Sinergi Kemkop dan UKM - IPB Kembangkan Model Bisnis Untuk Petani Tanaman Hias Bogor
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sinergi Kemkop dan UKM - IPB Kembangkan Model Bisnis Untuk Petani Tanaman Hias Bogor

Minggu, 6 Juni 2021 | 13:58 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Bogor, Beritasatu.com - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menekankan bahwa yang diperlukan saat ini dalam pengembangan koperasi, usaha, mikro, kecil dan menengah (KUMKM) di Indonesia adalah membangun model bisnis yang modern dan masuk skala ekonomi dengan produk yang unggul.

“Dengan produk yang unggul, kita akan selalu menjadi trendsetter, bukan lagi follower," tandas Teten, pada acara temu wicara “Pengembangan Bisnis Tanaman Hias” di Kebun Percobaan IPB University di Desa Sukamantri, Kabupaten Bogor, Minggu (6/6/2021).

Oleh karena itu, Teten menganggap tanaman hias (daun) bisa lebih dikembangkan lagi. Tidak terkecuali, membangun laboratorium riset varietas yang bisa dilakukan IPB University. “Ini bisa menjadi satu kekuatan karena kita banyak memiliki komoditi yang unggul," kata Teten.

Selain tanaman hias daun, lanjut Teten, buah-buahan tropis bisa juga menjadi produk unggulan untuk pasar ekspor, seperti durian, mangga, alpukat, manggis, lengkeng, dan sebagainya.

“Dalam rangkaian pengembangan ini, Kemkop dan UKM berada di posisi pengembangan kewirausahaan. Para pelaku usaha tanaman hias bisa kita scaling-up," jelas Teten.

Teten pun mendorong para petani tanaman hias untuk tergabung dalam wadah koperasi sebagai badan hukumnya. “Kalau petani langsung berhadapan dengan pasar, maka akan berat," ungkap Teten.

Selain itu, lanjut Teten, petani dengan lahan kecil-kecil kesulitan membuat kontrak dengan market. Bahkan, produktivitas petani berlahan sempit itu rendah, sehingga suplai mereka ke industri juga kecil dan tidak stabil. “Untuk itu, perlu konsolidasi petani ke dalam koperasi agar bisa masuk skala ekonomi," imbuh Teten.

Menurut Teten, dengan berkoperasi maka hasil produk petani akan dibeli koperasi secara tunai. “Di sini, kita bersama LPDB-KUMKM yang akan memperkuat keuangan koperasi sebagai offtaker. Bank BNI yang akan masuk di tahapan on farm-nya" tukas Teten.

Membina 202 Petani

Dalam kesempatan yang sama, Rektor IPB University Arif Satria, menyebutkan, kebun percobaan yang digagas IPB University di Desa Sukamantri, Jawa Barat berhasil memberdayakan sebanyak 202 petani tanaman hias.

"Ke depan, kebun percobaan itu diharapkan dapat dikembangkan menjadi pusat edukasi, penelitian, dan agroeduwisata yang dapat memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar," kata Arif.

Ia menambahkan, kebun tersebut merupakan yang terbesar di Indonesia, juga Asia Tenggara. Sebanyak 202 petani tanaman hias di Desa Sukamantri tersebut mendapat bimbingan dari IPB University.

“Saat ini, mereka telah menyuplai tanaman hias ke sejumlah wilayah Indonesia dan ekspor ke luar negeri, dengan omzet yang luar biasa besar,” ujar Arif.

Saat ini, lahan seluas 39,9 hektare di kebun percobaan Sukamantri sudah ditanami melon, nanas, pisang, dukuh, tanaman hias, dan varietas tanaman inovasi IPB University.

"Selama ini, kebun percobaan ini dijadikan tempat pembelajaran untuk para petani tanaman hias di lingkungan Sukamantri. Tidak hanya itu, tempat ini juga dijadikan sebagai tempat uji coba varietas baru di IPB University, sekaligus tempat praktikum dan penelitian dosen," papar Arif.

Selain pemberdayaan masyarakat, kebun percobaan yang ditanami aneka pohon buah tahunan dan non-tahunan ini diharapkan dapat menjadi pusat penelitian, praktikum, serta agroeduwisata yang berdampak pada peningkatan ekonomi warga sekitar.

Bahkan, kebun percobaan ini dianggap berpotensi dikembangkan sebagai model teaching industry.

Sementara itu, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank BNI, Sis Apik Wijayanto berharap ekspor tanaman hias dapat terus dikembangkan.

“KUR sektor pertanian di BNI memiliki tingkat NPL 0%. Ternyata, sektor pertanian sangat menjanjikan secara ekonomi dengan kredit yang baik," pungkas Sis.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

LPEI Dorong Potensi Ekspor UMKM di Sulawesi Utara

LPEI siap membantu peningkatan kapasitas UMKM khususnya di wilayah Indonesia Timur.

EKONOMI | 28 September 2021

Penuhi Kebutuhan Pecinta Olahraga, PIK2 Hadirkan Pusat Olahraga Terlengkap

PIK2 kembali menghadirkan kawasan baru untuk memenuni pecinta olahraga dan masyarakat umum dengan menghadirkan pusat olahraga terlengkap.

EKONOMI | 28 September 2021

Waskita Beton Raih Kontrak Proyek Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

PT Waskita Beton Precast Tbk (WBP) meraih kontrak proyek pembangunan Masjid Raya Syeikh Zayed di Solo, Jawa Tengah pada kuartal III 2021.

EKONOMI | 28 September 2021

Kebijakan Industri Beroperasi 100% Pacu Pasar Ekspor dan Penambahan Pekerja

Kemperin proaktif melakukan monitoring aktivitas sektor industri yang beroperasi 100 persen pada masa PPKM.

EKONOMI | 28 September 2021

Memasuki Usia 4 Tahun, OVO Berhasil Gandeng 1,2 Juta Merchant

Saat ini layanan OVO sudah tersedia di 430 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Dari sisi merchant, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 1,2 juta merchant.

EKONOMI | 28 September 2021

Garuda Indonesia Fasilitasi Pengangkutan Snow Leopard dari Amsterdam

Pengangkutan satwa dilindungi Snow Leopard oleh Garuda Indonesia, merupakan tindak lanjut dari kerja sama Tiepark Berlin dan Batu Secret Zoo.

EKONOMI | 28 September 2021

Pemerintah Akselerasi Pembangunan Bandara Siboru Fakfak dan Rendani Manokwari

Pembangunan dua bandar udara (Bandara) di Provinsi Papua Barat, yaitu Bandara Siboru di Fakfak dan Bandara Rendani di Manokwari, dipercepat

EKONOMI | 28 September 2021

MPMX Optimistis Pendapatan Bisa Tumbuh 25%

Pertumbuhan kinerja MPMX menunjukkan tren perbaikan pada semester pertama 2021.

EKONOMI | 28 September 2021

Posisi Strategis, Rachmat Gobel Yakin Pelabuhan Anggrek Jadi Lokomotif Kemajuan Gorontalo

Rachmat Gobel mengatakan di banyak kota di dunia, kemajuan suatu masyarakat berawal dari pembangunan pelabuhan.

EKONOMI | 28 September 2021

Pertahankan Kinerja, Yanaprima Hastapersada Kejar Pasar ASEAN

Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) akan meningkatkan ekspor dengan fokus pada pasar ASEAN.

EKONOMI | 28 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Jalur Puncak 2


# PSI


# Pengganti Mangkunegara IX


# SBY



TERKINI
LPEI Dorong Potensi Ekspor UMKM di Sulawesi Utara

LPEI Dorong Potensi Ekspor UMKM di Sulawesi Utara

EKONOMI | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings