IHSG Melonjak Diserbu Dana Asing, Ini Pemicunya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

IHSG Melonjak Diserbu Dana Asing, Ini Pemicunya

Rabu, 2 Juni 2021 | 21:21 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / WBP

Jakarta, Beritasatu.com -Dalam beberapa hari terakhir indeks harga saham gabungan (IHSG) menguat karena ditopang masuknya dana asing. Indeks pada penutupan perdagangan sore ini Rabu (2/6/2021) naik 84,1 poin (1,4%) ke level 6.031,5. Kapitalisasi bursa mencapai Rp 7.162 triliun. Investor asing mencatat beli bersih (net buy) di semua pasar sebesar Rp 507 miliar. Perinciannya, di pasar tunai dan negosiasi melakukan jual bersih Rp 87 miliar, dan di pasar reguler beli bersih Rp 594 miliar.

Analis PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) Lanjar Nafi Taulat mengatakan, meningkatnya investasi asing di pasar modal Indonesia baru-baru ini disebabkan kebijakan pemerintah dalam mempertahankan suku bunga rendah dan pelonggaran kebijakan lainnya. “Hal ini berhasil menarik minat investor asing dalam ekspektasi pemulihan yang lebih cepat di kuartal kedua dari masa krisis,” jelasnya kepada Investor Daily, Rabu (2/6/2021).

Pemulihan yang lebih cepat ini ditunjukkan dengan peningkatan data ekonomi seperti inflasi, manufaktur, hingga aktivitas ekspor impor. Faktor lainnya yakni adanya konsorsium baru INA yang melibatkan investor asing dari Uni Emiat Arab (UEA). Untuk diketahui, dalam konsorsium ini, Indonesia akan menghimpun dana raksasa untuk proyek infrastruktur pemerintah.

Lanjar menambahkan, asing masih berpeluang untuk masuk dengan porsi yang lebih besar sejalan kepemilikan asing pada obligasi dan saham yang saat ini dinilai masih cukup rendah dan di bawah rata-rata. "Sektor barang konsumen premier, barang baku, infrastruktur dan energi akan menjadi pilihan asing," kata Lanjar.

Dia mengatakan, pertumbuhan inflasi dan aktivitas impor menandakan daya beli masyarakat mulai kembali pulih pascapandemi. Pemulihan akan diikuti meningkatnya permintaan komoditas seperti batu bara dan minyak mentah yang akan menjadi primadona. "Sumber daya alam mineral indonesia cukup prospektif di masa datang," kata dia.

Secara terpisah pengamat dan praktisi pasar modal yang juga Founder dan CEO Finvesol Consulting, Fendi Susiyanto mengatakan dengan asumsi Rp 2-3 triliun dana asing masuk pada tiap bulan, maka total modal asing hingga akhir tahun 2021 berkisar Rp 960 hingga Rp 965 triliun yang didapatkan melalui pasar instrumen Surat Utang Negara (SUN). “Sedangkan pada pasar saham, modal asing yang masuk berpotensi hingga Rp 4 hingga Rp 10 triliun sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik,” kata dia.

Menurut dia, banyak faktor yang menjadi perhatian dari pemodal asing seperti stabilitas perekonomian, politik, nilai tukar rupiah dan inflasi pasca-recovery. Tak ketinggalan faktor yang paling penting saat ini, yakni perkembangan Covid-19 di Indonesia dan juga seluruh dunia.

Adapun sektor perbankan akan menjadi incaran para pemodal sejalan fungsinya sebagai penopang pertumbuhan ekonomi, yang akan diikuti sektor infrastruktur telekomunikasi, perdagangan dan pertambangan. Lebih lanjut, sektor lainya yang diperkirakan menjadi primadona baru yakni pertambangan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Industri Alas Kaki Bertahan di Masa Pandemi

Pangsa pasar alas kaki di Indonesia dinilai masih sangat luas. Sementara, produksi bahan baku dalam negeri sudah cukup mumpuni.

EKONOMI | 2 Juni 2021

Lion Parcel Tawarkan Layanan First Mile-Last Mile Hingga ke Konsumen

Banyak masyarakat mengira Lion Parcel hanya menyediakan jasa pengiriman kargo port to port atau dari bandara ke bandara saja.

EKONOMI | 2 Juni 2021

Terdampak Pandemi, Anggaran Kemhub 2022 Terpangkas Jadi Rp 32,9 Triliun

Covid-19 telah memberikan tekanan berat kepada perekonomian nasional.

EKONOMI | 2 Juni 2021

Pandemi Tingkatkan Konsumsi Layanan Digital Generasi Z

Konsumsi layanan digital ini mencakup belanja online (e-commerce), layanan pesan-antar makanan (food delivery), dan layanan pengantaran sembako.

EKONOMI | 2 Juni 2021

LoginID Dapat Suntikan Dana dari Visa

Selain menjadi salah satu investor awal, Asli RI juga berkolaborasi dengan LoginID dalam menciptakan sistem autentikasi biometrik yang tersertifikasi FIDO2.

EKONOMI | 2 Juni 2021

Cashlez Bidik Kenaikan Transaksi Rp 10 Triliun di 2021

Cashlez menargetkan penambahan 5.000 merchant baru di 2021, termasuk beberapa brand ternama seperti Shafira, Zoya dan Fish & Cheap.

EKONOMI | 2 Juni 2021

Julo Dorong Masyarakat Maju Hadapi Tantangan

Julo ingin mengedukasi dan menginspirasi masyarakat untuk berkarya secara cerdas di tengah keterbatasan yang ada.

EKONOMI | 2 Juni 2021

AdaKerja Bantu Pengelolaan UMKM agar Berkontribusi pada PDB

AdaKerja membantu pembuatan profil dan CV secara online untuk para pekerja terampil.

EKONOMI | 2 Juni 2021

CEO Blue Bird: Pekerjaan Repetitive Akan Digantikan AI

Pekerjaan-pekerjaan akan banyak diautomatisasi.

EKONOMI | 2 Juni 2021

General Atlantic Pertimbangkan Opsi Lepas 20% Saham Di MAP Boga

MAP Boga adalah salah satu perusahaan ritel terbesar di Indonesia yang mengoperasikan merek-merek terkenal dunia.

EKONOMI | 2 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS