Ciptakan Kemandirian Alutsista, Kemperin Dukung LEN Industri Jadi Integrator Teknologi Berbasis Elektronik
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ciptakan Kemandirian Alutsista, Kemperin Dukung LEN Industri Jadi Integrator Teknologi Berbasis Elektronik

Jumat, 4 Juni 2021 | 23:10 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perindustrian (Kemperin) berupaya mewujudkan Indonesia mandiri dalam produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista). Hal ini perlu ditopang dengan memacu kemampuan industri di Tanah Air agar dapat memanfaatkan teknologi tinggi sekaligus mengoptimalkan penggunaan bahan baku lokal.

“Oleh karenanya, kami mendorong peran penting PT Len Industri (Persero) untuk mendukung NKRI dalam konteks kemandirian alutsista khususnya di bidang teknologi berbasis elektronik,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita kepada wartawan sesuai melakukan kunjungan kerja di PT Len Industri (Persero), Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/6/2021).

Menperin memberikan apresiasi kepada PT Len Industri atas strateginya dalam pengembangan berbagai produk unggulannya yang turut berkontribusi dalam menjaga kedaulatan bangsa. “Melihat peran PT Len sebagai integrator, pemerintah akan mendukung pengembangan ekosistem industri elektronika sebagai penunjang proses bisnis perusahaan,” tuturnya.

Pengembangan akan didorong ke arah brainware atau software sesuai dengan karakteristik bisnis yang mementingkan perangkat lunak untuk menjaga keamanan dan keselamatan.

“Selain sebagai lead integrator untuk memenuhi kebutuhan alutsista berbasis teknologi elektronik, PT LEN juga memiliki dua operasional pentingnya, yaitu pengembangan industri transportasi khususnya di bidang perkeretaapian dan industri energi baru terbarukan melalui pembuatan panel surya,” paparnya.

Menurut Agus, beragam inovasi yang diciptakan PT LEN Industri akan dapat meningkatkan daya saing Indonesia dan mendongkrak perekonomian nasional. “Contohnya adalah pengembangan panel surya yang sejalan dengan tekad pemerintah dalam mendorong green economy,” tuturnya.

Menperin pun mengapresiasi upaya PT LEN industri untuk melakukan pendalaman struktur industri hingga ke bagian hilir untuk membuat sel surya dengan mengolah bahan baku pasir silika.

“Tentunya upaya ini akan memberikan multiplier effect bagi perekonomian Indonesia baik dari sisi kemampuan industri maupun dari transfer teknologi,” tutur Agus.

Di samping itu, Len sebagai pemain utama dan satu-satunya industri persinyalan kereta api di Indonesia telah masuk ke dalam proyek-proyek pemerintah.

Untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar dalam negeri, implementasi ketentuan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) perlu diperkuat untuk memastikan produk dengan nilai TKDN tinggi tidak kalah dengan produk impor. Ke depannya, perusahaan akan mengincar pasar ekspor dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah.

Guna mendukung produktivitas PT LEN Industri, Menperin menyebutkan beberapa hal penting yang perlu dipacu, antara lain mengenai fasilitasi kemudahan ekspor, pemenuhan kebutuhan baku, serta perumusan TKDN. “Upaya ini tentunya butuh dukungan dari pemangku kepentingan terkait, seperti lintas kementerian dan lembaga,” imbuhnya.

Agus optimistis, kinerja PT LEN Industri bisa menjadi kebanggaan bagi bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Kemenperin terus mendorong perusahaan BUMN tersebut untuk mengembangkan ekosistem industri elektronika agar dapat mendukung bisnis utamanya.

Jadi Lead Integrator

Direktur Utama PT Len Industri Bobby Rasyidin menjelaskan, pihaknya akan menjadi lead integrator BUMN industri pertahanan dan sebagai brainware alutsista yang digunakan oleh TNI, baik matra darat, laut, maupun udara. Sehingga sangat dibutuhkan kolaborasi yang kuat antar anggota BUMN industri pertahanan, yaitu Len Industri, Pindad, Dirgantara Indonesia, Dahana dan PAL Indonesia.

Berbeda dengan BUMN pertahanan lain yang berfokus pada kemandirian dalam memproduksi alutsista dan amunisi, PT Len Industri di dalam holding BUMN industri pertahanan berperan menjadi sistem integrator dari alutsista-alutsista tersebut. Baik itu alutsista baru hasil produksi dalam negeri, luar negeri, maupun alutsista yang sudah ada di TNI.

”Untuk menjawab tantangan dalam memenuhi peran sebagai integrator tersebut, PT Len Industri telah memiliki hasil pengembangan berbagai produk lini pertahanan mulai dari Sistem Command & Control (C2), Sistem Sensor, dan Sistem Komunikasi,” imbuh Bobby.

Pengembangan tersebut diperlukan dalam pembangunan sistem integrasi alutsista yang dikenal sebagai konsep terintegrasi C4ISR (Command, Control, Communication, Computer, Intelligence, Surveillance, and Reconnaissance) dan menerapkan Network Centric Warfare (NCW) sesuai doktrin dan kebutuhan pertahanan TNI di Indonesia.

Dalam kesempatan kunjungan ini, Menperin beserta rombongan melihat langsung demo produk Radar Surveillance Len S-200, Ruang C4ISR, fasilitas produksi modul surya dan fasilitas produksi alat komunikasi (alkom).

Bobby mengharapkan dukungan dari Kemperin mengenai regulasi khusus untuk perhitungan TKDN produk elektronika pertahanan, memasukkan persyaratan TKDN pada tender proyek pertahanan dan transportasi.

“Selain itu, dukungan investasi dalam pembangunan pabrik solar cell dan semikonduktor maupun pembangunan pusat inovasi dan industri radar nasional yang akan dikembangkan PT Len Industri,” ujar.

Bobby juga berharap Kemenperin bisa menjadi inisiator dalam membentuk ekosistem industri-industri dalam negeri, khususnya di bidang pertahanan. “Banyak produk PT Len Industri yang sudah memiliki nilai TKDN tinggi, misalnya sistem persinyalan kereta yang mencapai 40,69% (Sistem Interlocking SiLSafe) dan 59,96% (Trackside Signalling SiLTrack), di mana sistem tersebut sudah terpasang di lebih dari 250 stasiun di seluruh Indonesia. Dan juga sudah membuat sistem kereta api otomatis pertama di Indonesia menggunakan teknologi CBTC di Skytrain Bandara Soekarno Hatta,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kemperin, Taufiek Bawazier menyampaikan pentingnya inovasi produk elektronika untuk kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpahankam).

“Sesuai dengan perkembangan kompleksitas Alpahankam, Kemenperin akan mendorong industri elektronika dalam negeri untuk terus berinovasi agar dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Sebagai Holding BUMN Industri Pertahanan, Len harus didukung agar menjadi yang terdepan dalam menjawab kebutuhan-kebutuhan high-level nantinya,” papar Taufiek.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Elnusa Petrofin Resmikan Workshop Service Mandiri di Makassar

Elnusa Petrofin menghadirkan Intergated Workshop Service dengan tujuan memperkuat dan mengoptimalkan layanan prima kepada Pertamina.

EKONOMI | 4 Juni 2021

DBS Gandeng Krakakoa Luncurkan Tabungan Green Savings

Melalui rekening green saving, nasabah DBS dapat mendukung keberlangsungan petani dan pertanian kakao.

EKONOMI | 4 Juni 2021

Indonesia Butuh Pelaku Ekonomi Tangguh Untuk Jadi Negara Maju

Sebagai negara berkembang maju, Indonesia menghadapi tantangan baru dalam memasuki tatanan rantai pasok nilai global.

EKONOMI | 4 Juni 2021

GNA Group Kembangkan Hunian Premium di Kawasan Cikeas

Sebagai hunian premium, Golden Cikeas dikembangkan di atas lahan seluas 2,9 hektare (ha).

EKONOMI | 4 Juni 2021

GoTo Berpotensi Sumbang Rp 300 Triliun ke Perekonomian

Riset LPEM UI menyebutkan, merger Gojek dan Tokopedia menjadi GoTo akan menyumbangkan Rp300 triliun atau 1,9% hingga 2,1% terhadap produk domestik bruto (PDB).

EKONOMI | 4 Juni 2021

Dorong Percepatan Pemulihan Ekonomi, FIF Group Fest Hadir di Jambi

Dalam rangkaian HUT ke-32 FIF Group, kali ini FIF Group Fest hadir khusus untuk warga Jambi yang akan dilaksanakan mulai tanggal 4 Juni hingga 13 Juni 2021.

EKONOMI | 4 Juni 2021

Mapan Dorong Penguatan Eksosistem Jual Beli Produk Lokal

Mapan bisa turut andil dengan memperkuat ekosistem jual beli produk lokal dengan strategi bisnis berbasis kolektivisme.

EKONOMI | 4 Juni 2021

Tokenomy, Aset Kripto Berbasis Komunitas Meningkat 300% dalam Sehari

Aset kripto Tokenomy (TEN) yang memiliki basis cukup besar di Indonesia meningkat lebih dari 300% dalam satu hari.

EKONOMI | 4 Juni 2021

Daya Beli Berangsur Pulih, Pangsa Pasar Suzuki Finance Indonesia Naik 5%

Membeli mobil secara kredit melalui perusahaan leasing masih menjadi salah satu opsi yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia.

EKONOMI | 4 Juni 2021

BRIN Siap Kembangkan Ekonomi Syariah

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko siap mengembangkan ekonomi syariah nasional, khususnya untuk kebutuhan riset-riset halal.

EKONOMI | 4 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS