga (DPK) bank syariah yang mungkin masih banyak berasal dari dana-dana mahal seperti deposito.

Ustaz Yusuf Mansur (UYM) yang juga investor saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), belum lama ini mengkritik perbankan syariah yang masih menawarkan pembiayaan cukup tinggi dibandingkan perbankan konvensional. Hal ini dinilai menyebabkan pembiayaan di perbankan syariah sulit untuk diakses oleh masyarakat luas. Padahal bank syariah harusnya bisa menyentuh lapisan masyarakat bawah. "Ini baru permulaan, saya mau buka mahalnya pembiayaan dibandingkan konvensional, biar masyarakat melek," kata dia seperti diunggah pada akun Instagram @yusufmansurnew.

Terkait komentar Yusuf Mansur, Emir tak mau mengomentarinya secara langsung. Namun, di luar itu masih banyak ulama yang menganjurkan untuk mendukung perbankan syariah. “Bagaimanapun bank adalah entitas yang sangat penting dalam perekonomian namun yang kurang sesuai dari bank konvensional adalah mode operasinya yang mengandung unsur-unsur yang dilarang oleh syariah. Oleh karena itu, yang perlu diubah adalah mode operasi banknya. Itulah alasan kenapa muncul bank syariah di dunia," sebutnya.

Lagi pula, kata mahal merupakan deskripsi yang sempit dalam menilai kinerja bank syariah. "Kita memilih bank syariah untuk menghindari riba dan unsur-unsur lain yang dilarang syariah. Itu bagian dari syariat Islam. Pilihan kita mesti sesuatu yang baik menurut kaca mata Allah SWT. Itu yang harusnya menjadi perhatian utama dalam memilih bank syariah," imbuh Emir.

Bank-bank syariah tersebut, menurut Emir, terus mengajak banyak masyarakat yang belum terlayani untuk ikut menabung di bank syariah. Diharapkan dengan semakin banyaknya masyarakat yang menabung di bank syariah, maka bisa mencapai economies of scale sehingga dapat memberikan pembiayaan dengan harga yang kompetitif.

Emir memaparkan menabung di perbankan syariah memiliki perbedaan yang signifikan dengan perbankan konvensional, dimana tidak ada yang namanya bunga, tetapi lebih menggunakan bagi hasil. Dalam hal ini, akad yang dimaksud adalah akad mudharabah. Sementara pembiayaan di bank syariah juga tidak menggunakan akad pinjaman berbasis bunga, namun menggunakan akad jual beli, sewa, dan akad-akad fiqh muamalah lainnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Holding Ultra Mikro Jaga Stabilitas Pelaku Usaha

Pembentukan holding BUMN untuk sektor ultra mikro dinilai akan menjadi momentum perbaikan kinerja pelaku usaha.

EKONOMI | 20 Mei 2021

Kolaborasi BTN dan Perumnas, Tapera Siap Wujudkan 11.000 Unit Rumah

Masyarakat Indonesia bisa memiliki rumah dengan berbagai manfaat dan kemudahan dari fasilitas Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Tapera.

EKONOMI | 20 Mei 2021

Kembangkan Bisnis, Kurniamitra Duta Jajaki Prinsipal Asing

Kurniamitra Duta Sentosa membeli saham PT Formosa Ingredient Factory sebesar 30%.

EKONOMI | 20 Mei 2021

KSP Pastikan Tol Becakayu Tersambung ke Tambun pada 2024

KSP memastikan pembangunan Jalan Tol Bekasi–Cawang–Kampung Melayu (Becakayu) dilanjutkan hingga ke wilayah Tambun, Kabupaten Bekasi.

EKONOMI | 20 Mei 2021

Pemerintah Lanjutkan Reformasi Perpajakan

Pemerintah akan terus melanjutkan pelaksanaan reformasi perpajakan dalam rangka mewujudkan sistem yang sehat dan adil.

EKONOMI | 20 Mei 2021

Larangan Mudik Berakhir, AP II Naikkan Level Operasional Bandara

Level operasional bandara AP II dinaikkan satu tingkat lebih tinggi dibanding masa larangan mudik.

EKONOMI | 20 Mei 2021

Garuda Indonesia Gelar Diskon Tiket Kelas Ekonomi 25 Persen

Garuda Indonesia gelar promo khusus bertajuk Economy Lite dengan menghadirkan harga spesial dengan diskon tiket 25% untuk penerbangan kelas ekonomi.

EKONOMI | 20 Mei 2021

Ketua Banggar Dukung Kenaikan Tarif PPN asal PDB Tumbuh 4,5%

Apabila pemerintah ingin melakukan perubahan tarif PPN maka juga harus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tahun ini bisa tumbuh sebesar 4,5% hingga 5,3%.

EKONOMI | 20 Mei 2021

Praktisi Perpajakan Nilai Tax Amnesty Jilid II Perlu

Praktisi Perpajakan Ronsianus B Daur mengibaratkan rencana tax amnesty jilid II tersebut seperti oase di padang pasir.

EKONOMI | 20 Mei 2021

PLN Buka Kuota 60% Proyek SPKLU untuk Swasta

PT PLN (persero) membuka kesempatan bagi badan usaha swasta untuk menggarap stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

EKONOMI | 20 Mei 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS