Defisit APBN hingga April 2021 Tembus Rp 138,1 Triliun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Defisit APBN hingga April 2021 Tembus Rp 138,1 Triliun

Senin, 24 Mei 2021 | 16:01 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat defisit APBN hingga April 2021 sebesar Rp 138,1 triliun. Angka tersebut setara 13,7% dari target defisit APBN akhir tahun ini sebesar Rp 1.006,4 triliun. Adapun pencapaian ini setara dengan 0,83% dari produk domestik bruto (PDB).

Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, secara kuartalan, realisasi defisit hingga April tercatat lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat defisit Rp 144,2 triliun. Untuk tahun ini, pemerintah mematok defisit APBN 2021 sebesar 5,7% terhadap PDB.

"Defisit APBN hingga April sedikit alami perbaikan Rp 138,1 triliun juga relatif lebih kecil (dibandingkan Maret) dan ini akan coba dijaga tanpa menggangu tren pemulihan ekonomi," kata Sri Mulyani dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI, Senin (24/5).

Secara rinci, pendapatan negara sampai dengan akhir April 2021 sebesar Rp 585 triliun. Realisasi ini baru 33,5% dari target dalam APBN sebesar Rp 1.743,6 triliun. Pendapatan negara tercatat tumbuh 6,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy). Pertumbuhannya bahkan lebih besar jika dilihat realisasi pendapatan negara per April 2020 yang hanya tumbuh 3,2% atau Rp 549,4 triliun.

Kemudian, penerimaan pajak tercatat Rp 374,9 triliun atau sudah memenuhi 30,5% terhadap target APBN sebesar Rp 1.229,6 triliun. Kinerja pajak April alami kontraksi 0,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu merealisasikan penerimaan pajak sebesar Rp 376,6 triliun. Kemudian, penerimaan bea cukai tercatat sebesar Rp 78,7 triliun atau 36,6% dari target Rp 215,0 triliun dan tumbuh 36,5% (yoy).

"Kepabeanan dan cukai tumbuh positif dan kuat 36,5% dan kami berharap pemulihan ekspor, manufaktur akan berharap konrtibusinya dan momentum terlihat mulai April dan Mei ini berlanjut," tutur Sri Mulyani.

Tak hanya itu, penerimaan PNBP melonjak tumbuh 14,9% (yoy) atau terealisasi Rp 131,3 triliun atau sudah 44% dari target. "PNPB melonjak sebab penerimaan dari sisi komoditas, tetapi non komoditas masih alami shock sebab covid-19 seperti dividen dan lainnya," kata Sri Mulyani.

Kemudian hibah realisasinya Rp 0,1 triliun atau 5,7 persen terhadap target Rp 0,9 triliun dan tumbuh 94,2%. Sementara, untuk belanja negara, realisasinya mencapai Rp 723 triliun atau 26,3% dari target Rp 2.750 triliun. Belanja negara itu tumbuh 15,9% (yoy). "Belanja negara jadi instrumen powerfull untuk mendorong pemulihan ekonomi dengan pertumbuhan hingga April mencapai 15,9%," tegasnya.

Belanja pemerintah pusat tercatat Rp 489,8 triliun atau 25,1% dari target Rp 1.954,5 triliun dan tumbuh 28,1% (yoy). Ini terdiri dari belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp 278,6 triliun atau setara 27% dari target Rp 1.032 triliun dan telah tumbuh 37,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 203,1 triliun.

Selanjutnya, belanja non-K/L sebesar Rp 211,3 triliun atau setara 22,9% dari target Rp 922,6 triliun dan sudah tumbuh 17,7% yoy. Selain itu, belanja transfer ke daerah dan dana desa hingga 30 April 2020 tercatat sebesar Rp 233,2 triliun atau 29,3% dari target Rp 795,5 triliun.

TKDD turun 3,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang terealisir Rp 241,3 triliun.Belanja tersebut terdiri dari transfer ke daerah sebesar Rp 216,4 triliun atau 29,9% dari target Rp 723,5 triliun. Realisasi tersebut turun 1,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu mampu merealisasikan Rp 220,3 triliun. Sementara itu, dana desa sebesar Rp 16,9 triliun atau 23,4% dari target Rp 72 triliun. Realisasi ini turun hingga 19,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 21 triliun.

"Dengan realisasi belanja ini, artinya APBN all out untuk dorong pemulihan ekonomi di kuartal I hingga April. Jadi, betul-betul membalikkan arah dari kinerja ekonomi di posisi negatif masuk ke positif. Meski sisi TKDD sedikit alami kontraksi, namun dana desa perlu terus ditingkatkan," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

SiCepat Ekspres Sabet 2 Penghargaan di OMNI Brands Award 2021

SiCepat Ekspres berhasil meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang OMNI Brands Award 2021 yang diselenggarakan oleh Marketeers.

EKONOMI | 17 September 2021

Gandeng UMKM, Utomo SolaRUV Ajak Konsumen Gunakan PLTS Ber-SNI

Utomo SolaRUV mengajak UMKM memperluas edukasi kepada masyarakat terhadap penggunaan energi bersih dengan PLTS atap atau solar panel (solaruv).

EKONOMI | 17 September 2021

Itama Ranoraya Jual 100 Juta Saham Treasury untuk Akuisisi

PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) emiten alat laboratorium, farmasi dan kedokteran, berencana menjual kembali sebanyak 100 juta lembar saham treasury hasil buy back.

EKONOMI | 17 September 2021

Bina Buana Jual Saham Treasury Hasil Buyback ke Puribuana

Saham treasury BBRM hasil buyback yang akan dialihkan sebanyak 31,76 juta saham atau setara 0,60%.

EKONOMI | 17 September 2021

Peresmian Pabrik Baterai Kendaraan Picu Penguatan Saham Berbasis Nikel

Peresmian pabrik baterai kendaraan listrik oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong kenaikan pergerakan saham emiten berbasis nikel.

EKONOMI | 17 September 2021

Rupiah dan Mata Uang Asia Sama-sama Tertekan di Awal Sesi

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.265-Rp 14.270 per dolar AS.

EKONOMI | 17 September 2021

IHSG Diprediksi Melemah, Investor Perlu Cermati Saham Ini

Level support IHSG berada di 5.982, 5.938, sedangkan level resisten berada di 6.150, 6.263.

EKONOMI | 17 September 2021

Awali Perdagangan, IHSG Langsung Dilanda Aksi Jual

Pukul 09.10 WIB, IHSG turun 16,0 poin (0,26%) menjadi 6.095.

EKONOMI | 17 September 2021

Bursa Asia Pasifik Bervariasi Respons Data Ekonomi AS

Nikkei 225 di Jepang naik 0,38%, sementara indeks Topix menguat tipis.

EKONOMI | 17 September 2021

IHSG Masih Konsolidasi, Pantau BRIS, ASSA, MLPL, dan ICBP

Menjelang akhir pekan, rentang pergerakan IHSG diperkirakan masih berkisar di area 6.050 - 6.150.

EKONOMI | 17 September 2021


TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
Oktober, Chile Izinkan Pelancong Asing yang Divaksinasi Covid Lengkap

Oktober, Chile Izinkan Pelancong Asing yang Divaksinasi Covid Lengkap

DUNIA | 17 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings