Covid-19 Buat Ancol Merugi Rp 392,83 Miliar
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Covid-19 Buat Ancol Merugi Rp 392,83 Miliar

Rabu, 2 Juni 2021 | 13:08 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Terimbas pandemi Covid-19, PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) catatkan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 392,83 miliar pada tahun 2020. Posisi ini berbanding terbalik dengan 2019 yang mencatatkan laba bersih hingga Rp 230,42 miliar.

Laba bruto pun tercatat menjadi hanya Rp 50 miliar pada 2020, jauh lebih rendah dari posisi 2019 yang sebesar Rp 701,37 miliar. Anjloknya laba bersih seiring dengan amblesnya pendapatan Ancol sebesar 69,51% dari tahun 2019 yang mencapai Rp 1,35 triliun menjadi hanya Rp 414,17 miliar pada sepanjang tahun 2020.

Manajemen menjelaskan, pandemi Covid-19 di tahun 2020 telah menyebabkan terjadinya perlambatan ekonomi global dan domestik serta berpengaruh signifikan terhadap bisnis dan kelangsungan usaha grup. Meskipun gangguan ini diperkirakan hanya bersifat sementara, namun terdapat ketidakpastian yang cukup tinggi terkait luas dampaknya terhadap operasi dan kinerja keuangan grup.

“Saat ini dampak signifikan yang dialami grup adalah menurunnya jumlah pengunjung akibat adanya pembatasan kuota kunjungan per hari yang tercermin dari penurunan pendapatan tiket,” tulis manajemen dalam keterangan resmi, Rabu (2/6/2021).

Perkembangan dampak tersebut bergantung pada beberapa hal di masa depan yang tidak dapat diprediksi pada saat ini, termasuk durasi penyebaran wabah, kebijakan ekonomi dan kebijakan lainnya yang diterapkan Pemerintah untuk menangani ancaman Covid-19, serta dampak faktor-faktor tersebut terhadap pegawai dan pelanggan grup. Manajemen terus memantau secara seksama operasi, likuiditas dan sumber daya yang dimiliki grup, serta bekerja secara aktif untuk mengurangi dampak saat ini dan dampak masa depan dari situasi ini yang belum pernah dialami sebelumnya.

Seperti diketahui, selama pandemi manajemen Ancol Taman Impian memberlakukan pembatasan jumlah pengunjung 25% dan menjadi 50%, bahkan pernah ditutup. Selain itu, pengunjung berusia di bawah 9 tahun dan lansia di atas 60 tahun hanya diperbolehkan memasuki kawasan pantai dan ruang terbuka hijau, namun tidak diperbolehkan masuk ke kawasan Ancol unit rekreasi di wahana Dunia Fantasi, Sea World Ancol, Ocean Dream Samudra, Pasar Seni Faunaland, dan Gondola.

Sementara, pos beban pokok pendapatan turun menjadi Rp 364,17 miliar, sementara pada 2019 mencapai Rp 657,22 miliar. Beban penjualan pun turun menjadi Rp 11,91 miliar dari posisi Rp 45,34 miliar. Beban umum dan administrasi pun berkurang tetapi tetap besar sebesar Rp 206,71 miliar dari posisi Rp 248,76 miliar. Sedangkan, posisi beban lain seperti selisih kurs bersih meningkat menjadi rugi Rp 1,01 miliar dari posisi rugi Rp 776 juta. Beban lain-lain juga terkerek menjadi Rp 135,91 miliar dari posisi Rp 8,26 miliar.

Di sisi aset perseroan tercatat Rp 4,04 triliun turun tipis dari kondisi 2019 yang sebesar Rp 4,09 triliun. Penurunan terutama terjadi pada aset lancar yang menjadi Rp 464,72 miliar turun dari posisi Rp 648,65 miliar. Sementara, jumlah aset tidak lancar meningkat menjadi Rp 3,57 triliun dari posisi Rp 3,44 triliun.

Di sisi lain, jumlah liabilitas perseroan tahun 2020 tercatat meningkat menjadi Rp 2,28 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,94 miliar. Peningkatan terjadi pada jumlah liabilitas jangka pendek yang menjadi Rp 1,57 triliun dari posisi 631,95 miliar. Sementara, jumlah liabilitas jangka panjang turun menjadi Rp 710,39 miliar dari posisi Rp1,31 triliun.

Lebih lanjut, dengan jumlah ekuitas sebesar Rp 1,76 triliun turun dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,15 triliun. Posisi kas dan setara kas pada 2020 hanya Rp 33,15 miliar, sementara tahun lalu mencapai Rp 477,86 miliar.

Terkait komposisi pemegang saham, saat ini, komposisi pemegang saham dari emiten yang bergerak di bidang real estat dan pariwisata ini ialah Pemerintah DKI Jakarta 72%, PT Pembangunan Jaya 18,01%, dan masyarakat 9,99%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

OJK dan SRO Dapat Penghargaan dari Pemkot Surabaya

Eri Cahyadi mengapresiasi kontribusi OJK dan SRO dalam mendukung kegiatan PMI Surabaya.

EKONOMI | 17 September 2021

Ini Kunci Erick Thohir Rampingkan Jumlah BUMN

Erick Thohir mengungkapkan kunci utama terkait perampingan jumlah BUMN yakni perbaikan rantai pasok dan merapikan ekosistem.

EKONOMI | 17 September 2021

Harga Right Issue Bank INA Berkisar Rp 4.200 - Rp 4.380

Bank INA Perdana Tbk (BINA) sudah tetapkan harga pelaksanaan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau right issue.

EKONOMI | 17 September 2021

Dukung Seni dan Budaya, Indihome Kemas Program Indonesia Keren

IndiHome bersama para brand ambassador-nya mengajak masyarakat untuk berkreasi bidang seni dan budaya melalui program Indonesia Keren.

EKONOMI | 17 September 2021

Dio Living Ingin Terus Lestarikan Hasil Karya Anak Negeri

Dio Living ingin tetap berekspansi dan memperkenalkan furnitur karya anak bangsa kepada masyarakat Indonesia.

EKONOMI | 17 September 2021

Holding BUMN Jasa Survei Edukasi Mahasiswa tentang Standar Sistem Mutu

Sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 dapat memacu service dan pelayanan operasional yang excellence kepada seluruh pelanggan.

EKONOMI | 17 September 2021

Pemerintah Dorong SDM Perkebunan Sawit Menuju 2045

Pemerintah mengembangkan SDM berkualitas di sektor perkebunan kelapa sawit dengan menggandeng lembaga pendidikan dan universitas.

EKONOMI | 17 September 2021

OJK Tegaskan Aturan Baru Unit Link Dirilis Tahun Ini

(OJK) menegaskan aturan baru mengenai produk asuransi yang dikaitkan dengan asuransi (PAYDI) atau unit link akan dirilis tahun ini.

EKONOMI | 17 September 2021

Dirut Nusantara Sejahtera: Industri Sawit Ikut Menopang Perekonomian Indonesia

Ke depan, kelapa sawit akan menjadi tanaman yang diunggulkan untuk memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia.

EKONOMI | 17 September 2021

IHSG Menguat, Saham BBRI Paling Aktif Ditransaksikan

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) teraktif saat IHSG ditutup naik 23,30 poin (0,38%) ke level 6,133,24.

EKONOMI | 17 September 2021


TAG POPULER

# Muhammad Kece


# Vaksinasi Covid-19


# Sonny Tulung


# Ganjil Genap


# KKB



TERKINI
Mengejutkan, Conor McGregor Bisa Kembali Naik Octagon Akhir Tahun Ini

Mengejutkan, Conor McGregor Bisa Kembali Naik Octagon Akhir Tahun Ini

OLAHRAGA | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings