Indonesia, AS, dan Swiss Kerja Sama Tingkatkan SDM BUMD Air Minum
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Indonesia, AS, dan Swiss Kerja Sama Tingkatkan SDM BUMD Air Minum

Rabu, 2 Juni 2021 | 14:36 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) bekerja sama dengan Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID) dan Swiss State Secretariat for Economic Affairs (SECO) meluncurkan Peta Jalan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Air Minum.

Direktur Air Minum, Ditjen Cipta Karya, Kempupera, Yudha Mediawan menyampaikan kurangnya jumlah SDM BUMD Air Minum yang memiliki standar kompetensi sesuai persyaratan merupakan satu titik kritis dalam peningkatan kinerja BUMD Air Minum. Sebab, SDM Air Minum yang kompeten sudah diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 122 Tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).

"SDM merupakan komponen terpenting dalam penyelenggaraan air minum. Bahkan SDM lebih penting dari infrastruktur. Karena infrastruktur perlu dukungan aset manajemen yang baik," kata Yudha dalam kegiatan peluncuran peta jalan peningkatan kapasitas SDM BUMD Air Minum, di Jakarta, Rabu (2/6/2021).

Untuk itu, sebagai tindak lanjut dari amanat PP tersebut, Kempupera mengeluarkan Peraturan Menteri PUPR 15/PRT/M/2018 Tahun 2018 tentang Pemberlakuan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dalam Pengelolaan SPAM dan Keputusan Menpupera Nomor 542/KPTS/M/2018 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Pengelolaan SPAM. Kedua aturan ini mengharuskan semua pengelola sistem penyediaan air minum harus memiliki sertifikat kompetensi.

Saat ini, Yudha laporkan dari 57.886 pegawai BUMD Air Minum, baru 13% (7.148 orang) yang memiliki sertifikat kompetensi dan 88 persen (50.718) belum disertifikasi. Sedangkan dari sisi penyelenggara, baru lima lembaga pelatihan kerja di bidang SPAM yang dapat melatih 4.200 peserta setiap tahunnya dan dua lembaga sertifikasi profesi yang tersedia.

Bukan hanya itu, dari 220 unit kompetensi dalam SKKNI bidang pengelolaan SPAM dan 14 skema sertifikasi yang ada, hanya lima skema sertifikasi yang masih berlaku. Termasuk rasio biaya diklat pegawai di BUMD Air Minum untuk peningkatan kompetensi pegawai juga masih tergolong kecil yaitu 1,8%. Untuk perlu rencana pengembangan komprehensif terkait peningkatan kompetensi SDM BUMD Air Minum di Indonesia.

Meski aturan yang mengharuskan semua pengelola sistem penyediaan air minum memiliki sertifikat kompetensi ini sudah ada, tetapi Indonesia belum memiliki rencana pengembangan yang komprehensif untuk mewujudkan SDM kompeten di bidang air minum. "Kita pun berharap Peta Jalan SDM BUMD Air Minum yang kita luncurkan hari ini dapat menjadi acuan bersama untuk menyusun kebijakan teknis terkait hal tersebut," ucap Yudha.

Sementara itu, Chief of Party USAID Iuwash Plus, Bill Parente menyampaikan sejak 2020 USAID Indonesia telah menginisiasi studi terkait Penyusunan Peta Jalan Peningkatan Kapasitas SDM BUMD Air Minum di Indonesia. Dari hasil studi tersebut, kemudian direkomendasikan strategi utama dan dua strategi pendukung untuk meningkatkan kapasitas SDM bidang air minum di Indonesia yaitu peningkatan kapasitas lembaga pelatihan yang ada, peningkatan jumlah lembaga pelatihan di BUMD Air Minum, pengembangan peta okupasi.

Selain itu, peningkatan sinergi antar lembaga pelatihan, peningkatan manajemen SDM di BUMD Air Minum, dan penyusunan regulasi dalam pembiayaan pelatihan. "Keenam strategi tersebut juga perlu didukung melalui program peningkatan manajemen lembaga pelatihan dan pengembangan materi pelatihan," kata dia.

Lebih lanjut, Director of Environment USAID Indonesia, Matthew Burton menyatakan, dengan adanya peta jalan peningkatan kapasitas SDM ini diharapkan penyusunan peta okupasi dan skema sertifikasi untuk semua jenjang jabatan dan fungsi dapat tersusun. "Kami juga berterima kasih kepada Pemerintah Swiss karena telah memperluas kemitraan air minum dan sanitasi. Semoga program air minum yang kami laksanakan memberi manfaat bagi masyarakat Indonesia,’ ucap Matthew.

Pada kesempatan tersebut, Deputy Head of SECO Indonesia, Andrea Zbinden juga menyampaikan bahwa Pemerintah Swiss bangga dapat bermitra dengan Pemerintah Indonesia dan USAID untuk meningkatkan pelayanan air minum di Jawa Tengah dan Jawa Barat. Ia berharap, hasil peta jalan ini dapat memberikan dampak lebih luas dengan memperkuat kapasitas kelembagaan dan kinerja BUMD Air Minum di Indonesia yang pada akhirnya dapat meningkatkan akses air minum bagi seluruh lapisan masyarakat.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Erick Thohir Akan Pangkas Jumlah Komisaris Garuda Jadi 2-3 Orang

Erick mengatakan, keputusan pengurangan jumlah komisaris ini setidaknya akan dilakukan dalam dua minggu ke depan.

EKONOMI | 2 Juni 2021

Kemperin Minta Pembuat Isu Hoax Galon Guna Ulang Hormati Pemerintah

Kemperin meminta pembuat isu hoax galon guna ulang hormati pemerintah yang berwewenang untuk keamanan pangan.

EKONOMI | 2 Juni 2021

Mei, PMI Manufaktur Kembali Catat Rekor Tertinggi

PMI manufaktur Mei meningkat dari rekor sebelumnya pada April 2021 yang sebesar 54,6.

EKONOMI | 2 Juni 2021

Diskon BBM Pertamax dan Dex Series Diperpanjang Sampai Juni

Konsumen cukup melakukan pembayaran dengan aplikasi MyPertamina.

EKONOMI | 2 Juni 2021

Hermina Siapkan Rp 60 Miliar Buyback 12 Juta Lembar Saham

Buyback diharapkan dapat menstabilkan harga dalam kondisi pasar yang fluktuatif.

EKONOMI | 2 Juni 2021

Nilai Tukar Petani Mei 2021 Naik 0,44%

BPS mencatat, Nilai Tukar Petani (NTP) nasional pada Mei 2021 sebesar 103,39. Angka ini naik 0,44% dibanding NTP bulan sebelumnya.

EKONOMI | 2 Juni 2021

Covid-19 Buat Ancol Merugi Rp 392,83 Miliar

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) mencatat rugi sebesar Rp 392,83 miliar pada tahun 2020, dari posisi untung Rp 230,42 miliar di 2019.

EKONOMI | 2 Juni 2021

BPS: Jumlah Penumpang Pesawat Domestik dan Internasional di April 2021 Meningkat

Menurut data BPS, jumlah penumpang angkutan udara domestik April 2021 naik 5,62% dari Maret 2021, internasional naik 6,88%.

EKONOMI | 2 Juni 2021

Industri Hotel di Kawasan Asia Pasifik Mulai Membaik

Prospek industri hotel dinilai terus membaik, dengan kembalinya wisatawan melakukan perjalanan dan didukung permintaan domestik yang meningkat.

EKONOMI | 2 Juni 2021

Matahari Putra Prima Perluas Kemitraan dengan Tokopedia

MPPA dan Tokopedia telah memperluas kemitraan menjadi 47 toko pada April 2021 yang tumbuh menjadi 82 toko pada Mei 2021 dan hingga saat ini 95 toko.

EKONOMI | 2 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS