AAJI Sebut Kinerja Industri Asuransi Jiwa Mulai Pulih
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

AAJI Sebut Kinerja Industri Asuransi Jiwa Mulai Pulih

Selasa, 8 Juni 2021 | 23:07 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kinerja industri asuransi jiwa mulai memperlihatkan pertumbuhan positif di kuartal I 2021. Salah satunya, ditunjukkan dengan adanya pertumbuhan positif di laporan pendapatan usaha untuk periode triwulan I 2021 dari puluhan perusahaan yang tergabung dalam Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).

Sebelumnya, industri asuransi jiwa mencatat nilai minus hampir Rp 500 miliar di triwulan pertama 2020. Namun, rebound mulai terlihat di triwulan I 2021 dimana industri asuransi jiwa mencatatkan pendapatan positif sebesar Rp 62,66 triliun.

Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu, mengatakan, untuk menjaga konsistensi dan momentum positif dalam industri, semua pihak perlu terus melakukan literasi dan meningkatkan tata kelola untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan menumbuhkan kesadaran masyarakat atas kebutuhan akan asuransi jiwa.

"Mulai naiknya aktivitas dari masyarakat dan dunia bisnis terlihat dari meningkatnya pendapatan industri asuransi jiwa. Masifnya kenaikan premi dari bisnis baru dan positifnya hasil investasi di kuartal satu tahun ini membuat lonjakan pendapatan yang cukup tajam,” kata Togar, di Jakarta, Selasa (8/6/2021).

Meski demikian, Togar tetap mengingatkan semua kalangan untuk tetap bersatu padu menjaga kondusifitas penanganan pandemi Covid-19. Keberhasilan vaksinasi yang mendorong kembali pergerakan perekonomian saat ini akan memberikan sumbangan besar pada potensi rebound pertumbuhan ekonomi makro dalam jangka panjang.

"Bonus demografi yang akan terjadi hingga satu dasawarsa ke depan sudah menunggu. Kami di industri asuransi jiwa melihat potensi bisnis ini sangat besar. Penetrasi yang baru sekitar enam persen di Indonesia menjadi peluang pertumbuhan positif industri asuransi beberapa tahun ke depan. Kita perlu menyesuaikan moda penetrasi pasar baru agar bisa sejalan dengan protokol kesehatan yang ada,” jelas Togar.

Pertumbuhan Premi
Elemen terbesar dari pendapatan industri asuransi jiwa berasal dari premi. Total pendapatan premi mengalami pertumbuhan sebesar 28,5% year on year (yoy) dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya. Totalnya sendiri mencapai Rp 57,45 triliun di kuartal pertama tahun ini.

Pada kuartal pertama tahun 2021, total pendapatan premi dari bisnis baru tercatat Rp 11 triliun lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Setara dengan pertumbuhan 42,3% yoy. Sedangkan persentase premi lanjutan atau yang dilanjutkan oleh nasabah mengalami kenaikan sebesar 9,3%.

Total pendapatan premi dari bisnis baru senilai Rp 37,04 triliun tersebut merupakan sumber pendapatan terbesar atau setara 59% dari total pendapatan perusahaan yang bernaung di bawah AAJI.

Ketua dewan pengurus AAJI, Budi Tampubolon, melihat bancassurance berperan besar dalam meningkatkan total pendapatan premi tersebut.

"Menariknya, pertumbuhan total premi ini lebih banyak didorong oleh peningkatan premi yang masif dari saluran distribusi bancassurance. Pertumbuhan dari moda saluran yang memanfaatkan kerja sama antara perbankan dan asuransi ini memiliki pertumbuhan sekitar 55% dari periode sebelumnya. Hebatnya, bancassurance memiliki kontribusi lebih dari separuh dari total premi yang didapatkan di kuartal pertama tahun ini. Tepatnya sekitar 53%,” ujar Budi.

Pertumbuhan juga terjadi pada saluran distribusi alternatif sebesar 35,0%, atau berkontribusi sebesar 18,8% pada total pendapatan premi. Namun perlambatan terjadi pada saluran distribusi keagenan dan telemarketing, masing-masing sebesar 5,8% dan 14,3%.

"Jumlah agen mengalami penurunan karena produktivitas mereka juga terdampak oleh pandemi. Keterbatasan dalam bertemu secara tatap muka dengan calon nasabah menjadi penyebab utama dari menurunnya produktivitas, walaupun sudah adanya relaksasi yang diberikan oleh OJK,” tutur Budi.

Terkait dengan ini, Budi berharap pemerintah bisa mendukung upaya AAJI dalam memenuhi kebutuhan ausransi masyarakat dan juga pertumbuhan industri asuransi jiwa.

"Pertama, AAJI berharap cara penjualan secara tatap muka tidak langsung diberlakukan secara permanen, terutama di masa pandemi dan pasca pandemi. AAJI memperkirakan pandemi telah mengakibatkan perubahan dalam perilaku konsumen, dimana peranan platform digital semakin meningkat. Untuk itu, AAJI berharap pemerintah bisa memberikan relaksasi teknis pemasaran PAYDI untuk diberlakukan secara permanen,” jelas Budi.

"Kedua, AAJI berharap agar revisi regulasi PAYDI dapat membantu menumbuhkan optimisme pasar unit link dengan memberikan kelonggaran penempatan investasi pada sub-dana. Tentunya, penempatan investasi akan dilakukan dengan memenuhi unsur kehati-hatian berdasarkan hasil penilaian profil risiko nasabah,” tambahnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kejar Target Penerimaan 2022, Ini Enam PR Pemerintah

Kinerja ekonomi di tahun 2022 akan ditopang oleh pulihnya konsumsi masyarakat, investasi dan perdagangan internasional.

EKONOMI | 8 Juni 2021

Safeguard Garmen Harus Tepat Sasaran

Safeguard garmen dinilai rawan berdampak terhadap daya saing Indonesia di Asia Tenggara.

EKONOMI | 8 Juni 2021

Kasus BNC dan Infiniti Wahana Tak Pengaruhi Bisnis ZBRA

David menegaskan, permasalahan tersebut tidak memberikan dampak kepada aktivitas operasional maupun bisnis ZBRA.

EKONOMI | 8 Juni 2021

Tugu Insurance Gandeng LinkAja untuk Pembayaran Asuransi Syariah

Kerja sama ini mencakup pembayaran LinkAja dan layanan syariah LinkAja untuk pembelian produk asuransi syariah pada website Tugu Insurance.

EKONOMI | 8 Juni 2021

Komisi XI: Kunci Pertumbuhan Ekonomi 2022 Adalah Dongkrak Daya Beli

Pemerintah agar mengupayakan bahwa program APBN 2022 antara lain untuk meningkatkan daya beli masyarakat.

EKONOMI | 8 Juni 2021

XL Axiata Kenalkan Layanan Konvergensi Pertama di Indonesia

Melalui XL Satu Fiber, pelanggan bisa memanfaatkan berbagai layanan dari XL Axiata, baik layanan telepon, video, TV dan data.

EKONOMI | 8 Juni 2021

PT PII Dorong Ekonomi Digital Melalui Investasi Infrastruktur

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII) mendukung ekonomi digital melalui investasi dalam bidang infrastruktur.

EKONOMI | 8 Juni 2021

Menkeu: Perekonomian 2022 Masih Bergerak Dinamis

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan perekonomian 2022 diprediksi masih dalam kondisi yang dinamis.

EKONOMI | 8 Juni 2021

Barata Kantongi Kontrak PLTU Jawa 9 dan 10 Senilai Rp 187 Miliar

Barata Indonesia akan memasok komponen utama turbin uap, 4 unit low pressure outer casing dan 2x4 modul condenser, untuk PLTU Jawa 9 dan 10.

EKONOMI | 8 Juni 2021

Tok! Pemerintah dan DPR Sepakati Asumsi Makro dan Target Pembangunan 2022

Nilai tukar rupiah pada tahun 2022 diasumsikan pada kisaran Rp 13.900 hingga Rp 15.000 per dolar AS.

EKONOMI | 8 Juni 2021


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS