Logo BeritaSatu

Pasar Es Krim Indonesia Diyakini Tumbuh Cukup Besar

Sabtu, 26 Juni 2021 | 18:07 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Pertumbuhan industri es krim di Indonesia dalam setengah dasawarsa terakhir sedang moncer. Selain pertumbuhan jumlah produsen yang berlipat, titik penjualan es krim ritel pun mengalami hal yang sama.

Bahkan, sebagian pengamat dan pelaku industri memperkirakan produk FMCG satu ini akan memasuki fase modernisasi dalam beberapa tahun ke depan.

Juru Bicara sekaligus Brand Manager Aice Group, Sylvana menjelaskan, pelaku industri es krim sedang mengalami pertumbuhan produksi sekaligus penjualan yang cukup tinggi di sekitar lima tahun terakhir.

"Aice Group melihat pasar es krim Indonesia masih akan tumbuh cukup besar. Konsentrasi perusahaan saat ini ada di penguatan kemampuan produksi kami memenuhi permintaan dalam dan luar negeri yang tumbuh. Pipeline investasi kami sudah sesuai dengan pencapaian di pasar dan juga dengan roadmap bisnis kami beberapa tahun ke depan,” kata Sylvana, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (26/6/2021).

Optimisme Sylvana memang sesuai dengan potret industri es krim ini beberapa tahun terakhir. Menurut laporan profil industri dari Marketline memperlihatkan, laju pertumbuhan majemuk (CAGR) dari industri ini pada periode 2015 hingga 2019 mengalami pertumbuhan CAGR 10,4%. Selain itu, volume konsumsi pasar juga meningkat dengan CAGR 6,3% periode yang sama mencapai 105,3 juta kilogram pada 2019.

Seperti diketahui, es krim memiliki beberapa bentuk produk di pasar. Ada yang berupa es krim artisan yang berbahan dasar susu dan air, es krim impuls yang berupa porsian berbentuk cone dan lapis cokelat, hingga es krim multi porsi dan kue turunannya.

Sylvana menjelaskan, Aice Group sendiri mengakui masih merasakan pertumbuhan yang positif dalam masa yang sangat sulit saat pandemi ini. Adanya pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di beberapa wilayah serta penurunan konsumsi makanan dan minuman di luar rumah menjadi faktor penekan pertumbuhan semua industri makanan dan minuman (FMCG).

"Kami bersyukur masih mendapatkan pertumbuhan positif pada tahun awal pandemi 2020 lalu. Meski ada koreksi atas proyeksi penjualan akibat penurunan konsumsi, namun di pertengahan tahun lalu kami menjalankan contigency plan. Akselerasi atas penjualan di warung kami nilai seirama dengan anjuran pemerintah untuk berada di rumah saja. Konsumen tidak perlu ke pasar atau modern market. Banyak warung yang dekat rumah konsumen bisa menyediakan kebutuhan es krim dengan Prokes yang tetap jalan,” jelas Sylvana.

Besarnya pasar es krim dan peluang pertumbuhan di masa depan menjadi insentif utama bagi Aice Group. Saat masuk ke Indonesia beberapa tahun lalu, Aice Group sudah memperhitungkan besaran dan pertumbuhan pasar tersebut.

Strategi inovasi produk dan kekuatan poin penjualan yang masif di semua wilayah Indonesia menjadi kuncian Aice mampu menempati posisi dominan di pasar es krim saat ini. Dua variabel tersebutlah yang membuat Aice menjadi pionir dalam merevolusi tradisi konsumsi es krim dengan sangat cepat.

Strategi esktensifikasi tersebut dinilai oleh pakar pemasaran, Dr Harryadin Mahardika sebagai kuncian penting pemain di industri ini dalam membangun daya saing yang unik dan kuat beberapa tahun ke depan. Konsumsi es per kapita yang masih sangat kecil dibandingkan dengan negara berkembang lain dilihatnya menjadi latar belakang yang kuat atas strategi pemasaran Aice Group di Indonesia.

"Konsumsi es krim per kapita kita maksimal masih berada di sekitar 0,75 liter per tahun. Sedangkan estimasi konsumsi yang yang mature berada di atas 2 hingga sekitar 4 liter per kapita. Tentu masih banyak ruang bagi produsen untuk meningkatkan produksinya,” jelas pria yang aktif sebagai pengajar di Universitas Indonesia (UI) ini.

Adin juga menjelaskan, tren milenial yang lebih kompleks dan masif dalam mengonsumsi produk ini membuat produsen harus membuat strategi bisnis dan pemasaran yang dinamis.

"Es krim di masa depan akan bukan hanya sekedar rasa yang enak dari susu dan flavor. Es krim akan hadir dalam banyak unique selling point-nya. Es krim yang berkomposisi sehat, yang mudah dikembangkan dalam berbagai kreasi kuliner, dan berbagai keunikan lainnya akan dibutuhkan pasar di masa depan,” tambah Adin.

Senada dengan Andin, Sylvana mengakui tantangan bagi Aice Group di masa depan adalah untuk menjaga kinerja penjualan ritel mereka tetap tumbuh positif sekaligus melakukan inovasi dalam produksinya. Menurutnya, infrastruktur yang mengaplikasi teknologi robotik dan standar tinggi higienis dan kualitas terbaik menjadi visi Aice Group di Indonesia.

"Visi produksi yang kami aplikasi di tiga pabrik modern Aice. Es krim yang inovatif memiliki improvisasi kekinian atas bentuk dan varian, kualitas es krim dengan kandungan sehat dari bahan baku terbaik dan teknologi canggih, serta rasa yang enak membuat ceria dan rileks,” jelas Sylvana.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Pegadaian Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Transaksi Digital

PT Pegadaian ( Persero) Kanwil VIII Jakarta 1 fokus mendorong UMKM naik kelas lewat transaksi digital.

EKONOMI | 26 September 2022

PHK Karyawan, Beban Pesangon Indosat Melonjak 148%

Indosat mencatatkan kenaikan beban karyawan hingga 68,29% sepanjang Januari-Juni 2022 menjadi Rp 1,75 triliun dibanding tahun lalu Rp 1,04 triliun.

EKONOMI | 26 September 2022

IHSG Berpeluang Melemah Pekan Ini Imbas The Fed dan Inflasi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan ini diperkirakan kembali mengalami pelemahan pada rentang 7.150 – 7.215.

EKONOMI | 26 September 2022

IHSG Bakal Menguat, Ini Rekomendasi Saham Artha Sekuritas

IHSG hari ini diperkirakan akan diperdagangkan pada resistance 7.205-7.235 dan support 7.141-7.158. Cermati WIIM hingga TBIG.

EKONOMI | 26 September 2022

IHSG Diperkirakan Sideways, Perhatikan Saham-saham Energi

Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG sideway di kisaran 7.130-7.230. Perhatikan saham-saham energi, salah satunya INDY.

EKONOMI | 26 September 2022

IFG: Kapabilitas Reasuransi Nasional Kurang Proporsional

IFG Progress dalam risetnya berjudul "Reasuransi 101" membeberkan bahwa peran reasuransi cukup besar dalam mem-backup risiko di industri asuransi.

EKONOMI | 25 September 2022

AXA Financial dan BAV Kerja Sama Proteksi Asuransi bagi UMKM

AXA Financial Indonesia bersama Bina Artha Ventura (BAV) menjalin kerja sama menyasar pelaku UMKM mendapat perlindungan asuransi.

EKONOMI | 25 September 2022

Hindari Penyalahgunaan Data BSU, BP Jamsostek Imbau Pekerja Gunakan Kanal Resmi

Menurut data BP Jamsostek, sampai saat ini sudah sebanyak 7,5 juta data calon penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) yang diserahkan kepada Kemnaker.

EKONOMI | 25 September 2022

Sandiaga: Upskilling dan Kolaborasi Majukan Pariwisata

Sandiaga Uno menyoroti perlunya reskilling dan upskilling untuk masa depan industri perhotelan dan pariwisata yang lebih cerah.

EKONOMI | 25 September 2022

Bank BJB Kini Tangani Nasabah Dana Pensiun Kimia Farma

Bank BJB bersama Dana Pensiun (Dapen) Kimia Farma kini menangani pembayaran manfaat pensiun bagi pensiunan Kimia Farma.

EKONOMI | 25 September 2022


TAG POPULER

# Iran


# Kudeta Tiongkok


# Guru Besar UGM Tergulung Ombak


# Xi Jinping


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
KPK Bakal Telusuri Dugaan Pencucian Uang Lukas Enembe Terkait Judi

KPK Bakal Telusuri Dugaan Pencucian Uang Lukas Enembe Terkait Judi

NEWS | 16 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings