Logo BeritaSatu

Imbas Pandemi, Branchless Banking Kian Diminati

Rabu, 23 Juni 2021 | 22:04 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Layanan perbankan digital terus mengalami pertumbuhan seiring dengan masih diberlakukannya pembatasan interaksi fisik pada masa pandemi Covid-19.

Kondisi tersebut, menjadikan layanan perbankan tanpa cabang atau lebih dikenal dengan branchless banking menjadi hal yang menarik untuk terus dikembangkan di Indonesia.

Direktur Utama Lintasarta, Arya Damar, mengatakan, pandemi Covid-19 ini mendorong proses digitalisasi dalam banyak hal, termasuk industri perbankan.

"Sekarang infrastruktur sudah semakin mendukung layanan digital, dibuktikan dengan jaringan telekomunikasi yang semakin luas berkat dukungan pemerintah agar jaringan internet juga menjangkau daerah terluar, terpencil, terdalam di Indonesia,” kata Arya Damar, Rabu (23/6/2021).

Namun demikian, lanjut Arya, ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian saat pelaksanaan digitalisasi dilakukan. Pertama, peningkatan dan pengembangan layanan digital haruslah pada akhirnya bertujuan untuk mempermudah dan mempercepat proses-proses layanan yang diberikan kepada pelanggan. Kedua, tidak hanya secara sistem, namun aspek lainnya pun harus dapat mengimbangi dan memberikan dukungan penuh.

"Tantangannya banyak sekali, kita harus siap digital mulai dari talenta harus siap menghadapi perubahan sistem digital, kemudian blue print harus jelas apa yang akan ditetapkan untuk digitalisasi, seperti segmen pasarnya, produk yang mana dan teknologinya bagaimana. Itu semua tentu perlu bersinergi, tidak berjalan sendiri-sendiri,” jelasnya.

Arya mengungkapkan, untuk membantu industri perbankan dalam meningkatkan layanan digital, Lintasarta menyiapkan solusi-solusi yang memadai dan siap digunakan oleh para pelaku industri untuk kembali menjalankan bisnisnya di kondisi seperti ini.

Lintasarta menghadirkan solusi ICT melalui Lintasarta electronic Know Your Customer (e-KYC) dan Lintasarta Third Party Card Management (TPCM) yang dapat mendukung layanan digital perbankan ataupun keuangan non-bank.

"Lintasarta e-KYC adalah prosedur untuk mengidentifikasi dan melakukan verifikasi identitas pelanggan secara digital atau online. e-KYC akan membantu mempermudah calon nasabah yang ingin membuka rekening baru atau mendaftar pinjaman tanpa harus datang langsung ke bank," jelasnya.

Sedangkan Lintasarta Third Party Card Management (TPCM) adalah solusi lengkap untuk pengembangan bisnis proses produk kartu kredit. Layanan ini terbilang lengkap dengan cakupan layanan aktivasi, transaksi, pembuatan tagihan, hingga pengawasan dari fraud.

"Satu hal penting untuk dicatat adalah tentang keamanan Lintasarta Third Party Card Management. Mengingat Lintasarta merupakan perusahaan penyedia data center lokal di Indonesia, seluruh infrastruktur penunjang telah tersertifikasi, sehingga data dari setiap transaksi maupun data terkait kartu kredit yang lainnya akan terjaga dengan baik. Kita coba dukung digitalisasi, dengan menawarkan kemudahan dan efisiensi,” pungkasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Infrastruktur Era Jokowi Solusi Tingkatkan Daya Saing

Kebijakan pembangunan infrastruktur era Presiden Jokowi merupakan solusi meningkatkan daya saing ekonomi.

EKONOMI | 29 September 2022

OJK Perluas Akses Keuangan di Daerah Melalui TPAKD

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperluas akses keuangan masyarakat di daerah, melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

EKONOMI | 29 September 2022

Ini Asumsi Makro APBN 2023 yang Disepakati Pemerintah dan DPR

Defisit APBN 2023 disepakati sebesar Rp 598,2 triliun atau 2,84% dari total PDB 2023 yang mencapai Rp 21.037 triliun.

EKONOMI | 29 September 2022

Sri Mulyani Beberkan Bukti APBN Sudah Dikelola Efektif

Sri Mulyani menegaskan, Indonesia menjadi salah satu negara yang berhasil menjaga defisit APBN relatif rendah dan menurun secara cepat.

EKONOMI | 29 September 2022

Sri Mulyani Sebut Risiko Resesi Makin Rumit, Seperti Apa?

Menurut Sri Mulyani, inflasi yang sangat tinggi telah mendorong respons kebijakan moneter terutama di Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Eropa lainnya.

EKONOMI | 29 September 2022

Tangani Sampah Makanan, NFA Dorong Kolaborasi Lintas Sektor

Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menyerukan kolaborasi lintas sektoral untuk penanganan sampah makanan atau food waste di Indonesia.

EKONOMI | 29 September 2022

OJK Minta Multifinance Lebih Hati-hati Menyongsong 2023

Hampir semua indikator perekonomian global dan domestik berpotensi menurun, sehingga berdampak pada stabilitas dan pertumbuhan industri multifinance.

EKONOMI | 29 September 2022

Jasa Agen Asuransi Sumbang PPN Rp 36 Miliar Per Agustus 2022

Founder Perkumpulan Agen Asuransi Indonesia (PAAI) Wong Sandy Surya menjelaskan, sejak 2009 komisi agen asuransi dikenakan PPh 50%.

EKONOMI | 29 September 2022

Miris, Sampah Makanan Indonesia Capai 48 Juta Ton Per Tahun

Timbunan sampah makanan atau food loss and waste di Indonesia mencapai 48 juta ton per tahun, yang berasal dari lima tahap rantai pasok pangan.

EKONOMI | 29 September 2022

Krisis Inggris, Sri Mulyani: APBN Kuat Jadi Shock Absorber

Sri Mulyani Indrawati menegaskan, APBN harus kuat agar bisa menjalankan fungsinya sebagai peredam guncangan atau shock absorber.

EKONOMI | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
KDRT Lesti Kejora, Kolom Komentar Instagram Rizky Billar Diserbu Netizen

KDRT Lesti Kejora, Kolom Komentar Instagram Rizky Billar Diserbu Netizen

LIFESTYLE | 17 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings