23 Startup di Asia Tenggara dan India Raih Pendanaan US$ 55 Juta dari Surge
Jakarta, Beritasatu.com - Surge, program percepatan scale-up untuk start-up dari Sequoia Capital India di India dan Asia Tenggara termasuk Indonesia mengumumkan kohort kelima dan terbesar yang terdiri dari 23 perusahaan rintisan (start-up) tahap awal, dengan total pendanaan sebesar US$ 55 juta dari Surge dan investor lain.
Tiga start-up Indonesia yang telah dipilih untuk berpartisipasi dalam kohort Surge kelima ini dinilai mampu memperbaiki dan memberdayakan kehidupan para penggunanya. Ketiga start-up tersebut adalah Durianpay, penyedia pembayaran end-to-end. Lalu, Rara Delivery, pengiriman instan revolusioner untuk brand e-commerce di Indonesia. Serta, Bukugaji atau Vara, platform manajemen staf yang mudah digunakan dan ringan untuk UMKM di seluruh Asia Tenggara. Perusahaan- perusahaan ini membawa perspektif baru tentang pentingnya kesejahteraan manusia, didorong oleh perubahan besar gaya hidup sebagai akibat dari pandemi global.
“Sequoia Capital India adalah mitra awal untuk beberapa perusahaan paling berpengaruh di Indonesia sejak 2014. Dengan Surge, kami bersemangat untuk mendukung startup Indonesia di masa depan. Perusahaan-perusahaan ini membantu mendigitalkan dan modernisasi industri tradisional dan kami bangga mendukung mereka,” ujar Managing Director, Surge & Sequoia India Rajan Anandan dalam keterangan tertulis, Rabu (30/6/2021).
Program yang dimulai pada 30 Juni ini memiliki 10 founders wanita, terbanyak dalam kohort semenjak Surge pertama kali dimulai dua tahun lalu pada Maret 2019. Komunitas Surge hingga kini telah memiliki 203 founders, dari 91 perusahaan yang membangun perusahaan di 15 sektor.
Hampir 50% perusahaan dari tiga kohort pertama telah mendapatkan pembiayaan Seri A. Program Surge sudah dicoba, diuji, dan terbukti untuk mendukung para founders melalui bimbingan strategis dari beberapa startup dan pemikir bisnis terbaik dunia, dukungan pembangunan perusahaan langsung, dan komunitas dukungan dari founders ke founders.
Dari 23 perusahaan, mayoritas dari 13 perusahaan berada di sektor fintech, pembayaran, komunikasi, logistik, dan SaaS (Software as a Service) menciptakan produk dan layanan untuk membantu perusahaan bekerja lebih cerdas, lebih baik, dan tanpa hambatan lintas batas. Dalam lanskap di mana UMKM berperan penuh hingga 99% dari semua pendirian bisnis, lebih dari 90% lapangan kerja serta berkontribusi hampir 60% dari produk domestik bruto (PDB) di banyak negara ASEAN, startup-startup ini akan berkontribusi besar dalam memberdayakan bisnis untuk melakukan pekerjaan mereka dengan produktivitas dan efisiensi yang lebih besar.
Adapun, pembicara dan mentor dalam program ini antara lain Siu Rui Quek (Carousell), William Tanuwijaya (Tokopedia), Chhatri Sityodtong (ONE Championship), Ankiti Bose (Zilingo) dan Doug Leone (Sequoia Capital).
Sumber: Investor Daily
BERITA TERKAIT
BERITA TERKINI
Soal Maju Jadi Cawapres, Khofifah Belum Dapat Lampu Hijau dari PBNU
Wisata Taman Rekreasi Pesawat, Nikmati Detik-Detik Pesawat Terbang dan Kuliner Seru
Hasil Arsenal vs Man City: Dramatis, Meriam London Juara Community Shield Lewat Adu Penalti
Hasil Man Utd vs Athletic Bilbao 1-1: Pellistri Selamatkan Setan Merah dari Kekalahan
B-FILES
Urgensi Mitigasi Risiko Penyelenggara Pemilu 2024
Zaenal Abidin
Identitas Indonesia
Yanto Bashri
Jokowi Apa Kehendakmu?
Guntur Soekarno
Hasil Arsenal vs Man City: Dramatis, Meriam London Juara Community Shield Lewat Adu Penalti




