Kemkeu: Penanganan Covid-19 Melalui Kebijakan Fiskal yang Fleksibel
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kemkeu: Penanganan Covid-19 Melalui Kebijakan Fiskal yang Fleksibel

Kamis, 17 Juni 2021 | 21:56 WIB
Oleh : Arnoldus Kristianus / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Kementerian Keuangan (Kemkeu) menjalankan pengelolaan APBN secara fleksibel dalam penanganan dampak pandemi Covid-19. Hal ini terlihat dari defisit APBN di tahun 2021 yang sebesar 5,7% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Sementara sebelum pandemi Covid-19 batas maksimal defisit adalah 3% dari PDB.

“Dalam kondisi semacam ini dari sudut pandang perekonomian kami paham bahwa sangatlah penting kebijakan fiskal harus terus fleksibel. Namun kita akan tetap menjaga integritas dari anggaran yang ada. Tahun ini 5,7% dari PDB akan dapat kita jaga,” ucap Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam peluncuran laporan Indonesia Economic Prospects, pada Kamis (17/6/2021).

Fleksibilitas kebijakan fiskal bukan berarti defisit tinggi setiap tahun atau mengubah defisit dengan sangat cepat. Dalam kondisi pandemi banyak tercipta extra ordinary policy. Hal tersebut terus dirumuskan pemerintah dengan seluruh pihak terkait. Respons fiskal dalam penanganan pandemi dilakukan dengan membuat prioritas yang baik.

“Implementasi anggaran sifatnya sangat fleksibel, kita bisa meningkatkan bantuan sosial misalnya dan kita sekarang juga meningkatkan bantuan sosial. Tetapi bukan berarti ini akan meningkatkan belanja pemerintah secara keseluruhan,” kata Suahasil.

Suahasil mengatakan dengan pertumbuhan ekonomi, perlahan defisit fiskal akan turun. Diharapkan saat terjadi penurunan defisit fiskal bersamaan dengan peningkatan konsumsi dan investasi. “Maka ini akan mendukung kemajuan atau pertumbuhan ekonomi, game changer-nya adalah vaksin,” ucap Suahasil.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengatakan pada tahun 2020 pemerintah menjalankan kebijakan APBN secara countercyclical. Saat penerimaan menurun, belanja terus ditingkatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Kebijakan countercyclical ini terus berlanjut di tahun 2021.

“Di masa pandemi pemerintah Indonesia melakukan anggaran yang kita sebut dengan istilah countercyclical spending. Kekuatan dari kebijakan fiskal itu punya peranan besar tetapi juga punya limitasi,” ucap Febrio dalam kesempatan yang sama .

Oleh karena itu pemerintah harus membuat prioritas yakni sektor kesehatan karena situasi pandemi ini harus dimitigasi dengan vaksinasi. “Ini masih menjadi prioritas kita, dulu ini tidak pernah menjadi prioritas kita, tetapi sekarang karena pandemi seluruh negara di dunia akan fokus pada sektor kesehatan,” ucap Febrio.

Prioritas berikutnya adalah memberikan stimulus untuk masyarakat dan dunia usaha sehingga pemulihan ekonomi nasional bisa terjadi. Namun di di tahun 2021 pemerintah melihat penerima stimulus yang agak berbeda dibandingkan tahun 2020. “Tahun ini kita melihat sektor-sektor yang punya ritme pemulihan yang tinggi,” kata Febrio.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Garuda Kembali Tunda Pembayaran Kupon Sukuk Global

Penundaan karena kondisi perseroan yang terdampak signifikan imbas pandemi Covid-19.

EKONOMI | 17 Juni 2021

Perluas Peluang Bisnis, Adhi Commuter Gandeng Pembangunan Sarana Jaya

Lewat kerja sama ini, lahan masing-masing perusahaan akan dikolaboraskan sehingga memberi keuntungan bagi kedua perusahaan.

EKONOMI | 17 Juni 2021

Prudential Indonesia Gandeng PasarPolis Perluas Akses Penjualan

Kemitraan antara Prudential Indonesia dan PasarPolis dalam memasarkan PRUTect Care - Hospital Cash.

EKONOMI | 17 Juni 2021

Bantu APBN, BI Sudah Beli SBN Rp 116,26 Triliun

BI juga telah melakukan injeksi likuiditas atau quantitative easing di perbankan hingga 15 Juni, mencapai Rp 94,03 triliun.

EKONOMI | 17 Juni 2021

Kadin Daerah dari 25 Provinsi Nyatakan Siap Hadiri Munas di Kendari

Kadin Daerah dari 25 provinsi sudah menyatakan kesiapannya untuk hadir dalam Munas VIII Kadin yang akan digelar 30 Juni 2021 di Kendari.

EKONOMI | 17 Juni 2021

Kebijakan Non-Tarif Pengaruhi Perkembangan Industri Makanan Minuman

Industri mamin sangat terintegrasi dalam perdagangan global, baik untuk sumber bahan bakunya maupun untuk mengekspor produknya.

EKONOMI | 17 Juni 2021

Bos BI: The Fed Masih Akomodatif, Isu Tapering Masih Terlalu Dini.

The Fed masih melanjutkan pembelian surat berharga sampai dengan ada perkembangan substansial inflasi dan tenaga kerja.

EKONOMI | 17 Juni 2021

Chang Su Choi Nakhoda Baru KB Bukopin Gantikan Rivan

Chang Su Choi sebelumnya menjabat sebagai komisaris KB Bukopin dan mengundurkan diri menjelang RUPST.

EKONOMI | 17 Juni 2021

Sektor Makanan Dominasi Daftar Merek Tumbuh Pesat 2020

Lima kategori produk FMCG yang paling banyak dipilih konsumen, yakni mie instan, biskuit, kopi instan, deterjen, dan penyedap rasa.

EKONOMI | 17 Juni 2021

Progres Konstruksi 76%, Simpang Susun Akses KIT Batang Rampung Agustus

Simpang Susun (SS) Akses Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang sepanjang 3,1 kilometer (km) rampung pada Agustus 2021.

EKONOMI | 17 Juni 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS