Valuasi dan Penyerapan IPO Unicorn Masih Tanda Tanya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Valuasi dan Penyerapan IPO Unicorn Masih Tanda Tanya

Kamis, 24 Juni 2021 | 19:32 WIB
Oleh : Gita Rossiana / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Direktur PT MNC Asset Management Edwin Sebayang mengatakan, terlepas dari sedang tingginya 'hype' dari unicorn yang akan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham dan melantai di bursa domestik, saat ini para analis dan investor masih memperdebatkan mengenai valuasi dan tingkat absorbsi dari IPO unicorn tersebut.

"Memang pilihan bagus bagi investor ketika unicorn masuk. Namun realitanya ada konflik antara analis konvensional dan modern serta antara investor konvensional dan modern mengenai valuasi dari unicorn ini dan apakah bisa diabsorpsi," jelas dia dalam acara Zooming With Primus dengan tema “Startup Masuk Bursa” secara virtual di BeritaSatu TV, Kamis (24/6/2021).

Menurut Edwin, apabila unicorn ini akan IPO dengan target dana di bawah Rp 1 triliun, mungkin masih bisa diterima oleh pasar modal Tanah Air. Pasalnya, di sisi lain banyak emiten yang sedang membutuhkan dana dengan melakukan rights issue. Namun apabila unicorn ini akan IPO dengan target dana di atas Rp 1 triliun, maka tentunya tidak bisa hanya tercatat di bursa domestik. Unicorn ini harus tercatat juga di bursa luar negeri seperti bursa Hong Kong atau Amerika Serikat (AS).

"Kalau misalkan di atas Rp 1 triliun, maka akan berat bagi pasar Indonesia untuk menerimanya," papar dia.

Edwin memaklumi antusiasme akan kehadiran unicorn ini karena bisa menambah kapitalisasi pasar di bursa dan juga menarik investor asing ke Tanah Air. Pasalnya, GoTo, perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia, dengan valuasi sekitar US$ 45 miliar bisa menjadi emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar kedua di bawah BCA apabila jadi melakukan IPO.

Kendati demikian, investor yang akan berinvestasi di saham tersebut tentunya mempertanyakan struktur bisnis yang dimiliki. Edwin mencontohkan seperti halnya bisnis bank, maka harus jelas mengenai lending dan funding-nya, klien dan deposannya siapa saja.

Lebih lanjut, unicorn juga perlu memperhatikan keberlangsungan sahamnya di pasar modal. Edwin menjelaskan, dari sekitar 800 emiten yang tercatat saat ini, kurang dari 10% yang sahamnya bergerak aktif. Sementara investor ritel yang menguasai 60% investor pasar modal sangat memperhatikan pergerakan dan likuiditas dari sebuah saham. Ciri khas dari transaksi investor ritel ini juga sangat pendek, yakni hanya 1-2 hari. Karenanya, diperlukan pula market maker yang bisa mendorong pergerakan harga saham unicorn ini.

"Kalau tidak ada market maker, dan sahamnya tidak bergerak, investor tidak akan masuk," papar dia.

Kalaupun unicorn mengandalkan manajer investasi atau dana pensiun, investor tipe ini sangat melihat valuasi dan likuiditas dari saham tersebut. Apabila saham tersebut terlalu mahal dan tidak likuid, mereka akan cenderung menghindarinya. Begitupun dengan investor asuransi yang sangat memperhatikan cashflow dalam berinvestasi di saham.

"At the end, dalam melihat sebuah emiten akan kembali lagi dari sisi valuasi. Investor juga melihat top line dan bottom line dari sebuah saham, apakah masih merugi atau tidak," tutur dia.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily


BERITA LAINNYA

Dua Anak Usaha Archi Raih Penghargaan ISDA 2021

PT MSM dan PT TTN berhasil mendapatkan Platinum, penghargaan tertinggi atas pencapaian program-program SDGs.

EKONOMI | 24 September 2021

Elnusa Petrofin-Bank Mandiri Jalin Kerja Sama Pembiayaan

Kerja sama dalam fasilitas layanan pembiayaan diharapkan mampu menunjang dan memperkuat pertumbuhan bisnis Elnusa Petrofin.

EKONOMI | 24 September 2021

Perbaikan Tata Kelola Sawit Belum Selesai, Moratorium Dinilai Perlu Dilanjutkan

Jika moratorium sawit dihentikan atau tidak dilanjutkan maka akan berpotensi meningkatkan jumlah lahan sawit.

EKONOMI | 24 September 2021

Dorong Penjualan, Megariamas Luncurkan Website Baru Feelancy

PT Megariamas Sentosa meluncurkan website baru untuk Felancy guna mendorong transaksi penjualan produsen pakaian dalam wanita itu.

EKONOMI | 24 September 2021

Puan: Transformasi Digital UMKM Bantu Tingkatkan Perekonomian Rakyat

Ketua DPR Puan Maharani mendukung akselerasi transformasi digital bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)karena membantu perekonomian rakyat

EKONOMI | 23 September 2021

Investasi Data Center Terkendala Infrastruktur Jaringan dan Pasokan Listrik

Kurangnya infrastruktur jaringan dan pasokan listrik yang tidak stabil, menjadi faktor penghambat masuknya investasi data center di Indonesia.

EKONOMI | 23 September 2021

Ananta Wahana: ASDP Menyulap Pelabuhan Merak Secara Revolusioner

Ananta Wahana menyebut PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menyulap Pelabuhan Merak secara revolusioner.

EKONOMI | 23 September 2021

GNA Group Kembangkan Hunian Sehat Golden Flower di Legok Banten

Golden Flower merupakan hunian premium yang dikembangan GNA Group dengan mengusung konsep kawasan sehat, bernuansa hijau, asri dan modern.

EKONOMI | 23 September 2021

BI Ingatkan 156 Money Changer di Jakarta Segera Urus Izin Sebelum 7 Oktober

Bank Indonesia (BI) memperingatkan 156 usaha money changer di Jakarta untuk mengurus izin sebelum tenggat 7 Oktober 2021.

EKONOMI | 23 September 2021

Tanrise Property Targetkan Serah Terima TritanHub Awal 2022

Belinda Tanoko menegaskan, hingga saat ini penjualan unit TritanHub telah mencapai 35% dari total 146 unit yang direncanakan.

EKONOMI | 23 September 2021


TAG POPULER

# PON Papua


# Tukul Arwana


# Toko Obat Ilegal


# Piala Sudirman


# Suap Pejabat Pajak



TERKINI
Tol Solo-Yogyakarta-Bandara YIA Kulon Progo Mulai Konstruksi

Tol Solo-Yogyakarta-Bandara YIA Kulon Progo Mulai Konstruksi

EKONOMI | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings