KSP Sebut Sinyal Pemulihan Ekonomi Semakin Jelas
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KSP Sebut Sinyal Pemulihan Ekonomi Semakin Jelas

Senin, 24 Mei 2021 | 14:20 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Deputi III Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Panutan Sulendrakusuma mengatakan sinyal pemulihan ekonomi Indonesia semakin jelas. Hal itu terlihat dari adanya surplus perdagangan yang mencapai US$ 2,19 miliar per April 2021. Menariknya, jika dilihat dari mitra dagang, Indonesia menikmati surplus perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) hingga US$ 1,2 miliar.

"Pemerintah optimistis kondisi perekonomian Indonesia akan terus mengalami perbaikan yang signifikan," kata Panutan Sulendrakusuma, Senin (24/5/2021).

Selain surplus perdagangan dengan AS, Indonesia juga menikmati surplus perdagangan dari Filipina (US$554 juta) dan India (US$439,9 juta). Namun dengan beberapa negara lain masih mengalami defisit, seperti dengan Tiongkok (US$652,1 juta), Australia (US$418,3 juta), dan Thailand (US$248,1 juta).

Panutan merinci, surplus perdagangan Indonesia tidak lepas dari kinerja ekspor yang terus membaik. Pada April 2021, total ekspor Indonesia mencapai US$18,48 miliar atau naik sebesar 0,69% dari posisi Maret 2021.

Sementara jika dibandingkan dengan April 2020, total ekspor pada April 2021 meningkat 51,94% dengan rincian ekspor non migas meningkat 51,08%, sedangkan ekspor migas meningkat 69,60%.

Berdasarkan kelompok komoditi, ekspor non migas April 2021 mencapai US$17,52 miliar. Angka ini mengalami peningkatan 0,44% dibandingkan Maret 2021. Sedangkan ekspor migas mencapai US$960 juta, meningkat 5,34% dari Maret 2021.

"Ini membuktikan konsistensi langkah pemerintah untuk memulihkan ekonomi di tengah ketidakpastian dan dinamika pemulihan ekonomi global," ujar Panutan Sulendrakusuma.

Peningkatan terbesar ekspor nonmigas April 2021 terhadap Maret 2021 terjadi pada komoditas besi dan baja (HS72) sebesar US$246,2 juta atau naik 17,50%. Sedangkan penurunan terbesar terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewan/nabati (HS15) sebesar US$398,3 juta atau turun 13,81%.

Sepanjang periode Januari-April 2021, ekspor terbesar adalah ke Tiongkok dengan nilai US$3,93 miliar, ke Amerika Serikat (AS) (US$2,03 miliar) dan Jepang (US$1,32 miliar).

Adapun kontribusi ekspor ke tiga negara tersebut mencapai 41,56% terhadap total nilai ekspor. Sementara itu, ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa berturut-turut sebesar US$3,59 miliar dan US$1,39 miliar.

Panutan juga menyampaikan, sinyal pemulihan ekonomi terus menguat dari kenaikan impor bahan baku/penolong dan barang modal. Pada April 2021 impor barang bahan baku/penolong naik 33,24% dan impor barang modal meningkat 11,55% dibandingkan dengan bulan April 2020.

"Peningkatan impor yang tinggi pada kelompok bahan baku/penolong dan barang modal menunjukkan pemulihan ekonomi yang cukup buat pada triwulan II 2021 ini," jelas Panutan Sulendrakusuma.

Sebagai catatan, pada bulan April 2021, total impor mencapai US$16,29 miliar. Jika dibandingkan dengan April 2020, total impor meningkat 29,93% dengan rincian impor non migas meningkat 22,10% sedangkan impor migas meningkat 136,86%.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Persiapkan Pemulihan Wisata Religi, Kempupera Bangun Gedung Parkir Kawasan Pura Besakih Bali

Kempupera tengah melakukan penataan Kawasan Suci Pura Besakih.

EKONOMI | 24 Mei 2021

Arsjad Rasjid: Indonesia Berhak Dapatkan Manfaat Green Economy

Wakil Ketua Umum Kadin Arsjad Rasjid mengatakan Indonesia berhak mendapatkan manfaat dari perkembangan dunia yang kini mengarah pada green economy.

EKONOMI | 24 Mei 2021

Daftar Calon Ketum Kadin, Anindya Bakrie: Insyaallah Menang

"Semua teman-teman ini kita kenal baik dan saya rasa semua mendukung," kata Anindya Bakrie.

EKONOMI | 24 Mei 2021

134.990 Benih Lobster Hasil Penyelundupan Dilepasliarkan di Sumatera Barat

Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) melepasliarkan 134.990 ekor benih bening lobster.

EKONOMI | 24 Mei 2021

Penjualan Turun, Laba Bersih Garudafood Terkoreksi 37,76%

PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (GOOD) mencatatkan laba bersih Rp 259,41 miliar pada tahun 2020, terkoreksi 37,76% dari 2019.

EKONOMI | 24 Mei 2021

Kejar Penerimaan Pajak, Sri Mulyani Tambah 18 KPP Madya

Sri Mulyani menegaskan, kinerja KPP madya akan sangat menentukan keseluruhan penerimaan pajak.

EKONOMI | 24 Mei 2021

Hingga April, Investor Reksa Dana Naik 38,85%

Dalam waktu kurang 3 tahun, jumlah investor reksa dana di pasar modal meningkat 300%.

EKONOMI | 24 Mei 2021

Sri Mulyani: Penerimaan Pajak Baru 30,94% dari Target

Realisasi penerimaan pajak hingga akhir April 2021 mencapai Rp 374,9 triliun atau 30,94% dari target total untuk tahun ini sebesar Rp 1.229,6 triliun.

EKONOMI | 24 Mei 2021

Kuartal I, Laba Pelita Samudera Melonjak 54%

Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) mencatat laba bersih tahun berjalan sebesar US$ 2,5 juta atau naik signifikan 54%.

EKONOMI | 24 Mei 2021

Indonesia dan Uzbekistan Berpeluang Kerja Sama di Sektor Industri Pupuk

Indonesia dan Uzbekistan berupaya untuk terus menguatkan kerja sama ekonomi yang komprehensif, khususnya di sektor industri.

EKONOMI | 24 Mei 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS