Bangun Pabrik, Merdeka Copper Anggarkan Capex US$ 290 Juta
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Bangun Pabrik, Merdeka Copper Anggarkan Capex US$ 290 Juta

Rabu, 26 Mei 2021 | 09:15 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Emiten pertambangan emas, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) milik Sandiaga Uno melalui PT Saratoga Investama pada tahun ini menyiapkan belanja modal capital (expenditure expenditure/capex) sebanyak US$ 290 juta. Sebagian besar capex digunakan untuk investasi awal proyek pabrik Acid, Iron, Metal (AIM).

Wakil Presiden Direktur PT Merdeka Copper Gold Tbk, Simon James Milroy mengatakan, perseroan telah menandatangani perjanjian usaha patungan atau joint venture agreement (JVA) dengan Eternal Tsingshan Group Limited (Tsingshan) dan afiliasinya. “Selanjutnya, para pihak mendirikan perusahaan patungan berbadan hukum Indonesia yakni PT Merdeka Tsingshan Indonesia (MTI), untuk menjalankan dan mengoperasikan proyek AIM, dimana 80% dimiliki oleh MDKA dan 20% oleh Tsingshan,” jelasnya dalam paparan publik virtual, Selasa (25/5/2021).

Simon menambahkan, proyek AIM akan memulai konstruksi pada kuartal II 2021 dan ditargetkan memulai produksi pada kuartal IV 2022. Apabila telah rampung, pabrik AIM diharapkan menambah pendapatan perseroan hingga US$ 170 juta per tahun selama lebih dari 20 tahun. “Proyek AIM ini akan menghasilkan nilai ekonomi yang menarik dan memiliki nilai bersih sekarang (NPV) sebesar US$ 407 juta berdasarkan tingkat diskonto 8% dan tingkat pengembalian internal (IRR) sebesar 26%,” ujarnya.

Untuk menjaga kinerja terus bertumbuh, Merdeka Copper Gold juga terus melanjutkan kegiatan pre-feasibility study/studi pra kelayakan untuk potensi proyek Tembaga Tujuh Bukit, yang mengandung sumber daya 8,7 juta ton tembaga dan 28 juta ons emas. Untuk diketahui, proyek ini diproyeksikan kembali normal pada kuartal III 2021 pascainsiden rekahan heap leach. “Proyek ini berpotensi meningkatkan pendapatan konsolidasi, EBITDA, dan laba pada 2021 yang juga dikontribusi dari peningkatan produksi tembaga dari Tambang Tembaga Wetar,” kata dia.

Merdeka Copper pada tahun ini menargetkan produksi 100.000 sampai 120.000 ons emas dan 14.000 hingga 17.000 ton tembaga. Adapun hingga kuartal pertama 2021, Merdeka Copper Gold memproduksi 16.585 ons emas dan 2.489 ton tembaga, naik signifikan dibandingkan dengan produksi pada kuartal IV tahun 2020 lalu sebesar 5.355 ons emas dan 1.017 ton tembaga.

Sementara itu, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada hari yang sama, para pemegang saham menyetujui rencana pembelian kembali (buyback) saham sebanyak-banyak 1% atau maksimum 229.033.658 lembar saham dengan alokasi dana maksimum sebesar Rp 530 miliar. Buyback akan dilakukan secara bertahap dalam waktu paling lama 18 bulan sejak disetujuinya pembelian kembali saham.

Sekretaris Perusahaan PT Merdeka Copper Gold Tbk Adi Adriansyah Sjoekri menjelaskan, aksi buyback ini dilakukan untuk menjaga stabilitas harga saham perseroan yang belum mencerminkan nilai/kinerja sebenarnya. “Selain itu, pembelian kembali saham dilakukan dalam rangka pelaksanaan program insentif jangka panjang atau Long Term Incentive (LTI) bagi karyawan, direksi, dewan komisaris dan anak perusahaan untuk memacu kinerja,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

JICT Bawa Pulang Dua Penghargaan ISDA 2021

Dua penghargaan ISDA 2021 menjadi bukti keberhasilan implementasi program sosial berkelanjutan yang dilaksanakan oleh JICT.

EKONOMI | 18 September 2021

Jokowi: Indonesia Komitmen Berkontribusi Hadapi Situasi Darurat Sektor Energi dan Iklim

Indonesia komitmen untuk berkontribusi dalam menghadapi situasi darurat di sektor energi dan iklim.

EKONOMI | 18 September 2021

Bursa Eropa Ditutup di Zona Merah, Penjualan Ritel Inggris Kembali Turun

Stoxx 600 turun 0,88%, DAX Jerman turun 1,03%, FTSE Inggris turun 0,91%, CAC Prancis turun 0,79%, FTSE MIB Italia turun 0,98%.

EKONOMI | 18 September 2021

Tertekan Sentimen September Kelabu, Wall Street Kembali Melemah dalam Sepekan

Dow Jones Industrial Average turun 0,48% ke 34.548,88. S&P 500 turun 0,91% ke 4.432,99. Nasdaq turun 0,91% ke 15.043,97.

EKONOMI | 18 September 2021

Kapitalisasi IHSG Naik 1,6% dalam Sepekan

Selama periode 13-17 September 2021, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami peningkatan sebesar 0,63%

EKONOMI | 18 September 2021

1.000 Nasi Goreng Sambal Matah ala Sasa Dibagikan di Semarang

PT Sasa Inti bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan kegiatan membantu kelompok UMKM di masa pandemi dengan membuat 1.000 nasi goreng sambal matah

EKONOMI | 17 September 2021

OJK dan SRO Dapat Penghargaan dari Pemkot Surabaya

Eri Cahyadi mengapresiasi kontribusi OJK dan SRO dalam mendukung kegiatan PMI Surabaya.

EKONOMI | 17 September 2021

Ini Kunci Erick Thohir Rampingkan Jumlah BUMN

Erick Thohir mengungkapkan kunci utama terkait perampingan jumlah BUMN yakni perbaikan rantai pasok dan merapikan ekosistem.

EKONOMI | 17 September 2021

Harga Right Issue Bank INA Berkisar Rp 4.200 - Rp 4.380

Bank INA Perdana Tbk (BINA) sudah tetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue.

EKONOMI | 17 September 2021

Dukung Seni dan Budaya, Indihome Kemas Program Indonesia Keren

IndiHome bersama para brand ambassador-nya mengajak masyarakat untuk berkreasi bidang seni dan budaya melalui program Indonesia Keren.

EKONOMI | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Sonny Tulung


# Vaksinasi Covid-19


# Ideologi Transnasional


# Lucinta Luna



TERKINI
Ganjil Genap, Kendaraan Arah Puncak Padat Sejak Sabtu Pagi

Ganjil Genap, Kendaraan Arah Puncak Padat Sejak Sabtu Pagi

MEGAPOLITAN | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings