Logo BeritaSatu

Pakar: Holding BUMN Ultra Mikro Efektif Atasi Rentenir

Senin, 24 Mei 2021 | 10:24 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / JEM

Jakarta, Beritasatu.comHolding BUMN di sektor ultra mikro dinilai akan mampu membantu pemerintah dalam mengatasi keberadaan rentenir dan pinjaman online ilegal yang kian marak, melalui produk dan layanan keuangan yang lebih terjangkau oleh masyarakat dan pelaku usaha.

Adapun, kasus pinjaman online ilegal masih terus meresahkan masyarakat. Baru-baru ini, seorang guru Taman Kanak-kanak (TK) di Malang Jawa Timur, dikabarkan diteror 24 debt collector pinjaman online (pinjol) hingga nyaris bunuh diri.

Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Imam Prasodjo mengatakan integrasi ekosistem BUMN di sektor ultra mikro (holding ultra mikro) dapat menjadi salah satu wadah untuk mempercepat upaya mengatasi permasalahan pinjaman online ilegal yang cukup meresahkan tersebut.

"Pelaku industri memiliki kemampuan lebih baik dalam menanggulangi pinjaman online ilegal ini, mereka jauh lebih tanggap. Holding ultra mikro, juga rasanya memiliki semangat yang sama," kata Imam Prasodjo melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin (24/5/2021).

Imam menjelaskan banyak pihak-pihak yang tak bertanggung jawab mencoba untuk memanfaatkan data dan informasi keuangan masyarakat secara serampangan.

Pemerintah dan otoritas harusnya mampu membuat sebuah sistem yang lebih terintegrasi sehingga dapat menanggulangi masalah lebih cepat. "Bagaimanapun masyarakat harus memiliki tempat untuk dapat bertanya 24 jam," katanya.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun sebelumnya mengungkapkan bahwa holding ultra mikro yang nantinya beranggotakan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., PT Pegadaian (Persero), dan PT Permodalan Nasional Madani (Persero) akan sangat membantu pelaku UMKM.

"Penggabungan (holding) ini untuk disegerakan karena ini bagus sekali. Saya berharap sekali akan banyak produk yang bisa mendisrupsi bisnis para rentenir. Saya percaya holding ini bisa buat produk itu " kata Ikhsan.

Langkah pemerintah dalam mendorong pembentukan holding ultra mikro, menurut Ikhsan, sudah tepat untuk menciptakan layanan keuangan secara lebih terjangkau. Dengan holding, Ikhsan melihat ada integrasi yang sangat kuat sehingga mendorong efisiensi bisnis entitas holding yang nantinya ditransfer ke pelaku ultra mikro.

"Ini tentu langkah sangat bagus. Saya percaya holding ini bisa buat produk keuangan lebih terjangkau," sebutnya.

Ikhsan menjelaskan, pemerintah telah berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi dengan penggunaan teknologi informasi yang lebih baik. Hal ini akan membuat perhitungan risiko di sisi internal holding menjadi lebih presisi, sehingga sebagian pelaku mikro sudah dapat memiliki rating pembiayaan lebih baik.

Selain itu, lanjut Ikhsan, holding ini juga akan banyak memangkas banyak biaya tak perlu dalam operasional sehingga memperbesar kemampuannya dalam memberi insentif tambahan kepada banyak pelaku mikro. Di luar itu, pemerintah tetap berkomitmen untuk memberi banyak keringanan fiskal pada pelaku mikro melalui para anggota holding.

"Rencana ini sangat baik. Kami sangat mendukung. Kami justru berharap lebih banyak sosialisasi dilakukan kepada pelaku ultra mikro secara langsung agar timbul optimisme," sebutnya.

Saat ini, masih ada sekitar 30 juta pelaku UMKM yang belum terlayani lembaga keuangan formal. Sebanyak 5 juta di antaranya masih mengandalkan layanan para lintah darat atau rentenir untuk memenuhi kebutuhannya.

Pelaku UMKM dan usaha ultra mikro yang belum tersentuh lembaga keuangan formal ini harus menanggung beban berat selama ini, karena kerap mendapat pinjaman berbiaya tinggi hingga 100%-150% per tahun.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Indonesia-Jepang Kerja Sama Penerimaan Peserta Magang

Indoensia gandeng JOE Cooperative sebagai agency yang menaungi perusahaan-perusahaan penerima peserta magang di Jepang.

EKONOMI | 28 November 2022

Per Oktober, Utang Pemerintah Capai Rp 7.496,7 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang pemerintah mencapai 7.496,70 per 31 Oktober 2022, naik Rp 76,23 triliun.

EKONOMI | 28 November 2022

Kontribusi Asuransi Syariah Diproyeksikan Tumbuh 15%

Industri asuransi syariah ditargetkan mencatatkan pertumbuhan premi atau kontribusi sebesar 10%-15% pada tahun 2023.

EKONOMI | 28 November 2022

Harga Beras di Bandung Mulai Meningkat, Ini Pemicunya

Harga beras di sejumlah pasar tradisional, Kota Bandung, Senin (28/11/2022) Naik hingga Rp 1.000 per kilogram (kg) akibat panen kurang melimpah.

EKONOMI | 28 November 2022

Upaya Menjaga Inflasi Nasional Dimulai dari Beras

BPS menyebutkan bahwa beras merupakan salah satu komoditas pangan yang berkontribusi besar terhadap inflasi pangan.

EKONOMI | 28 November 2022

IHSG Terpangkas di Sesi I Terseret Saham Teknologi

Dibuka turun 0,78 poin (0,01%) di posisi 7.052, IHSG di Bursa Efek Indonesia (BEI) tenggelam di zona merah pada perdagangan sesi I, Senin (28/11/2022).

EKONOMI | 28 November 2022

Usai Grup Salim Masuk, BUMI Private Placement Lagi Rp 2,1 T

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali akan melaksanakan private placement setelah private placement Rp 24 triliun saat Grup Salim ikut masuk.

EKONOMI | 28 November 2022

Gubernur Sulut Tetapkan UMP Naik 5,4% Jadi Rp 3.485.000

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey menetapkan besaran UMP Sulawesi Utara sebesar Rp 3.485.000 atau naik sebesar 5,24%

EKONOMI | 28 November 2022

Searah Mata Uang Asia, Rupiah Terpangkas di Awal Perdagangan

Pergerakan mata uang Garuda ata rupiah di tengah mata uang Benua Kuning yang berada di zona merah.

EKONOMI | 28 November 2022

Awal Pekan Investor Bersemangat, IHSG Masih di Zona Hijau

Di menit-menit awal, nilai perdagangan IHSG sebesar Rp 210,02 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 25.442 kali transaksi.

EKONOMI | 28 November 2022


TAG POPULER

# Gempa Cianjur


# Piala Dunia 2022


# Vaksinasi Booster


# Pushbike


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Anak Tega Bunuh Ayah Kandung di Indramayu

Anak Tega Bunuh Ayah Kandung di Indramayu

NEWS | 5 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE