Logo BeritaSatu

Kebijakan Non-Tarif Pengaruhi Perkembangan Industri Makanan Minuman

Kamis, 17 Juni 2021 | 20:35 WIB
Oleh : Herman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – Kepala Penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta mengatakan kebijakan non-tarif atau non-tariff measures (NTM) turut memengaruhi perkembangan industri makanan dan minuman (mamin) di Indonesia. Hal ini juga berdampak pada perekonomian Indonesia karena industri mamin berkontribusi cukup signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB).

"NTM dalam perdagangan umum dilakukan banyak negara untuk mendukung tujuan politik dan ekonomi mereka. Namun penggunaan yang berlebihan justru dapat berdampak negatif bagi bisnis, konsumen, serta perekonomian secara umum. Indonesia merupakan salah satu negara yang paling banyak menggunakan hambatan ini, terutama di sektor pangan dan hasil pertanian. Hal ini berakibat pada tingginya harga pangan sehingga membebani konsumen, menggerogoti daya saing ekspor serta membahayakan ketahanan pangan nasional," kata Felippa Ann Amanta dalam acara diskusi yang digelar CIPS secara daring, Kamis (17/6/2021).

Menurut Felippa, industri mamin sangat terintegrasi dalam perdagangan global, baik untuk sumber bahan bakunya maupun untuk mengekspor produknya. NTM sendiri dapat memengaruhi perusahaan dan industri dalam dua cara, yaitu meningkatkan biaya input atau dengan menerapkan langkah-langkah saat mengekspor ke negara lain. Mereka membebankan biaya tambahan untuk bisnis melalui biaya penegakkan, biaya sumber, dan biaya adaptasi proses, demikian temuan penelitian CIPS.

Di sisi input, lanjut Felippa, industri mamin masih mengimpor bahan baku karena produksi komoditas dalam negeri seringkali tidak mencukupi kuantitas dan kualitas untuk diproses. Misalnya gandum, bahan utama mi instan, hampir 100% bersumber dari impor karena belum bisa ditanam secara optimal di Indonesia. Meski Indonesia termasuk dalam lima besar produsen cokelat dunia, produsen cokelat di Indonesia juga harus mengandalkan biji kakao impor karena rendahnya kualitas biji kakao Indonesia.

“Terlepas dari kelangkaan bahan baku untuk keperluan industri, perusahaan juga harus melalui proses perizinan impor yang rumit dan menunggu pelepasan kuota impor oleh kementerian terkait, termasuk Kementerian Perindustrian. Banyak NTM yang dikenakan pada bahan pangan dan pertanian untuk keperluan industri, seperti dalam kasus gula, dimaksudkan untuk mendorong keterkaitan ke belakang dengan ekonomi dalam negeri, untuk memprioritaskan produksi dalam negeri, dan untuk meningkatkan nilai tambah dalam negeri. Namun dampaknya seringkali tidak efektif,” jelas Felippa.

CIPS merekomendasikan tiga hal untuk meminimalkan dampak NTM. Kementerian Perdagangan sebaiknya melakukan peninjauan kembali atau evaluasi yang menyeluruh atas NTM yang ada dengan mengidentifikasi keuntungan atau kerugian tiap NTM, serta menghapus hambatan yang memiliki biaya tinggi.

Bersama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan juga sebaiknya mempertimbangkan penguatan infrastruktur serta sistem untuk menekan biaya kepatuhan. Terakhir, Kementerian Perdagangan sebaiknya menggantikan sistem kuota impor dengan sistem perizinan impor otomatis yang dapat mendorong transparansi, kepastian, dan kemudahan perdagangan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Menko Airlangga Harap G-20 Solid Jaga Stabilitas Ekonomi Dunia

Menko Airlangga Hartarto berhharap negara-negara G-20 solid untuk menjaga stabilitas ekonomi dunia.

EKONOMI | 24 Mei 2022

Kebijakan Kelistrikan Perlu Seimbangkan Harga Murah dan EBT

Sejumlah kebijakan dalam industri kelistrikan perlu ditata ulang agar target pengembangan pembangkit listrik berbasis EBT bisa dicapai.

EKONOMI | 24 Mei 2022

259 Saham Naik, IHSG Sesi I Naik 74 Poin Jadi 6.914

Volume perdagangan IHSG hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 141,0 miliar saham senilai Rp 8,8 triliun. 

EKONOMI | 24 Mei 2022

Target Indonesia di WEF 2022 Davos Pulihkan Ekonomi Dunia

Muhammad Lutfi menyebutkan target Indonesia dalam WEF 2022 di Davos, Swiss, adalah menemukan solusi atas berbagai masalah global.

EKONOMI | 24 Mei 2022

HUT Ke-61, Bank BJB Luncurkan New Experience DIGI

Bank BJB meluncurkan aplikasi New Expericence Digi pada puncak perayaan hari ulang tahun ke-61.

EKONOMI | 24 Mei 2022

Investasi Proyek Gas Bumi Dapat Menopang Transisi Energi

Pemanfaatan gas bumi untuk kepentingan domestik dapat digunakan sebagai jembatan dalam pelaksanaan transisi energi di Indonesia.

EKONOMI | 24 Mei 2022

48 Menit Awal Perdagangan, Rupiah Menguat ke Rp 14.653

Transaksi rupiah pagi ini diperdagangkan dalam kisaran Rp 14.653- Rp 14.667 per dolar AS dan yen Jepang di pasar spot exchange menguat 0,06 (0,05%).

EKONOMI | 24 Mei 2022

Asyik! 25 Menit Awal Perdagangan, IHSG Melonjak 84 Poin

IHSG di BEI dibuka naik di tengah menguatnya bursa saham Amerika Serikat (AS) di mana pukul 09.24 WIB, melonjak 84,2 poin (1,16%) menjadi 6.922. 

EKONOMI | 24 Mei 2022

Airlangga Ajak Investor Berinvestasi di Momen Emas Indonesia

Airlangga Hartarto dalam rangkaian agenda WEF 2022 di Davos, Swiss, mengajak para investor untuk berinvestasi di Indonesia.

EKONOMI | 24 Mei 2022

IHSG Berpotensi Koreksi Terbatas, Simak Saham Pilihan Ini

IHSG terlihat dalam tren netral. Apabila berada di bawah level 6.932, maka berpeluang turun terbatas untuk rebound.

EKONOMI | 24 Mei 2022


TAG POPULER

# Aturan Baru KTP


# Cekcok di Tol


# SEA Games


# HUT Jakarta


# Polisi Selingkuh


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Bekasi Fajar Bidik Marketing Sales Lahan Industri Rp 700 M

Bekasi Fajar Bidik Marketing Sales Lahan Industri Rp 700 M

EKONOMI | 9 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings