Logo BeritaSatu
Pemulihan Ekonomi

Lonjakan Kasus Covid-19 Jadi Ancaman Terbesar Pemulihan Ekonomi

Senin, 21 Juni 2021 | 14:02 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (Kemkeu), Luky Alfirman menyebut, pandemi Covid-19 dapat menjadi ancaman besar di seluruh dunia termasuk bagi Indonesia karena perkembangan kasusnya masih sulit untuk diprediksi. Apalagi, beberapa hari terakhir terjadi lonjakan kasus harian Covid-19 di Indonesia meningkat drastis.

Berdasarkan catatannya, kasus positif Covid-19 di Indonesia mengalami penambahan sebanyak 12.990 dari data Kamis (17/6/2021) yang tercatat masih 1.950.276 orang. Sehingga total kumulatif kasus yang disebabkan virus corona itu menjadi 1.963.266 orang.

"Hal ini menunjukkan, pandemi adalah sesuatu yang harus kita waspadai. Covid-19 menjadi ancaman besar dan perubahannya masih sulit diprediksi," kata dia dalam peluncuran SBR010, Senin (21/6/2021).

Luky menjelaskan, sejak memasuki awal tahun 2021, pemerintah melihat optimisme terhadap kinerja ekonomi sejalan dengan berbagai peningkatan indikator pemulihan ekonomi dan kasus covid-19 pada saat itu diharapkan sudah mulai mereda untuk kasus positif maupun kasus kematian di dunia dan Indonesia.

Namun di pertengahan tahun, pemerintah justru melihat terjadinya lonjakan kasus covid-19 yang masih harus terus diwaspadai oleh berbagai pihak. Disisi lain, Indonesia sendiri saat ini tengah berupaya untuk melakukan pemulihan ekonomi.

"Kita tahu kita, ketika memulai awal tahun 2021, saat itu kami menyampaikan punya pengharapan worst is over, dengan berbagai indikator ekonomi nasional pemulihan meningkatkan, pandemi covid-19 tunjukkan tren positif dan kasus dan angka kematian harian baik dunia maupun di Indonesia. Namun, dalam beberapa minggu terakhir ini kita semua melihat kasus covid-19 kembali melonjak Indonesia maupun di beberapa negara di dunia ini," tegasnya.

Lucky berpesan kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada, selalu menjaga pola hidup sehat, dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Pemerintah dalam hal ini juga terus mendorong pemulihan ekonomi yang berfokus kepada penanganan kesehatan serta pemulihan ekonomi dengan tetap melanjutkan reformasi untuk memperkuat pondasi perekonomian.

"Upaya percepatan pemulihan dilakukan diantaranya melalui pemberian vaksinasi gratis bagi masyarakat Indonesia serta penyediaan Program stimulus ekonomi. Anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN 2021 diupayakan akan terus memberikan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung," tandasnya.

Tak hanya itu, Lucky mengatakan, belanja negara juga diarahkan untuk percepatan program vaksinasi yang hingga pekan kemarin, vaksinasi sudah diberikan kepada 35,3 juta penduduk. "Indonesia saat ini di urutan 12 dengan tingkat pemberian vaksinasi kurang lebih 507 dosis vaksin per minggunya," tuturnya.

Selain itu, pemerintah dan DPR telah menyepakati defisit APBN untuk bersatu adalah sebesar 5,7% terhadap PDB atau kurang lebih Rp 1.006,4 triliun. Maka untuk memenuhi pembiayaan APBN 2021 pemerintah akan menempuh kebijakan utang secara oportunistik terukur namun tetap prudent.

"Strategi pembiayaan APBN melalui utang di tahun 2021, terus akan terus mempertimbangkan kondisi kas negara, proyeksi penerimaan dan kebutuhan belanja pemerintah," pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Infrastruktur Era Jokowi Solusi Tingkatkan Daya Saing

Kebijakan pembangunan infrastruktur era Presiden Jokowi merupakan solusi meningkatkan daya saing ekonomi.

EKONOMI | 29 September 2022

OJK Perluas Akses Keuangan di Daerah Melalui TPAKD

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas akses keuangan masyarakat di daerah, melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

EKONOMI | 29 September 2022

Ini Asumsi Makro APBN 2023 yang Disepakati Pemerintah dan DPR

Defisit APBN 2023 disepakati sebesar Rp 598,2 triliun atau 2,84% dari total PDB 2023 yang mencapai Rp 21.037 triliun.

EKONOMI | 29 September 2022

Sri Mulyani Beberkan Bukti APBN Sudah Dikelola Efektif

Sri Mulyani menegaskan, Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil menjaga defisit APBN relatif rendah dan menurun secara cepat.

EKONOMI | 29 September 2022

Sri Mulyani Sebut Risiko Resesi Makin Rumit, Seperti Apa?

Menurut Sri Mulyani, inflasi yang sangat tinggi telah mendorong respons kebijakan moneter terutama di Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya.

EKONOMI | 29 September 2022

Tangani Sampah Makanan, NFA Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menyerukan kolaborasi lintas sektoral untuk penanganan sampah makanan atau food waste di Indonesia.

EKONOMI | 29 September 2022

OJK Minta Multifinance Lebih Hati-hati Menyongsong 2023

Hampir semua indikator perekonomian global dan domestik berpotensi menurun, sehingga berdampak pada stabilitas dan pertumbuhan industri multifinance.

EKONOMI | 29 September 2022

Jasa Agen Asuransi Sumbang PPN Rp 36 Miliar Per Agustus 2022

Founder Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) Wong Sandy Surya menjelaskan, sejak 2009 komisi agen asuransi dikenakan PPh 50%.

EKONOMI | 29 September 2022

Miris, Sampah Makanan Indonesia Capai 48 Juta Ton Per Tahun

Timbunan sampah makanan atau food loss and waste di Indonesia mencapai 48 juta ton per tahun, yang berasal dari lima tahap rantai pasok pangan.

EKONOMI | 29 September 2022

Krisis Inggris, Sri Mulyani: APBN Kuat Jadi Shock Absorber

Sri Mulyani Indrawati menegaskan, APBN harus kuat agar bisa menjalankan fungsinya sebagai peredam guncangan atau shock absorber.

EKONOMI | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Infrastruktur Era Jokowi Solusi Tingkatkan Daya Saing

Infrastruktur Era Jokowi Solusi Tingkatkan Daya Saing

EKONOMI | 5 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings