Sampah Makanan di Indonesia Picu Hilangnya PDB Rp 551 Triliun Per Tahun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sampah Makanan di Indonesia Picu Hilangnya PDB Rp 551 Triliun Per Tahun

Rabu, 9 Juni 2021 | 12:06 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Selama 20 tahun di periode 2000-2019, timbulan food loss and waste (FLW) atau sampah dan sisa makanan di Indonesia mencapai 23-48 juta ton per tahun, atau setara dengan 115-184 kg per kapita per tahun yang berasal dari lima tahap rantai pasok pangan. Timbulan terbesar dalam rantai pasok terjadi di tahap konsumsi, sementara berdasarkan jenis pangan terjadi di sektor tanaman pangan, khususnya kategori padi-padian.

Timbulan FLW pada 2000-2019 juga memberi dampak besar pada ekonomi berupa kehilangan produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar 4% - 5%, atau senilai Rp 213 triliun sampai Rp 551 triliun per tahun. Nilai kehilangan ekonomi paling besar terjadi di sektor tanaman pangan, persisnya di kategori padi-padian sebesar Rp 88 triliun sampai Rp 155 triliun per tahun.

Temuan ini terungkap dalam laporan Food Loss and Waste di Indonesia yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bekerja sama dengan World Resources Institute dan Waste for Change. “Selama 20 tahun, total emisi gas rumah kaca dari FLW yaitu 1.702,9 megaton CO2-ek. Kontributor terbesar dalam rantai pasok yaitu tahap konsumsi 58%,” kata Deputi Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian PPN/Bappenas Arifin Rudiyanto dalam pemaparan hasil laporan tersebut, Rabu (9/6/2021).

Arifin menjelaskan, food loss merupakan kehilangan pangan yang terjadi pada tahap produksi hingga tahap pengemasan, misalnya sayur yang busuk di gudang penyimpanan. Sedangkan food waste merupakan pangan yang terbuang saat proses distribusi dan konsumsi. Misalnya sisa makanan di meja makan yang dibuang.

Untuk dampak sosial, yaitu kehilangan kandungan zat gizi dari FLW, antara lain energi, protein, vitamin A, dan zat besi. Sebagai contoh untuk kandungan zat gizi energi, rentang kehilangan gizi dari FLW per orang per hari sebesar 618-989 kkal. Jumlah populasi yang dapat diberi makan dari gizi FLW tersebut sebanyak 61-125 juta orang per tahun. “Kehilangan kandungan gizi dari FLW untuk jenis-jenis tersebut jika dapat dimanfaatkan dapat memenuhi hampir 100% kebutuhan gizi orang-orang yang kekurangan gizi di Indonesia,” ujar Arifin.

Menurutnya, terdapat sejumlah penyebab FLW di Indonesia. Antara lain kurangnya implementasi good handling practice, kualitas ruang penyimpanan yang kurang optimal, standar kualitas pasar dan preferensi konsumen, kurangnya informasi atau edukasi pekerja pangan dan konsumen, serta kelebihan porsi dan perilaku konsumen.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jeda Siang, IHSG Bertambah 8 Poin ke 6.008

Sebanyak 219 saham naik, 241 saham melemah dan 167 saham stagnan.

EKONOMI | 9 Juni 2021

MUI: Sembako Kena PPN Timbulkan Mudarat bagi Masyarakat

Kalau sembako akan dikenakan PPN, maka dampaknya tentu saja harga-harga sembako akan naik/

EKONOMI | 9 Juni 2021

HSBC Luncurkan Kartu Kredit dan Debit Berbahan Daur Ulang

HSBC memprioritaskan pembiayaan dan investasi yang mendukung transisi menuju ekonomi global rendah karbon.

EKONOMI | 9 Juni 2021

Bank Banten Usung Konsep Ekosistem Keuangan Daerah untuk Bantu Petani

Untuk meringankan beban petani, Bank Banten juga mengusung konsep ekosistem keuangan daerah ang menggabungkan peranan antara pemerintah, bank, dan kreditur.

EKONOMI | 9 Juni 2021

Pelaku Pasar Cermati Kebijakan Bank Sentral AS Antisipasi Inflasi

Pemulihan ekonomi yang terlampau cepat ini akan membuat The Fed kesulitan memenuhi tujuannya yakni menjaga harga yang stabil.

EKONOMI | 9 Juni 2021

Milenial Semakin Sadar Pentingnya Investasi Properti

Menurut Raditya, kesadaran berinvestasi kalangan milenial khususnya di sektor properti kian meningkat, sebagai penunjang kehidupan di masa depan.

EKONOMI | 9 Juni 2021

Awali Sesi, Rupiah Melemah Saat Mata Uang Asia Menguat

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.260-Rp 14.270 per dolar AS.

EKONOMI | 9 Juni 2021

IHSG Menguat di Awal Perdagangan

Pukul 09.10 WIB, indeks harga saham gabungan naik 18,3 poin (0,28%) menjadi 6.017.

EKONOMI | 9 Juni 2021

IHSG Rawan Koreksi, Cermati Saham JSMR, MAPI, WSKT, dan BBNI

Level support indeks yaitu 5.900, 5.742 sedangkan level resistance di 6.113, 6.230.

EKONOMI | 9 Juni 2021

IHSG Akan Diwarnai Tekanan Jual, Ini Saham Pilihannya

Secara teknikal IHSG perdagangan hari ini akan bergerak di rentang 5.955 - 6.046.

EKONOMI | 9 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS