Pemerintah Pusat dan Daerah Dipandang Perlu Subsidi Listrik PLTSa
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemerintah Pusat dan Daerah Dipandang Perlu Subsidi Listrik PLTSa

Kamis, 1 Juli 2021 | 11:30 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Harga jual listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembangkit lain. Keterlibatan pemerintah daerah dan pusat dipandang diperlukan guuna menanggung beban harga jual listrik dari PLTSa.

Marwan Batubara, Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRES), mengatakan bahwa harga listrik yang dihasilkan oleh PLTSa perlu disubsidi oleh pemerintah. Tarif listrik dari PLTSa lebih tinggi karena faktor investasi yang lebih besar serta teknologi pembangkitnya lebih mahal.

PT PLN (Persero) membeli listrik yang dihasilkan dari PLTSa seharga 13,35 sen dolar AS per kWh atau setara Rp 1.800/kWh. Harga pembelian listrik tersebut disesuaikan dengan ketentuan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan.

“Saya kira kalau sudah nanti tarif (PLTSa) tinggi dan kemudian Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus menaikan tarif listrik, ujung ujungnya kan kita rakyat ini yang akan menanggung. Nah di sisi lain, PLN itu kapasitas pembangkitnya sudah berlebihan di Jawa,” ujar Marwan Batubara, Kamis (1/7/2021) dalam keterangan tertulisnya.

Adapun biaya pokok penyediaan tenaga listrik (BPP) PLN pada Januari - Mei 2021 tercatat senilai Rp1.277 per KWh. Pada tahun lalu, rata-rata BPP PLN sebesar Rp1.322 per KWh. Dengan begitu tampak jelas, harga beli listrik dari PLTSa masih jauh lebih mahal di atas rata-rata biaya pokok penyediaan listrik PLN.

Marwan menambahkan hadirnya PLTSa membawa manfaat bagi dua lembaga negara, yakni pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Manfaat bagi Pemda, masalah sampah bisa tertolong, biaya penanganan sampah pasti turun.

“Artinya apa, artinya Pemda yang tertolong penanganan sampahnya ini jangan malah mencari untung, tapi harus kontribusi untuk membuat supaya tarif itu turun,” tuturnya.

Dia menjelaskan PLTSa membawa manfaat bagi pemerintah pusat dengan menurunkan polusi secara nasional. “Kalau karena pembangkit ini polusi diperkotaan itu turun, secara nasional juga kita diuntungkan, maka harga yang mahal itu juga harus disubsidi oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Dia menekankan beban biaya yang besar dari PLTSa harus terdistribusi secara adil dan priorited terhadap yang mendapatkan manfaat, bukan cuma PLN yang dapat pasokan listrik yang harus menanggung, tapi ada beban beban biaya yang harus ditanggung secara adil oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

“Artinya, dari dua lembaga negara ini mestinya ikut berperan untuk membuat tarif itu justru turun dibanding lebih mahal, malah kalau perlu lebih murah dibanding PLTU menggunakan batu bara, atau minyak, atau gas, atau minimal sama. Karena memang semuanya menikmati, pemda menikmati pengelolaan sampah lebih murah, pemerintah pusat juga komitmen untuk perubahan iklim yang diikuti di Paris, komitmen yang COP (Conference of Parties) 2016 itu kan juga tertolong,” tutupnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional, jumlah sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sebanyak 864.469 ton/hari, dan yang tidak terkelola sebesar 3.964.946 ton/hari.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BPS Catat Deflasi Juni, Pertama Kali Tahun Ini

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat deflasi -0,16%, untuk pertama kalinya sepanjang tahun ini.

EKONOMI | 1 Juli 2021

Ini Cara Praktis Buat Rumah Mengilap

Jotun memperkenalkan cat unggul tahan kotoran yang dapat membersihkan sendiri saat hujan dan memastikan eksterior terlihat baru.

EKONOMI | 1 Juli 2021

Disiapkan, IPO BCA Digital

PT Bank Digital BCA (BCA Digital) akan IPO dalam 1-2 tahun ke depan.

EKONOMI | 1 Juli 2021

Ada PPKM Mikro Darurat, IHSG Malah "Ngegas"?

Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan masih bisa bergerak di atas level 6.000, seiring pemberlakuan PPKM darurat.

EKONOMI | 1 Juli 2021

Luhut: Kadin Harus Kompak

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan berpesan kepada Ketua Umum dan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin yang baru untuk semakin solid memperkuat organisasi.

EKONOMI | 1 Juli 2021

Kurs Rupiah Terus Terdepresiasi ke Rp 14.525

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi hari ini, Kamis(1/7/2021), terpantau melemah ke kisaran Rp 14.500.

EKONOMI | 1 Juli 2021

Fokus Pasar: OECD Nilai Indonesia Bisa Memimpin Dunia dalam Urusan Energi Bersih

OECD menilai Indonesia bisa memimpin dunia dalam urusan energi bersih (clean energy), dengan mereformasi serta memobilisasi investasi dalam energi terbarukan.

EKONOMI | 1 Juli 2021

IHSG Rawan Terkoreksi, Simak Rekomendasi Saham Hari Ini

IHSG pada perdagangan hari ini rawan terkoreksi. Adapun level support berada di 5.884, 5.742 dan level resisten berada di 6.134, 6.230.

EKONOMI | 1 Juli 2021

IHSG Menguat di Awal Perdagangan Semester 2 2021

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,7% ke 6.027,6 pada awal perdagangan hari ini, Kamis (1/7/2021).

EKONOMI | 1 Juli 2021

Bursa Asia Melemah, Investor Pantau Data Manufaktur Tiongkok

Nikkei 225 Tokyo turun 0,15%, Indeks Komposit Shanghai turun 0,01%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,16%, Kospi turun 0,48%.

EKONOMI | 1 Juli 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS