BSI Komit Jaga Prinsip Perbankan Syariah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

BSI Komit Jaga Prinsip Perbankan Syariah

Jumat, 18 Juni 2021 | 10:37 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI berkomitmen akan terus menjaga dan mendorong penerapan prinsip perbankan syariah yang adil, seimbang dan maslahat sesuai syariat Islam. Prinsip tersebut senantiasa diaplikasikan secara masif untuk memenuhi ekspektasi seluruh pemangku kepentingan.

Sebagai bank syariah terbesar di Tanah Air, BSI menjamin prinsip-prinsip Islam tersebut telah dilaksanakan dalam praktik perbankan. Contohnya adalah pelaksanaan murabahah atau kegiatan jual beli barang pada harga asal dengan tambahan keuntungan yang sudah disepakati antara penjual dan pembeli.

Murabahah menjadi salah satu kegiatan jual beli yang diperbolehkan dalam Islam. Dalam akad murabahah, penjual harus memberi tahu pembeli mengenai harga pembelian produk. Kemudian penjual menyatakan jumlah keuntungan yang didapat dari produk tersebut.

Jika harga disepakati bersama, akad murabahah pun akan terjadi. Akad ini diadopsi BSI salah satunya dalam produk griya untuk pembiayaan kepemilikan rumah yang belum lama ini dihadirkan bank syariah pelat merah tersebut untuk nasabah.

“Prinsip utama dalam perbankan syariah yaitu pembagian keuntungan dan kerugian, serta pelarangan pengambilan bunga atas suatu pinjaman. Prinsip itu sangat tegas, yang pertama adalah harus melakukan investasi dalam bidang usaha yang halal. Jadi setiap produk atau inisiatif apapun yang kami lakukan harus mendapatkan persetujuan dari Dewan Pengawas Syariah. Bahwa itu layak atau tidak untuk dipasarkan,” ujar Direktur Utama BSI, Hery Gunardi dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (18/6/2021).

Terkait penerapan syariat Islam dalam lembaga yang dipimpinnya, Hery menegaskan pihaknya berkomitmen penuh dan menerapkannya secara berkesinambungan. Agar hal itu berjalan konsisten, manajemen BSI diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah sehingga proses bisnis dan operasional selalu selaras dengan hukum Islam.

Dengan menjaga prinsip sesuai hukum Islam tersebut, Hery memberikan garansi kepada seluruh stakeholder jika BSI tidak seperti bank konvensional. Terlebih BSI memiliki Dewan Pengawas Syariah yang dipimpin oleh Hasanuddin, yang juga Ketua Harian Dewan Syariah Nasional.

Indonesia sebagai negara Muslim terbesar, lanjut Hery, memiliki peranan untuk mendorong pengembangan bank syariah yang lebih masif. Untuk itu pihaknya akan lebih agresif melakukan literasi perbankan syariah.

“Terlebih saat ini banyak masyarakat yang cenderung makin taat secara spiritual, mementingkan aksi sosial, dan safe security,” tuturnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mempertanyakan tentang prinsip Islam yang dijalankan oleh BSI sebagai gabungan beberapa bank syariah milik Himbara. Andre mengkhawatirkan BSI justru masih menganut prinsip ekonomi kapitalis yang menjalankan praktik perbankan konvensional pada produk-produknya.

Menurut Andre, bank syariah seharusnya memberikan beragam manfaat yang tidak tersedia di bank konvensional, yakni aman menabung bertransaksi tanpa riba. Politisi Partai Gerinda itu berharap BSI betul-betul menerapkan sistem ekonomi Islam agar mayoritas masyarakat dapat merasakan sistem perbankan syariah yang diberikan oleh BSI.

Di sisi lain, sejatinya Dewan Syariah Nasional MUI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatur bahwa selain akad murabahah bank syariah pun dapat melakukan akad wakalah. OJK sebagai regulator mengaturnya dalam Penjelasan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 31/POJK.05/2014 Tentang Penyelenggaraan Usaha Pembiayaan Syariah.

Hadirkan Produk Keuangan Syariah yang Lebih Kompetitif
Adapun untuk meraih lebih besar nasabah, Hery menjelaskan produk-produk bank syariah harus lebih kompetitif ke depan. Hery mengakui adanya keluhan terkait anggapan bahwa biaya produk keuangan syariah lebih mahal. Menurutnya hal itu dikarenakan ukuran bank syariah yang masih kecil. Sehingga kemampuan untuk mobilisasi dana masyarakat masih terbatas.

Dia menjelaskan bahwa pada saat BSI terbentuk 1 Februari 2021, pihaknya masih memiliki banyak sekali ‘dana mahal’ yang merupakan limpahan dari tiga bank syariah milik Himbara sebelum merger. Seperti diketahui BSI merupakan bank syariah hasil peleburan PT Bank Syariah Mandiri, PT BRI Syariah dan PT BNI Syariah.

Setelah melakukan merger tiga bank syariah milik Himbara tesebut, kini jumlah cabang BSI menjadi 1.365 unit. Pihaknya optimistis dengan jaringan operasional semakin luas, akan mampu meraih dana lebih besar terutama dana murah.

Optimisme Hery soal biaya produk yang akan semakin ekonomis bertambah besar. Pihaknya melihat ada fenomena menarik di sektor keuangan khususnya perbankan syariah. Fenomena tersebut dipicu oleh gerakan hijrah komunitas.

Fenomena hijrah memunculkan banyak penabung baru di bank syariah. Hal itu menambah jumlah basis nasabah dan volume simpanan. Dengan demikian diharapkan dapat semakin menurunkan biaya dana bank syariah yang berimplikasi pada produk keuangan yang lebih kompetitif di masa depan.

“Banyak sekali penabung-penabung di bank syariah itu yang tidak menginginkan margin. Jadi benar-benar menitip dananya,” ujarnya.

Untuk mengakomodir segmen nasabah tersebut, BSI pun menyediakan produk tabungan wadiah atau titipan. Dari sekitar Rp200 triliun dana pihak ketiga (DPK) yang telah dihimpun BSI, sekitar Rp20 triliun atau sekitar 10% – 15% merupakan tabungan wadiah.

Setelah melakukan strukturisasi melalui peningkatan produk tersebut, cost of fund BSI yang semula berada di kisaran 3,5%, turun ke level 2,1%. Hery meyakini peluang penurunan lebih lanjut masih sangat terbuka seiring dengan peningkatan dana berbiaya murah.

“Pertumbuhannya cukup tinggi. Jadi kami sekarang memang memilih-milih dana di mana kita menumbuhkan kemampuan tabungan wadiah ini. Kemudian deposito yang mungkin terlalu mahal, yang tadinya kita butuh di saat legacy dulu, sekarang mungkin kami kurangi,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ada Pelonggaran PPKM, Okupansi Hotel di Jakarta Belum Naik Signifikan

Menurut PHRI, saat ini tingkat okupansi hotel di Jakarta memang mulai merangkak, tetapi peningkatannya tidak merata.

EKONOMI | 27 September 2021

PHRI DKI Tolak Rencana Sertifikasi CHSE, Ini Alasannya

PHRI DKI Jakarta menolak rencana pemerintah untuk mewajibkan sertifikasi CHSE bagi industri pariwisata, khususnya sektor hotel dan restoran.

EKONOMI | 27 September 2021

Kepala Daerah Diminta Perkuat Pendataan Rumah Tidak Layak Huni

Kementerian PUPR memita kepala daerah untuk memperkuat pendataan rumah tidak layak huni (RTLH) sebagai pedoman pelaksanaan program perumahan.

EKONOMI | 27 September 2021

Indeks Zona Merah Sementara, 5 Saham Ini Melesat

PKPK meningkat 3,07%, FOOD naik 23,08%, RODA menguat 17,65% dan AYLS terangkat 12,96%.

EKONOMI | 27 September 2021

Mitrabara Adiperdana Akan Bagikan Dividen Interim Rp 414 Miliar

PT Mitrabara Adiperdana Tbk (MBAP) akan membagikan divdiden interim untuk tahun buku 2021 sebesar Rp 414 miliar.

EKONOMI | 27 September 2021

Sesi I, IHSG Berbalik Melemah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,38% ke 6.121,6 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Senin (27/9/2021).

EKONOMI | 27 September 2021

Triniti Land Mulai Bangun Tower The Scott

PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) atau Triniti Land telah melaksanakan groundbreaking tower The Scott.

EKONOMI | 27 September 2021

Simas Insurtech dan Fuse Gandeng Tokopedia Pasarkan Asuransi

Fuse bersama dengan Simas Insurtech mengumumkan kemitraan strategis dengan Tokopedia untuk berbagai produk asuransi umum dengan harga terjangkau.

EKONOMI | 27 September 2021

Kurs Rupiah Relatif Datar di Rp 14.250

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Senin (27/9/2021), terpantau menguat tipis ke kisaran Rp 14.250.

EKONOMI | 27 September 2021

IHSG Berpotensi Menguat, 5 Saham Ini Layak Dikoleksi

Agar tetap cuan, Valbury Sekuritas Indonesia menyarankan para investor untuk cermati saham BBRI, PGAS, TINS, ANTM, PTPP.

EKONOMI | 27 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Lionel Messi


# Kebakaran Lapas Tangerang


# SUN



TERKINI
Mulai Oktober, Fitur PeduliLindungi Tersedia di Grab, Gojek hingga Jaki

Mulai Oktober, Fitur PeduliLindungi Tersedia di Grab, Gojek hingga Jaki

KESEHATAN | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings