Logo BeritaSatu

Blockchain dan Aset Kripto Jadi Masa Depan Sistem Pembayaran

Rabu, 9 Juni 2021 | 22:21 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Selama satu dekade terakhir, sistem pembayaran telah bertransformasi dengan begitu cepat. Dari pembayaran lintas batas real-time, menuju penggunaan blockchain, mata uang kripto, termasuk juga Libra dan Diem milik Facebook.

Belum lama ini, juga muncul central bank digital currencies (CBDC) dan stable coin, yang membuat perbankan tradisional memikirkan ulang model bisnis mereka.

Advertisement

Terkait hal tersebut, blockchain dan mata uang kripto dinilai akan memainkan peran penting dalam masa depan pembayaran sistem perbankan.

Managing Director dan CEO dari WadzPay, Anish Jain, memberikan pemahamannya melalui diskusi di Virtual Fintech Forum 2021 dengan tema "Masa Depan Pembayaran Sistem Perbankan: Peran Blockchain dan Kripto", Rabu (9/6/2021).

Menurut Anish, mayoritas pembuat blockchain saat ini lebih berfokus pada model hybrid, yang menempatkan blockchain sebagai pusat dari ekosistem dan melengkapinya dengan teknologi tradisional lainnya, karena kebanyakan instansi melakukannya.

"Banyak yang perlu diperbaiki agar blockchain bisa benar-benar bersaing dengan sistem pembayaran tradisional saat ini,” kata Anish.

Anish berpendapat, blockchain berupaya untuk mengisi peran tertentu yang tidak bisa diisi oleh sistem pembayaran tradisional yang berlapis-lapis dan menyebabkan tingginya biaya yang ditimbulkan oleh sistem pembayaran itu sendiri. Blockchain berusaha membawa masyarakat unbanked karena berbagai alasan tadi ke dalam ekosistem keuangan, menggunakan pendekatan hybrid.

“Kebanyakan penggunaan awal blockchain adalah dari perspektif konsumen. Semua fitur yang dimiliki blockchain misalnya, bisa dimasukan ke dalam smart money yang bisa digunakan dalam kebutuhan transaksi barang-barang sosial sehari-hari. Misalnya saja ditengah wabah pandemi dan orang memerlukan dana bantuan, penggunaannya sangat relevan dibanding penggunaan uang kas maupun aplikasi pembayaran lainnya,” ujarnya.

Terkait munculnya Mata Uang Digital Bank Sentral (CBDC) dan dampaknya terhadap sistem pembayaran yang ada, Anish berpendapat, CBDC masih memberikan manfaat kepada masyarakat, misalnya terkait pemerataan kesejahteraan dan distribusi akses yang sama terhadap kredit.

“Pemerintah dan Bank Sentral akan menyukai CBDC karena kemudahan, penghematan biaya dan juga pengawasannya. Namun, banyak bagian dari masyarakat umum masih akan lebih memilihnya sebagai solusi alternatif,” tegasnya.

Anish berharap dari sisi konsumen, ke depan, pembayaran, transfer dan penyelesaian transaksi akan bisa dilakukan dalam hitungan jam, bukan tiga hari seperti yang masih terjadi sekarang. Hal itu akan membawa efisiensi yang sangat besar.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Harga Minyak Mentah Dunia Naik Ditopang Permintaan AS dan Data Inflasi

Harga minyak mentah naik pada hari Rabu (10/8/2022), berbalik menguat dari kerugian di awal sesi karena dorongan dari permintaan bensin AS.

EKONOMI | 11 Agustus 2022

Wall Street Melesat Menyusul Inflasi AS yang Melambat

Wall Street menguat tajam pada perdagangan Rabu (11/8/2022), menyusul data inflasi yang lebih baik dari perkiraan.

EKONOMI | 11 Agustus 2022

Inflasi AS Melambat, Melonggarkan Tekanan the Fed

Inflasi AS naik 8,5% pada Juli dari tahun lalu, melambat dari 9,1% di bulan sebelumnya, ditopang penurunan harga bensin.

EKONOMI | 11 Agustus 2022

Airlangga: UMKM Berkontribusi Besar pada Ekonomi Nasional

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan, UMKM berkontribusi besar bagi pemulihan ekonomi nasional. UMKM, menyerap 96,9 persen tenaga kerja. 

EKONOMI | 11 Agustus 2022

Kolaborasi dengan Bank Sumut, BNI Usung Orange Synergy

Melalui Orange Synergy, Bank Sumut dan BNI berkomitmen membangun kolaborasi strategis yang dituangkan dalam berbagai inisiatif pengembangan layanan perbankan.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

AFPI-TékenAja! Hadirkan Tanda Tangan Elektronik

AFPI menjalin kerja sama dengan TékenAja! dalam penyediaan tanda tangan elektronik dan e-meterai bagi penyelenggara fintech p2p lending.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

Gandeng 4 Mitra, APR Hadirkan Viscose-Rayon Berkelanjutan

PT Asia Pacific Rayon (APR), produsen serat viscose-rayon menegaskan komitmennya mendukung inovasi tekstil berkelanjutan atau ramah lingkungan.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

Ekonomi Pulih, Debitur Profil Risiko Tinggi Mulai Menurun

Debitur perbankan dan jasa keuangan yang memiliki profil risiko tinggi dan sangat tinggi (high risk and very high risk) mulai menurun.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

Sejalan Era Digitalisasi, Aviana Kelola 180 Juta Transaksi

PT Aviana Sinar Abadi berhasil mengelola 180 juta transaksi per bulan, termasuk transaksi di pelosok daerah.

EKONOMI | 10 Agustus 2022

Indocement Gunakan Listrik PLN di Kompleks Pabrik Tarjun

Indocement Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan, resmi menjadi konsumen tegangan tinggi PLN pertama di Kalimantan.

EKONOMI | 10 Agustus 2022


TAG POPULER

# Brigadir RR


# Bharada E


# Jokowi


# Brigadir J


# MU


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Harga Minyak Mentah Dunia Naik Ditopang Permintaan AS dan Data Inflasi

Harga Minyak Mentah Dunia Naik Ditopang Permintaan AS dan Data Inflasi

EKONOMI | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings