Logo BeritaSatu

KSP Sebut Sinyal Pemulihan Ekonomi Semakin Jelas

Senin, 24 Mei 2021 | 14:20 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Deputi III Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Panutan Sulendrakusuma mengatakan sinyal pemulihan ekonomi Indonesia semakin jelas. Hal itu terlihat dari adanya surplus perdagangan yang mencapai US$ 2,19 miliar per April 2021. Menariknya, jika dilihat dari mitra dagang, Indonesia menikmati surplus perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) hingga US$ 1,2 miliar.

"Pemerintah optimistis kondisi perekonomian Indonesia akan terus mengalami perbaikan yang signifikan," kata Panutan Sulendrakusuma, Senin (24/5/2021).

Selain surplus perdagangan dengan AS, Indonesia juga menikmati surplus perdagangan dari Filipina (US$554 juta) dan India (US$439,9 juta). Namun dengan beberapa negara lain masih mengalami defisit, seperti dengan Tiongkok (US$652,1 juta), Australia (US$418,3 juta), dan Thailand (US$248,1 juta).

Panutan merinci, surplus perdagangan Indonesia tidak lepas dari kinerja ekspor yang terus membaik. Pada April 2021, total ekspor Indonesia mencapai US$18,48 miliar atau naik sebesar 0,69% dari posisi Maret 2021.

Sementara jika dibandingkan dengan April 2020, total ekspor pada April 2021 meningkat 51,94% dengan rincian ekspor non migas meningkat 51,08%, sedangkan ekspor migas meningkat 69,60%.

Berdasarkan kelompok komoditi, ekspor non migas April 2021 mencapai US$17,52 miliar. Angka ini mengalami peningkatan 0,44% dibandingkan Maret 2021. Sedangkan ekspor migas mencapai US$960 juta, meningkat 5,34% dari Maret 2021.

"Ini membuktikan konsistensi langkah pemerintah untuk memulihkan ekonomi di tengah ketidakpastian dan dinamika pemulihan ekonomi global," ujar Panutan Sulendrakusuma.

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas April 2021 terhadap Maret 2021 terjadi pada komoditas besi dan baja (HS72) sebesar US$246,2 juta atau naik 17,50%. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati (HS15) sebesar US$398,3 juta atau turun 13,81%.

Sepanjang periode Januari-April 2021, ekspor terbesar adalah ke Tiongkok dengan nilai US$3,93 miliar, ke Amerika Serikat (AS) (US$2,03 miliar) dan Jepang (US$1,32 miliar).

Adapun kontribusi ekspor ke tiga negara tersebut mencapai 41,56% terhadap total nilai ekspor. Sementara itu, ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa berturut-turut sebesar US$3,59 miliar dan US$1,39 miliar.

Panutan juga menyampaikan, sinyal pemulihan ekonomi terus menguat dari kenaikan impor bahan baku/penolong dan barang modal. Pada April 2021 impor barang bahan baku/penolong naik 33,24% dan impor barang modal meningkat 11,55% dibandingkan dengan bulan April 2020.

"Peningkatan impor yang tinggi pada kelompok bahan baku/penolong dan barang modal menunjukkan pemulihan ekonomi yang cukup buat pada triwulan II 2021 ini," jelas Panutan Sulendrakusuma.

Sebagai catatan, pada bulan April 2021, total impor mencapai US$16,29 miliar. Jika dibandingkan dengan April 2020, total impor meningkat 29,93% dengan rincian impor non migas meningkat 22,10% sedangkan impor migas meningkat 136,86%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Mitigasi Risiko Kendaraan, Fox Logger Gaet Sompo Insurance

Fox Logger bekerja sama dengan PT Sompo Insurance Indonesia (Sompo Insurance) untuk memberikan keamanan dalam mitigasi risiko kendaraan.

EKONOMI | 29 September 2022

Seedbacklink Siap Bantu UMKM Masuk Platform Digital

Seedbacklink siap membantu para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk mulai memasuki dunia digital.

EKONOMI | 29 September 2022

Right Issue 3,5 Miliar Saham, Bank Raya Bakal Ekspansif

RUPSLB PT Bank Raya Indonesia Tbk menyepakati rencana penambahan modal melalui right issue sebanyak-banyaknya 3,5 miliar saham.

EKONOMI | 29 September 2022

Penuhi TKDN, Fujitsu Luncurkan 8 Model Baru Pemindai Gambar

Sukses memenuhi tingkat komponen dalam negeri (TKDN), Fujitsu meluncurkan 8 model baru pemindai gambar komersial dalam seri fi.

EKONOMI | 29 September 2022

Selain Tol, Jokowi Bangun Infrastruktur Telekomunikasi dan Energi

Selain jalan tol, Jokowi juga membangun infrastruktur di sektor transportasi, telekomunikasi, energi, hingga pertanian.

EKONOMI | 29 September 2022

APPNIA Komitmen Dukung Program Penurunan Prevalensi Stunting

Asosiasi Perusahaan Produk Bernutrisi untuk Ibu dan Anak atau APPNIA menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah dalam menangani stunting.

EKONOMI | 29 September 2022

Bank bjb Tanda Tangani Pakta Integritas dengan BPDPKS

Bank bjb menandatangani pakta integritas dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk mendukung iklim bisnis yang baik.

EKONOMI | 29 September 2022

Kenaikan Tarif Penyeberangan Pengaruhi Biaya Operasional

Organisasi Angkutan Darat (Organda) Lampung menilai kenaikan tarif penyeberangan akan memengaruhi biaya operasional pengusaha di bidang transportasi.

EKONOMI | 29 September 2022

Bisnis Ekonomi Digital Didorong untuk Makin Ditingkatkan

Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Eliza Mardian mendorong bisnis digital lebih dioptimalkan, khususnya terhadap kalangan muda.

EKONOMI | 29 September 2022

Penyesuaian Tarif Penyeberangan Tingkatkan Kualitas Layanan

Dirjen Hendro berharap, dengan adanya penyesuaian tarif penyeberangan operator kapal lebih meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan pelayaran.

EKONOMI | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
PLN Batam Tantang Tectona Bandung di 8 Besar Livoli

PLN Batam Tantang Tectona Bandung di 8 Besar Livoli

SPORT | 11 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings