Hingga Mei, Utang Pemerintah Tembus Rp 6.418,1 Triliun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hingga Mei, Utang Pemerintah Tembus Rp 6.418,1 Triliun

Selasa, 15 Juni 2021 | 18:32 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / WBP

Jakartta, Beritasatu.com- Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat posisi utang pemerintah per akhir Mei 2021 mencapai Rp 6.418,15 triliun, atau naik 22% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5.258,57 triliun. Namun menurun 1,6% dibandingkan April 2021 mencapai Rp 6.527,29 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan bahwa tren kenaikan utang terjadi hampir di seluruh negara disebabkan langkah extraordinary untuk menyiapkan langkah penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN). “Ini sebabkan tren utang negara meningkat saat ekonomi merosot, kita lakukan kebijakan fiskal yang countercyclical dengan meminjam dan gunakan dana pinjaman untuk meminimalkan kontraksi ekonomi, tetapi itu dilakukan semua negara di dunia,” tuturnya dalam webinar BPK, Selasa (15/6/2021).

Menkeu mengatakan pelebaran defisit fiskal menyebabkan kenaikan jumlah utang pemerintah sekaligus menjadi risiko yang harus dihadapi. Namun di sisi lain, pemerintah akan terus mewaspadai ketidakpastian di pasar keuangan global yang menyebabkan kenaikan yield (imbal hasil) surat utang pemerintah AS US Treasury tenor 10 tahun yang juga mempengaruhi kenaikan yield surat berharga negara (SBN).

Secara terinci dalam bahan paparannya, utang pemerintah terdiri dari SBN sebesar Rp 5.580,02 triliun atau 86,94% dari total utang. Pinjaman sebesar Rp 838,13 triliun atau 13,06% dari keseluruhan utang pemerintah. SBN terdiri dari domestik atau berdenominasi rupiah sebesar Rp 4.353,56 triliun. Perinciannya surat utang negara (SUN) Rp 3.606,07 triliun dan surat berharga syariah negara (SBSN) Rp 747,49 triliun. Sedangkan SBN valas Rp 1.226,45 triliun, yang terdiri SUN Rp 984,20 triliun dan SBSN Rp 241,25 triliun.

Sementara untuk pinjaman pemerintah terdiri dari pinjaman dalam negeri sebesar Rp 12,32 triliun dan pinjaman luar negeri sebesar Rp 825,81 triliun. Pinjaman luar negeri ini terdiri dari pinjaman bilateral Rp 316,59 triliun, multilateral Rp 465,52 triliun, serta commercial bank Rp 43,46 triliun.

Lebih lanjut, dalam beberapa tahun terakhir dominasi penerbitan SBN berdampak pada peningkatan porsi SBN dalam outstanding utang. “Strategi pemerintah mendukung upaya pengembangan dan pendalaman pasar, menuju kemandirian pembiayaan dan mengurangi ketergantungan pada sumber pembiayaan luar negeri,” kata dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menantu Wapres Usul Bank Himbara Hapus Kredit Macet UMKM

Menurut Rapsel, banyak pengusaha UMKM yang tersandera kredit macet di bank-bank pemerintah.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Ini Strategi Stakeholders Pelabuhan Tanjung Priok Berantas Pungli

Rencana aksi tersebut di antaranya melakukan pemetaan atau mapping kerawanan lokasi terjadinya aksi premanisme dan pungli.

EKONOMI | 15 Juni 2021

SMART Bagikan Dividen Rp 460 Miliar

Dividen final yang akan dibagikan kepada pemegang saham sebesar Rp 460 miliar atau setara dengan Rp 160 per saham.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Wujudkan Indonesia Mandiri Bidang Kesehatan, Kemperin Optimalkan P3DN

Kemperin bertekad untuk turut mewujudkan kemandirian Indonesia dalam bidang kesehatan.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Tekan Bahan Baku Impor, Kemperin Kuatkan Rantai Pasok Industri Refraktori

Kemperin terus berupaya menguatkan rantai pasok untuk industri refraktori sehingga dapat berdaya saing, baik di kancah domestik maupun global.

EKONOMI | 15 Juni 2021

IHSG Menguat, Ini Saham Paling Banyak Ditransaksikan Secara Value dan Volume

Harga MDKA naik 1,4%, BBRI turun 2,76%, BBCA terangkat 0,94%, FREN menguat 2,13%, dan BMRI hijau 0,8%.

EKONOMI | 15 Juni 2021

IHSG Menguat, Asing Borong BMRI dan Lepas BBRI

Harga BMRI naik 0,8%, BBCA menguat 0,94%, TLKM terangkat 0,88%, GGRM naik 2,36%, dan ITMG hijau 1%.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Airlangga: Pandemi Covid-19 Tak Boleh Turunkan Target SDG’s

Airlangga Hartarto menegaskan, pandemi Covid-19 yang menjadi tantangan saat ini tidak boleh menurunkan semangat hingga menurunkan target SDG’s.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Pangsa Pemirsa TV MNC Group Naik Berkat Piala Eropa

Belanda melawan Ukraina meraih audience share 50,9%.

EKONOMI | 15 Juni 2021

IHSG Ditutup Menguat, YELO Melambung 24,4%

Harga YELO menguat 24,41%, ICON naik 12,5%, TPIA meningkat 12,35%, GDST melonjak 10,91%, dan JSKY terangkat 9,52%.

EKONOMI | 15 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS