Logo BeritaSatu

Laba Link Net Tumbuh Double Digit di Kuartal I

Senin, 7 Juni 2021 | 18:36 WIB
Oleh : Lona Olavia / FER

Jakarta, Beritasatu.com - PT Link Net (LINK) sepanjang kuartal I 2021 membukukan laba periode berjalan diatribusikan ke pemilik entitas induk sebesar Rp 249,02 miliar, naik 25,95% dari pencapaian kuartal I 2020 Rp 197,70 miliar. Laba per saham dasar pun tumbuh 30% menjadi Rp 91 dari sebelumnya Rp 70.

"Perusahaan memulai tahun 2021 dengan pertumbuhan yang double digit pada kuartal I 2021. Manajemen Link Net sukses menumbuhkan pendapatan seiring dengan pengelolaan biaya yang tepat. Proyek migrasi Link Net juga telah sesuai jadwal dan berlanjut. Pada akhir Mei, Link Net juga telah menyelesaikan sekitar sepertiga dari proyek keseluruhan,” ujar President Director and CEO Link Net, Marlo Budiman dalam keterangan resmi, Senin (7/6/2021).

Adapun di sepanjang kuartal I 2021 pelanggan baru Link Net bertambah sebanyak 20.000 menjadi 859.000. Perseroan pun menambah 49.000 home passes ke dalam jaringannya, menjadikan total home passes sebesar 2,72 juta. Lalu, pendapatan rata-rata per pelanggan (average revenue per user/ARPU) stabil pada Rp 358.000.

Sementara itu, manajemen menyatakan, dampak pandemik terhadap grup tidak memberikan pengaruh signifikan. Bahkan, di tengah pandemi Covid-19, grup dihadapkan pada pertumbuhan jumlah pelanggan dan kelangkaan chipset global yang dimulai dari tahun 2020. Kelangkaan tersebut berpengaruh terhadap ketersediaan stok customer premises equipment (CPE) yang merupakan bagian dari peralatan untuk instalasi.

Sebagai langkah antisipasi, grup telah melakukan pembelian CPE dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai beberapa bulan ke depan dan menjalin kerja sama dengan beberapa vendor untuk menjamin ketersediaan CPE sehingga grup tetap dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan dalam kondisi kelangkaan chipset global ini.

Pada tiga bulan pertama tahun ini, emiten yang bergerak di layanan jaringan komunikasi broadband termasuk distribusi program televisi dan internet berkecepatan tinggi ini, mencatat angka pendapatan Rp 1,06 triliun, naik 11,44% dari kuartal I 2020 Rp 958,99 miliar. Di mana, EBITDA juga tercatat naik 21,1% menjadi Rp 624 miliar pada kuartal I 2021, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 516 triliun.

Meski beban pokok pendapatan tercatat sedikit meningkat menjadi Rp 215,04 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 210,79 miliar, namun beban lainnya berhasil turun. Di mana, hanya beban penyusutan yang meningkat menjadi Rp 253,79 miliar dari posisi Rp 198 miliar tahun lalu dan beban amortisasi meningkat menjadi Rp 12,65 miliar dibandingkan dengan kuartal I-2020 sebesar Rp 10,6 miliar. Sementara, total aset perseroan tercatat sebesar Rp 9,11 triliun naik 16,79% dari total aset Rp 7,80 triliun.

Anak usaha PT First Media Tbk (KBLV), Link Net menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 500 miliar hingga Rp 2,5 triliun untuk tahun 2021. Jumlah ini lebih besar dari alokasi capex tahun 2020 yang sebesar Rp 1,8 triliun, namun agak turun dari rencana awal yang sebesar Rp 3 triliun. Adapun, sebagian besar capex tersebut akan digunakan untuk meneruskan proyek migrasi jaringan dari tiang listrik Icon+ milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ke tiang milik sendiri.

Selain itu, Link Net juga akan menggunakan capex tersebut untuk menambah sebanyak 100.000 home passes ke dalam jaringannya. Perseroan saat ini telah memiliki jaringan di 23 kota dan akan melakukan ekspansi jaringan ke kota lain jika muncul peluang yang tepat. Beberapa kota yang sudah dijangkau Link Net adalah Jabodetabek, Serang, Cilegon, Bandung, Cirebon, Semarang, Solo, Yogyakarta, Tegal, Surabaya, Gresik, Kediri, Sidoarjo, Malang, dan Bali.

Tak berhenti sampai di situ, Link Net juga berencana menambah 150.000 home passes dan memigrasi 100.000 tiang pada 2022. Pada tahun lalu, Link Net telah memigrasi 65.100 tiang dan sudah menjangkau 2,68 juta home passes per akhir 2020.

Marlo yakin, permintaan internet untuk perumahan pada tahun ini tetap kuat berkat pergeseran cara kerja perusahaan yang diperkirakan masih mengandalkan work from home (WFH), learn from home, penggunaan e-commerce dan pertumbuhan layanan tele-medicine. Selain itu, juga didukung sektor korporasi yang diperkirakan mulai pulih tahun ini. Di mana, itu semua menuntun pada peningkatan kebutuhan akan internet berkecepatan tinggi tanpa batas.

“Secara keseluruhan, tahun 2020 adalah tahun yang kuat untuk bisnis kami walaupun penuh tantangan dalam masa pandemi. Kami meningkatkan total pelanggan sebesar 25% dan pelanggan baru ini akan terus berkontribusi terhadap pertumbuhan pendapatan pada tahun 2021 dan seterusnya. Kami melihat pertumbuhan pendapatan yang positif pada unit bisnis di kota-kota di luar Jakarta dan kami berharap hal ini akan terus berlanjut hingga tahun 2021 dan seterusnya," kata Marlo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

IHSG Merosot 0,21%, Sektor Energi Berhasil Rebound

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 0,21% ke kisaran 7.112,45 pada penutupan perdagangan hari ini, Selasa (27/9/2022).

EKONOMI | 27 September 2022

Perintis Triniti Properti Fokus Kembangkan Tiga Mega Proyek

CEO PT Perintis Triniti Properti Ishak Chandra menegaskan, perseroan tengah menyiapkan berbagai pipeline mega proyek di beberapa wilayah baru di Indonesia.

EKONOMI | 27 September 2022

Erick Thohir Incar Investasi dari Adani Group

Menteri BUMN Erick Thohir mengharapkan terjalinnya kerja sama antara BUMN dan perusahaan asal India, Adani Group.

EKONOMI | 27 September 2022

Tekan Inflasi Pangan, Petani Milenial Subang Tanam Cabai

Petani milenial menanam ribuan bibit cabai keriting di lahan 5000 meter persegi di wilayah Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang.

EKONOMI | 27 September 2022

Aplikator Baja Ringan Ikut Uji Kompetensi Tenaga Konstruksi

Serfifikasi tenaga konstruksi juga sejalan dengan rencana pemerintah membangun Ibu Kota Negara (IKN) di Kaltim.

EKONOMI | 27 September 2022

BBM Lebih Boros Sejak Pertalite Naik? Ini Cara Memastikannya

Baru-baru ini, beberapa pengendara mengeluhkan Pertalite terasa semakin boros dan lebih cepat menguap dibandingkan sebelum adanya kenaikan harga.

EKONOMI | 27 September 2022

Rachmat Gobel Dorong Indonesia Bisa Swasembada Aspal

Buton, salah satu pulau di provinsi tersebut, memiliki cadangan aspal besar di dunia. Potensinya sekitar 663 juta ton.

EKONOMI | 27 September 2022

Delameta Bilano Buktikan Teknologi Nasional Mampu Bersaing di Kancah Dunia

Delameta Bilano selaku produsen IoT dalam negeri telah mengantongi sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang dikeluarkan oleh Kemenperin.

EKONOMI | 27 September 2022

PT Rintis Koneksikan 10 Bank Jadi Peserta BI-Fast Batch IV

Sebanyak 10 bank menjadi peserta BI-Fast batch IV melalui multi-tenancy infrastruktur sharing PT Rintis Sejahtera (Rintis), pemilik jaringan ATM Prima.

EKONOMI | 27 September 2022

Tok! Right Issue Waskita Karya Rp 980 Miliar Disetujui

Pada 2022 Waskita Karya akan mendapatkan alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3 triliun.

EKONOMI | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
IHSG Merosot 0,21%, Sektor Energi Berhasil <em>Rebound</em>

IHSG Merosot 0,21%, Sektor Energi Berhasil Rebound

EKONOMI | 10 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings