Pemerintah Dorong Pelaku UMKM Jalankan Kegiatan Usaha secara Digital
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemerintah Dorong Pelaku UMKM Jalankan Kegiatan Usaha secara Digital

Senin, 14 Juni 2021 | 21:21 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah terus mendorong pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk menjalankan kegiatan bisnis melalui sektor digital. Selama pandemi Covid-19 ada kenaikan 8 juta UMKM yang terhubung ke ekosisitem digital.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Teten Masduki, mengatakan, berdasarkan data dari Indonesian e-commerce Association (IDEA) per Mei 2021 sudah 13,5 juta UMKM yang sudah terhubung ke ekosistem digital.

Artinya sudah 21% dari total jumlah UMKM. Namun dalam pelaksanannya terdaapt sejumlah tantangan dalam pengembangan UMKM ke sektor digital.

Pertama yaitu untuk usaha di level mikro masih memiliki literasi digital, namun hal ini telah terbantu dengan adanya reseller. Teten menuturkan reseller membantu UMKM yang masih belum memiliki literasi digital. Reseller membantu UMKM yang belum memiliki karyawan yang belum paham tentang cara berjualan di marketplace

“Berjualan di online perlu reaksi cepat merespon konsumen,” kata Teten dalam acara Dialog Kadin dan Shopee Indonesia yang berlangsung secara virtual pada Senin (14/6/2021).

Kedua yaitu terkait kapasitas produksi, Teten mengatakan tidak hanya di market place namun penjualan di media sosial juga tinggi. Dari kajian yang Menkop dan UKM lakukan ternyata sudah banyak aplikasi yang membantu mulai dari sistem pembayaran, hingga sistem logistik untuk UMKM yang berjualan di media sosial.

“Bahkan media sosial juga bisa menjadi fase antar sebelum masuk ke e commerce dengan market yang besar,” ucap Teten.

Ketiga yaitu permasalah daya saing produk, dalam hal ini produk UMKM tidak hanya dipersiapkan untuk berjualan untuk berjualan di luar negeri tetapi harus dipersiapkan untuk berjualan di luar negeri. Teten mengatakan dari data yang dia dapatkan penjualan ekspor untuk UMKM ke luar ini juga masih rendah baru 4,68%.

“Kalau total ekspor nasional baru 14,3%. Tetapi yang khusus untuk e-commerce ke luar ini kecil. Kita ada kerjasama denagn Shopee, Lazada, Alibaba, juga Amazon untuk mendorong ekspor ritel lewat e-commerce. Saya kira ini sangat bagus untuk kita fokuskan,” kata Teten

Teten mengatakan pihaknya fokus untuk mengembangan UMKM yang sudah mempunyai permintaan pasar yang kuat. Dalam hal ini pelaku pelaku UMKM harus harus terhubung satu sama lain sehingga bisa bersinergi untuk terhubung ke pasar global.

Dia juga mendorong pihak Kamar Dagang dan Industri (Kadin) untuk terlibat dalam pengembangan UMKM. “Kalau fokus, kita menyiapakn produk umkm yang bisa terhubung ke pasar global saya kira kita akan bisa cepat. Karena itu kita butuh berpartner dengan Kadin. Dalam hal ini Kadin juga harus bersama-sama dengn pemerinta mendampingi umkm untuk bisa go global,” kata Teten.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Kadin bidang Pengembangan Pengusaha Nasional Arsjad Rasjid mengatakan pihaknya sedang berupaya untuk membuat innovation hub.

Dalam innovation hub akan tersedia fasilitas mentoring dengan tujuan untuk mendorong pelaku UMKM yang belum terhubung jadi bisa terhubung ke lembaga pembiayaan. “Sehingga UMKM bisa menerima pendaanaan ke depan,” imbuh Arsjad.

Arsjad juga mengajak pelaku e-commerce ini dalam meningkatkan literasi digital pelaku UMKM. Menurutnya dengan semakin banyaknya pelaku UMKM yang terhubung ke market place maka akan semakin tinggi jumlah transkaksi di platform tersebut.

“Untuk itu setiap kali ada pelaku UMKM terhubung ke e-commerce maka valuasinya akan naik. Sharinglah valuasi ini dengancara membantu pengusaha-pengusaha Umkm ini,” ucapnya.

Dia juga berpendapat bahwa pengembangan UMKM bisa dilakukan melalui kerjasama dengan rumah ibadah. Melihat banyaknya rumah ibadah yang ada di seluruh Indonesia tentu ini juga memiliki potensi ekonomi.

“Kita buat inovasi yang bisa kita kerjasamakan dengan rumah ibadah. Karena banyak sekali rumah ibadah di Indonesia yang sudah ada pengurus di situ dan bisa kerjasama,” ucapnya.

Sementara itu Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengatakan setiap harinya jumlah pelaku UMKM yang mengajukan pendaftaran Nomor Izin Berusaha (NIB) itu sekitar 120ribu sampai 150 ribu.

Artinya minat masyarakat untuk menjadi pengusaha semakin hari, semakin tinggi. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menambah jumlah pengusaha. “Maka proses digitalisasi ini adalah instrumen terpenting untuk melakukan kolaborasi dengan investor ,” kata Bahlil.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Dekarbonisasi Transportasi Didorong Guna Pacu Transisi Energi Bersih

Ambisi Indonesia untuk mengembangkan kendaraan listrikmenggantikan kendaraan konvensional harus didukung semua stakeholders.

EKONOMI | 14 Juni 2021

PP Presisi Kantongi Kontrak Baru Rp 2,2 Triliun

PT PP Presisi Tbk (PPRE) mengantongi kontrak baru senilai Rp 2,2 triliun dari sejumlah proyek infrastruktur dan jasa pertambangan.

EKONOMI | 14 Juni 2021

Finnet Raih Dua Penghargaan dari BPJS Kesehatan

Penghargaan ini menjadi motivasi kami agar selalu memberikan pelayanan yang terbaik untuk Finnet dan BPJS Kesehatan ke depannya.

EKONOMI | 14 Juni 2021

Sri Mulyani: Sembako di Pasar Tradisional Tidak Kena Pajak

Pajak tidak asal dipungut untuk penerimaan negara, tetapi disusun untuk melaksanakan asas keadilan.

EKONOMI | 14 Juni 2021

Warkop Digital Manfaatkan KUR demi Tingkatkan Ekonomi Desa

Kehadiran Warkop Digital, diharapkan mampu menjawab solusi atas terpuruknya perekonomian masyarakat akibat pandemi Covid-19.

EKONOMI | 14 Juni 2021

Kabelindo Murni Incar Penjualan Rp 1,5 Triliun

Hingga kuartal I 2021, Kabelindo Murni membukukan penjualan sebesar Rp 300,9 miliar, naik 18% dibandingkan dengan penjualan di periode yang sama tahun lalu.

EKONOMI | 14 Juni 2021

Sarana Menara Nusantara Lanjutkan Rencana Akuisisi?

Perusahaan menara telekomunikasi milik Grup Djarum itu, dikabarkan tengah mengincar perusahaan sejenis untuk diakuisisi.

EKONOMI | 14 Juni 2021

Pemerintah akan Bentuk PMO untuk Percepat Digitalisasi UMKM

Teten mengatakan pemerintah akan membentuk Project Management Officer agar bisa mencapai target 30 juta UMKM yang terhubung ke ekosistem digital.

EKONOMI | 14 Juni 2021

BI Sudah Injeksi Likuiditas Perbankan Rp 93,42 Triliun

BI sudah membeli SBN hingga Rp 115,87 triliun.

EKONOMI | 14 Juni 2021

Pajak Karbon Semen Perlu Ditinjau Ulang karena Masih Terdampak Pandemi

Untuk penerapan pajak karbon, harus berlandaskan asas keadilan.

EKONOMI | 14 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS