Logo BeritaSatu

Pelaku Kreatif Kuliner Bandung Inisiasi Wadah Koperasi untuk Permudah Pembiayaan

Minggu, 13 Juni 2021 | 21:43 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Bandung, Beritasatu.com - Para pelaku industri kreatif kuliner Bandung yang tergabung dalam Komunitas Kuliner Bandung, tengah menginisiasi pendirian wadah usaha bersama berbadan hukum koperasi. Tujuan berkoperasi adalah untuk mempermudah pembiayaan usaha para anggota.

Hal itu diungkapkan Meizan (Ican), pemilik brand Keukeun, House The House, dan Rotor, di hadapan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dan Staf Khusus Presiden RI Putri Tanjung, saat berdiskusi dengan Komunitas Kuliner Bandung, di Orbital Dago, Kota Bandung, Jumat (11/6/2021) sebagaimana dalam siaran persnya.

“Ide mendirikan koperasi sudah lama tercetus. Saat ini, kita sudah ada di tahap pembenahan dan manajemen koperasi yang akan kita bangun," kata Ican.

Pembentukan koperasi, lanjut Ican, ibarat gayung bersambut saat pihaknya mendapat kepercayaan untuk mengelola Teras Cihampelas, yang kini vakum terdampak pandemi.

“Ada sekitar 162 kios di sana namun tidak berjalan. Ini langkah konkret kami untuk meningkatkan kapasitas usaha pelaku usaha mikro yang ada di Teras Cihampelas," ujar Ican.

Pemilik merek Parti Gastronomi, Cupola.id, dan 347, Arifin Windarman, mengamini pernyataan Ican akan pentingnya wadah koperasi bagi pengembangan usaha kuliner di Bandung.

“Kita membangun Laboratorium Kuliner, semacam satu kolektif kuliner. Namun output-nya bukan produk kuliner, melainkan berupa riset dan literasi dalam bentuk buku dan film," ucap Arifin.

Sementara Rezha, pemilik Soto Sedari, yang tergabung dalam Bandung Food Truck Community berharap kondisi dapat kembali normal seperti 3-4 tahun lalu. “Berharap kembali banyak event di Bandung, yang terintegrasi dengan usaha Food Truck. Saat ini, kami masih vakum," ungkap Rezha.

Sementara itu, Rizka Ramadhana dari Sapapreneur dan pemilik produk Kripik Jamanow mengatakan, pihaknya sudah memiliki 450 outlet di seluruh Indonesia dalam bentuk franchise. Bahkan, produknya sudah mampu ekspor hingga ke Hongkong dan Malaysia.

"Kami memiliki 100 ribu pelaku usaha yang menjadi member, dengan berjualan secara online. Masalahnya, kami tidak bisa bersaing dengan harga produk luar di marketplace kita," jelas Rizka.

Skala Ekonomi

Dalam kesempatan itu, Menkop dan UKM Teten Masduki menekankan pentingnya sebuah bisnis masuk ke dalam skala ekonomi agar lebih memiliki daya saing.

“Di era digital ini dengan pasar terbuka lebar, kita harus siap bersaing dalam arti unggul produknya dan meningkat kapasitas usaha agar sanggup memenuhi permintaan pasar," kata Teten.

Untuk ke arah sana, Teten menyarankan agar industri kreatif Bandung melakukan konsolidasi dalam satu payung brand bersama.

“Kalau bergabung dalam satu brand bersama akan memiliki kekuatan lebih dalam bersaing. Ketimbang jalan sendiri-sendiri dengan brand kecil," imbuh Teten.

Teten mencontohkan Dapur Bersama (Rumah Produksi Bersama) yang ada di Payakumbuh, Sumbar, dalam memproduksi rendang yang merupakan makanan khas Sumatera Barat.

“Bila seperti itu, otomatis konsolidasi usaha dan brand akan tercipta. Dan merger usaha akan menghasilkan kekuatan besar dalam bisnis modern seperti sekarang ini," kata Teten.

Pemerintah, lanjut Teten, terus menyiapkan ekosistem bisnis agar para pelaku usaha memiliki akses ke pasar digital dan pembiayaan.

"Porsi kredit perbankan untuk UMKM akan ditingkatkan hingga 30% hingga akhir 2024 mendatang. Begitu juga dengan KUR terus dipermudah untuk perkuatan permodalan UMKM," kata Teten.

Selain itu, ada juga kebijakan pemerintah di mana 40% belanja pemerintah harus menyerap produk UMKM yang nilainya mencapai Rp 460 triliun per tahun. "Kami juga mendorong produk UMKM untuk bisa masuk rantai pasok industri," ucap MenkopUKM.

Sementara itu, Putri Tanjung menyebut kunci sukses seorang Creative Enterpreneur adalah inovatif dan adaptif. “Di tengah pandemi ini, demand market sudah berubah. Kita harus mampu menciptakan bisnis model yang sesuai dengan kebutuhan pasar," tandas Putri.

Lebih dari itu, bagi Putri, seorang Creative Enterpreneur harus bisa melihat masalah atau kendala menjadi sebuah peluang usaha. “Kondisi saat ini, langkah kolaborasi merupakan kunci keberhasilan bisnis di era sekarang," tegas Putri.

Intinya, menurut Putri, sebagai seorang founder harus mampu terbuka akan perubahan zaman. “Kita harus siap dengan lanskap usaha yang baru dan ekosistem bisnis yang terus berkembang, agar sustainable," pungkas Putri.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bursa Asia Dibuka Melemah Menyusul Jatuhnya S&P 500

Bursa Asia-Pasifik diperdagangkan lebih rendah pada hari Jumat (30/9/2022). Pelaku pasar menunggu data manufaktur Tiongkok yang akan dirilis hari ini.

EKONOMI | 30 September 2022

Dewan Komisaris PTPP Tinjau Progres Tiga Proyek Sekaligus

Andi Gani menegaskan, dewan komisaris PTPP mengapresiasi kinerja tim proyek perseroan yang selalu menerapkan inovasi dalam setiap proses pembangunan.

EKONOMI | 30 September 2022

Berbisnis Lebih Menguntungkan dengan Bank Mayapada

Bank Mayapada berkomitmen untuk tetap menjaga kualitas produk serta pelayanannya bagi nasabah untuk mendukung pemenuhan kebutuhan nasabah.

EKONOMI | 29 September 2022

Fasilitas dan Infrastruktur, Fokus Utama Konsumen Perumahan

PT Kesuma Agung Selaras (KAS) meresmikan jembatan dan akses jalan yang menghubungkan perumahan Graha Laras Sentul dengan kawasan sekitarnya.

EKONOMI | 30 September 2022

Gandeng Sinergy Networks, Surge Bidik Pendapatan Rp 821 M

PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge melalui PT Integrasi Jaringan Ekosistem (Weave) menandatangani perjanjian dengan Sinergy Networks.

EKONOMI | 30 September 2022

Traveloka Dapat Suntikan Dana US$ 300 Juta dari INA Dkk

Traveloka, mendapatkan fasilitas pendanaan US$ 300 juta dari Indonesia Investment Authority, BlackRock, Allianz Global Investors, Orion Capital Asia.

EKONOMI | 30 September 2022

ICT Business Partnership, Pengusaha Korea-Indonesia Jalin Kerja Sama

Kementerian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Korea bekerja sama dengan Korea National IT Industry Promotion Agency menggelar ICT Business Partnership.

EKONOMI | 29 September 2022

OPEC Disinyalir Pangkas Produksi, Harga Minyak Mentah Turun

Sempat menyentuh US$ 90 per barel, harga minyak mentah dunia Brent akhirnya turun pada perdagangan Jumat pagi (30/9/2022) di Asia.

EKONOMI | 30 September 2022

Dari Merugi Garuda Untung Rp 57 Triliun, Kok Bisa?

Laba bersih tersebut merupakan hasil dari pembalikan liabilitas atau utang setelah Garuda menuntaskan PKPU.

EKONOMI | 30 September 2022

Wall Street Melemah, S&P 500 Anjlok ke Level Terendah 2022

Wall Street ditutup melemah. Indeks S&P 500 jatuh ke level terendah tahun ini di tengah sentimen the Fed bakal tetap menaikkan suku bunga.

EKONOMI | 30 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Eks Pegawai KPK Minta Febri dan Rasamala Mundur dari Tim Kuasa Hukum Sambo

Eks Pegawai KPK Minta Febri dan Rasamala Mundur dari Tim Kuasa Hukum Sambo

NEWS | 5 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings