Makin Kondusif, Laba Emiten Diramal Tumbuh 20-25%
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Makin Kondusif, Laba Emiten Diramal Tumbuh 20-25%

Selasa, 15 Juni 2021 | 23:22 WIB
Oleh : Mashud Toarik / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Sejumlah indikator ekonomi yang mulai tumbuh positif menunjukan pemulihan ekonomi nasional tengah berlangsung. Kondisi itu memperkuat optimisme para pelaku pasar untuk memperbesar porsi investasi mereka di pasar saham maupun reksa dana saham. Pada 2021, ada ruang pertumbuhan Earning Per Share (EPS) atau laba per saham emiten akan tumbuh sebesar 20%-25%.

Beberapa indikator yang mendasari optimisme pelaku pasar di antaranya, angka pertumbuhan ekonomi yang diukur berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) di kuartal I-2021, meski masih mengalami kontraksi -0,74% telah menunjukan perbaikan dibanding posisi kuartal IV-2020 sebesar -2,19 (q-to-q), juga dibanding periode yang sama tahun lalu (yoy), Maret 2020 yang -5,32%.

Geliat ekonomi juga tampak pada Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) per Mei 2021 yang berada di angka 104,4, juga indeks PMI yang berada di angka 55,3 pada bulan Mei 2021. Posisi IKK dan PMI yang menunjukan kenaikan dibanding bulan-bulan sebelumnya dikatakan pelaku pasar menjadi indikasi terjadinya ekspansi sektor riil, termasuk perusahaan-perusahaan di Tanah Air.

Memandang kondisi tadi, Chief Executive Officer PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, Lilis Setiadi mengatakan secara agregat adanya ruang pertumbuhan Earning Per Share (EPS) atau laba per saham emiten akan tumbuh sebesar 20%-25% pada tahun 2021. Sebagai catatan EPS growth emiten di tahun 2020 mengalami penurunan sebesar 20%.

Kendati begitu, Lilis mengakui bahwa pertumbuhan yang terjadi belum berimbang, sebab ada sektor yang lebih resilience dan unggul di tengah pandemi, serta ada sektor yang masih merangkak secara perlahan untuk recovery.

“Namun secara umum kondisi emiten kita yang tercatat di bursa cukup baik dan akan sangat kondusif bagi pasar saham kita tahun ini,” papar Lilis dalam dialog HOT ECONOMY bertema Mid-Year Economic Outlook yang ditayangkan secara Live di Beritasatu TV, Selasa petang (15/6/2021).

Lebih jauh Lillis mengapresiasi upaya pemerintah dalam mengendalikan pandemi Covid-19, termasuk gencarnya program vaksinasi terutama di daerah yang punya pengaruh besar terhadap perekonomian nasional yaitu Jakarta dan Bali. Vaksinasi di dua daerah tadi masing-masing telah mencapai angka 30% dan 27%.

“Vaksinasi bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi seiring rasa nyaman dan aman orang untuk melakukan mobilitas dan aktivitas ekonomi,” paparnya. Tidak kalah penting program stimulus yang digelontorkan pemerintah dinilai sangat penting untuk mempercepat pemullihan ekonomi.

Sebagai catatan, tahun 2020 lalu, pemerintah menggelontorkan dana sebesar Rp 580 trilliun dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional dan tahun ini jumlahnya meningkat menjadi sekitar Rp 700 triliun.

“Ekonomi kita masih butuh amunisi untuk tumbuh, karenanya program stimulus ini diharapkan terus dilanjutkan hingga aktivitas perekonomian dianggap sudah hampir sama dengan kondisi sebelum pandemi,” ujarnya.

Sebagaimana dipahami, pergerakan pasar saham tidak semata dipengaruhi oleh sentimen kinerja emiten tapi juga sentimen dari luar pasar, terkait hal ini Lilis mengingatkan pelaku pasar untuk memperhatikan tiga faktor penting yang mempengaruhi volatilitas pasar, yaitu: Pertama dan paling utama yaitu perkembangan jumlah kasus terinvekasi Covid-19 baik didalam negeri maupun luar negeri. Lalu perkembangan produksi vaksin, hal ini juga sangat terkait varian Covid yang terus bermutasi dan ini sangat berkaitan langsung aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Faktor kedua menurutnya adalah pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat di mana posisi inflasi dan perkembangan lapangan kerja akan menjadi landasan bagi The Fed dalam memutuskan kebijakan tapering.

Selanjutnya yang ketiga pelaku pasar diharapkan mencermati kelanjutan pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang dinilai sukses mengatasi pandemi.

“Harus dicermati apakah pertumbuhan berlanjut atau menurun, kalau menurun seberapa besar penurunan, jangan-jangan akan hard landing. Jadi tiga hal ini akan menjadi sentiment penting bagi pasar finansial sampai akhir tahun 2021 maupun tahun 2022 mendatang,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kuartal I, Darya Varia Serap Capex Rp 26 Miliar

PT Darya Varia Laboratoria Tbk (DVLA) pada tahun ini mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 134 miliar.

EKONOMI | 15 Juni 2021

BI Larang Lembaga Keuangan Fasilitasi Transaksi Mata Uang Kripto

Perry menegaskan, mata uang kripto atau cryptocurrency bukan alat pembayaran yang sah di Indonesia.

EKONOMI | 15 Juni 2021

2020, Kinerja PHE Capai 102% dari Target

Capaian ini hasil dari pengelolaan 57 anak perusahaan, enam perusahaan patungan dan dua perusahaan afiliasi.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Metrodata Resmi Jadi Distributor Perusahaan Semikonduktor Taiwan

Penambahan mitra baru ini bertujuan memenuhi permintaan gaming console, PC, dan notebook yang terus meningkat.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Sri Mulyani Sebut Pemulihan Ekonomi Tergantung "Gas dan Rem"

Jika kondisi ekonomi mulai pulih di tahun ini, maka pada tahun depan pemerintah siap menormalkan kembali kebijakan fiskal.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Alokasikan Capex US$ 80 Juta, BHIT Bidik Kenaikan Laba 20%

Sari total belanja modal US$ 80 juta, sekitar US$ 60 juta untuk lini bisnis media. Sementara sisanya bisnis layanan keuangan

EKONOMI | 15 Juni 2021

Menkeu Waspadai Varian Baru Covid-19 Berdampak pada Ekonomi

Percepatan vaksinasi merupakan kunci penanganan pandemi.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Intiland Luncurkan Tiga Klaster Rumah Tapak di Graha Natura

Intiland mempekuat pasar rumah tapak dengan meluncurkan tiga klaster baru di perumahan Graha Natura, Surabaya.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Hingga Mei, Utang Pemerintah Tembus Rp 6.418,1 Triliun

Tren kenaikan utang terjadi hampir di seluruh negara disebabkan langkah extraordinary untuk menyiapkan langkah penanganan pandemi Covid-19.

EKONOMI | 15 Juni 2021

Menantu Wapres Usul Bank Himbara Hapus Kredit Macet UMKM

Menurut Rapsel, banyak pengusaha UMKM yang tersandera kredit macet di bank-bank pemerintah.

EKONOMI | 15 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS