Ini Cara Investasi Cerdas Saat Inflasi Naik
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ini Cara Investasi Cerdas Saat Inflasi Naik

Sabtu, 22 Mei 2021 | 07:58 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

New york, Beritasatu.com - Ketika harga-harga naik lebih cepat dari biasanya, maka ancaman yang banyak dibicarakan investor adalah inflasi. Sederhananya, seiring meningkatnya biaya hidup, maka keuntungan investasi Anda tidak seberapa karena kenaikan inflasi.

Ini adalah masalah tidak mengenakkan bagi para pensiunan, yang mungkin sebagian besar mengandalkan keuntungan mereka untuk membayar tagihan. Sedangkan bagi orang lebih muda dan memiliki gaji, inflasi tinggi cenderung mengarah pada upah yang lebih tinggi). Risiko lain adalah bahwa bank sentral AS Federal Reserve (the Fed) akan menaikkan suku bunga untuk menahan kenaikan biaya, cenderung menyeret ekuitas. "Secara umum, inflasi biasanya berdampak negatif pada saham," kata ahli strategi portofolio di Morningstar, Amy Arnott.

Dia menunjuk sejarah sebagai bukti. Pada periode 1973 dan 1981, inflasi naik lebih 9% setahun. Selama periode yang sama, saham merosot sekitar 4% setiap tahun.

Tapi jangan panik. Pertama, kita masih belum tahu apakah kenaikan inflasi akan menjadi kenormalan baru? Atau apakah itu hanya akibat sementara dari sebuah negara yang bangkit dari pandemi akibat tahun penguncian dan pembatasan? Bahkan jika inflasi terus meningkat dengan stabil, sejarah menunjukkan bahwa saham mengalahkan inflasi dalam jangka panjang.

Pengembalian (return) tahunan rata-rata pada saham sekitar 11% antara tahun 1900 dan 2017, menurut perhitungan Steve Hanke, seorang profesor ekonomi terapan di Universitas Johns Hopkins di Baltimore. Setelah dikurangi biaya inflasi, rata-rata pengembalian tahunan tetap pada angka 8%. Namun, ada beberapa langkah yang dapat diambil investor untuk melindungi uang mereka dari inflasi.

Investasi yang harus dihindari di tengah inflasi
Megingat kenaikan suku bunga The Fed kemungkinan akan terjadi, para ahli menyarankan agar Anda tidak mengalokasikan terlalu banyak dana pada obligasi jangka panjang atau deposito. Pasalnya hal itu dapat membuat Anda kehilangan keuntungan di kemudian hari.

“Saya menyarankan klien saat ini untuk fokus pada obligasi jangka pendek hingga menengah dan menghindari investasi apa pun yang memiliki nama 'jangka panjang',” kata perencana keuangan bersertifikat Synergy Financial Planning Doug Bellfy, di South Glastonbury, Connecticut.

Presiden Anfield Wealth Management Alex Doll, di Cleveland, Ohi menambahkan portofolo lain yang mungkin ingin Anda hindari adalah saham atau perusahaan dengan pendapatan yang diharapkan lebih tinggi dari rata-rata. "Pertumbuhan saham cenderung berkinerja lebih buruk karena mereka berharap mendapatkan sebagian besar arus kas mereka di masa depan," kata Doll. "Dan saat inflasi meningkat, arus kas masa depan itu menjadi berkurang nilainya."

Dia memberi contoh produsen mobil listrik Tesla. "Tesla turun lebih dari 20% tahun ini karena beberapa masalah, tetapi inflasi dan kenaikan suku bunga adalah faktor besar," kata Doll.

Bagaimana memanfaatkan kenaikan inflasi
Doll menyarankan investor meningkatkan alokasi dananya pada saham, atau perusahaan yang diperdagangkan dengan harga di bawah rata-rata di S&P 500. "Nilai saham bisa sedikit lebih baik selama periode inflasi," kata Doll.

Perusahaan seperti di sektor keuangan dan konsumen, biasanya tidak terlalu terpukul oleh inflasi. “Industri-industri ini cenderung berkinerja lebih baik karena mereka memiliki kekuatan harga yang lebih besar dan mampu menaikkan harga ketika inflasi daripada industri lain," kat Doll.

Bisnis ini juga biasanya sudah mapan. Jadi investor tidak perlu terlalu khawatir pertumbuhannya akan berkurang nilainya.

"Portofolio yang cocok dengan kenaikan inflasi adalah Treasury Inflation Protected Securities, atau TIPS," kata CFP Nicholas Scheibner, penasihat manajemen kekayaan Baron Financial Group di Fair Lawn, New Jersey.

Sekuritas ini memiliki risiko yang sama dengan investasi pendapatan tetap lainnya.

Lindung nilai lain terhadap inflasi adalah investasi di real estate, emas, dan cryptocurrency. “Real estate berkinerja baik karena pemilik tanah dan properti melihat nilai properti mereka meningkat,” kata Doll.

Sementara aset cryptocurrency atau emas tidak berkurang di tengah kenaikan inflasi yang mengikis nilai uang tunai. namun, keduanya sangat fluktuatif dan tidak boleh lebih dari 5% dari portofolio Anda.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: CNBC


BERITA LAINNYA

Tertekan Sentimen September Kelabu, Wall Street Kembali Melemah dalam Sepekan

Dow Jones Industrial Average turun 0,48% ke 34.548,88. S&P 500 turun 0,91% ke 4.432,99. Nasdaq turun 0,91% ke 15.043,97.

EKONOMI | 18 September 2021

Kapitalisasi IHSG Naik 1,6% dalam Sepekan

Selama periode 13-17 September 2021, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan sebesar 0,63%

EKONOMI | 18 September 2021

1.000 Nasi Goreng Sambal Matah ala Sasa Dibagikan di Semarang

PT Sasa Inti bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan kegiatan membantu kelompok UMKM di masa pandemi dengan membuat 1.000 nasi goreng sambal matah

EKONOMI | 17 September 2021

OJK dan SRO Dapat Penghargaan dari Pemkot Surabaya

Eri Cahyadi mengapresiasi kontribusi OJK dan SRO dalam mendukung kegiatan PMI Surabaya.

EKONOMI | 17 September 2021

Ini Kunci Erick Thohir Rampingkan Jumlah BUMN

Erick Thohir mengungkapkan kunci utama terkait perampingan jumlah BUMN yakni perbaikan rantai pasok dan merapikan ekosistem.

EKONOMI | 17 September 2021

Harga Right Issue Bank INA Berkisar Rp 4.200 - Rp 4.380

Bank INA Perdana Tbk (BINA) sudah tetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue.

EKONOMI | 17 September 2021

Dukung Seni dan Budaya, Indihome Kemas Program Indonesia Keren

IndiHome bersama para brand ambassador-nya mengajak masyarakat untuk berkreasi bidang seni dan budaya melalui program Indonesia Keren.

EKONOMI | 17 September 2021

Dio Living Ingin Terus Lestarikan Hasil Karya Anak Negeri

Dio Living ingin tetap berekspansi dan memperkenalkan furnitur karya anak bangsa kepada masyarakat Indonesia.

EKONOMI | 17 September 2021

Holding BUMN Jasa Survei Edukasi Mahasiswa tentang Standar Sistem Mutu

Sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 dapat memacu service dan pelayanan operasional yang excellence kepada seluruh pelanggan.

EKONOMI | 17 September 2021

Pemerintah Dorong SDM Perkebunan Sawit Menuju 2045

Pemerintah mengembangkan SDM berkualitas di sektor perkebunan kelapa sawit dengan menggandeng lembaga pendidikan dan universitas.

EKONOMI | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Sonny Tulung


# Vaksinasi Covid-19


# Ideologi Transnasional


# Lucinta Luna



TERKINI
Manchester City Vs Southampton, Laga Sengit Bagi Sang Tamu

Manchester City Vs Southampton, Laga Sengit Bagi Sang Tamu

BOLA | 21 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings