Senin, 7 Agustus 2023

OJK Proyeksi Transaksi Ekonomi Digital RI Terbesar di ASEAN pada 2025

Penulis: Whisnu Bagus Prasetyo | Editor: WBP
Kamis, 1 Juli 2021 | 13:42 WIB
Ilustrasi digital.
Ilustrasi digital. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com- Seiring berkembangnya bank digital, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksi ekonomi digital Indonesia akan menjadi terbesar se-Asia Tenggara (ASEAN) pada 2025.

"Indonesia diproyeksikan menjadi negara dengan ekonomi digital nomor satu di Asia Tenggara di tahun 2025 dengan kontribusi transaksi digital US$ 124 miliar atau Rp 1.736 triliun," ujar Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso dalam webinar bertajuk "Bank Digital, Solusi Kemudahan Bertransaksi di Tengah Pandem" yang digelar Rabu (30/6/2021).

Dalam keterangan yang diterima Kamis (1/7/2021) Wimboh mengatakan Indonesia memiliki potensi yang begitu besar untuk berkembang di industri digital. Hal ini didukung besarnya populasi, yaitu 272 juta penduduk dan 137 juta di antaranya adalah angkatan kerja. Kedua, kata Wimboh, sebanyak 175 juta penduduk atau sebesar 65,3% populasi merupakan pengguna Internet. Berdasarkan catatan Kementerian Koperasi dan UMKM, pada 2020 terdapat 129 juta penduduk Indonesia yang menggunakan e-commerce, dengan nilai transaksi mencapai Rp 266 triliun.

Advertisement

"Kami berharap, pandemi Covid-19 ini menjadi momentum bagi untuk bertransformasi melalui digital, sehingga industri jasa keuangan mampu menjadi industri yang kompetitif, memiliki ketahanan, serta berkelanjutan dalam mendukung pemulihan ekonomi nasional," tutur Wimboh.

Menurutnya, dibutuhkan strategi untuk mengoptimalkan potensi ekonomi digital tersebut dengan cepat. Bila tak bergerak cepat, daya saing Indonesia diyakininya akan tergerus. "Karena global player akan berjalan lebih cepat dari apa yang kita lakukan. Indonesia akan menjadi penonton, akan menjadi pasar dari para pelaku di luar Indonesia," terang Wimboh.

Sementara sejumlah tantangan besar yang harus dihadapi yakni jangkauan konektivitas. Pasalnya, belum seluruh wilayah Indonesia memiliki koneksi Internet yang baik. Kedua, tingkat literasi digital yang masih perlu ditingkatkan, terutama masyarakat di daerah yang belum bankable, dan para pelaku sektor informal dan UMKM. Ketiga, semakin meningkatnya kejahatan cyber dan adanya potensi penyalahgunaan data pribadi dengan menggunakan teknik manipulasi data yang bervariasi. "Dalam memitigasi hal ini, dibutuhkan dukungan perundang-undangan dan peraturan pelaksana yang jelas, serta enforcement yang tegas," tutur Wimboh seraya menambahkan, jumlah talenta digital masih belum memadai.

OJK menyambut baik banyaknya startup yang bermunculan. Saat ini, jumlah startup milik Indonesia lebih dari 2.100, dengan empat unicorn dan satu decacorn.

Khusus untuk sektor perbankan, transformasi digital menjadi fokus OJK ke depan agar menjadi lebih kompetitif, memiliki kualitas produk baik, layanan yang memuaskan dan coverage luas, sehingga lebih efisien serta meningkatkan daya saing industri perbankan di kancah nasional, regional dan global.

Executive Chairman MNC Group Hary Tanoesoedibjo menegaskan bank digital menjadi solusi kemudahan bertransaksi di tengah pandemi. "Digital banking satu hal yang mendobrak dunia keuangan," ungkapnya.

Lewat bank digital, kata dia, masyarakat bisa membuka rekening bank atau penyaluran kredit lewat aplikasi. Jadi, bank seakan punya cabang di setiap rumah yang memiliki sambungan Internet. "Digital banking ini menjadi satu hal yang mengubah tatanan dari dunia perbankan dan dunia keuangan pada umumnya," tutur Hary.



Sumber: BeritaSatu.com

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ekuitas Pialang Asuransi Minimum Rp 5 Miliar Dinaikkan Terbatas

Ekuitas Pialang Asuransi Minimum Rp 5 Miliar Dinaikkan Terbatas

EKONOMI
600.000 Orang Punya Pinjaman Macet di Pinjol

600.000 Orang Punya Pinjaman Macet di Pinjol

EKONOMI
OJK Beri Waktu 26 Fintech Lending Penuhi Ekuitas sampai 4 Oktober

OJK Beri Waktu 26 Fintech Lending Penuhi Ekuitas sampai 4 Oktober

EKONOMI
OJK Resmi Terbitkan Aturan Perdagangan Bursa Karbon

OJK Resmi Terbitkan Aturan Perdagangan Bursa Karbon

EKONOMI
OJK Catat Pasar Modal Himpun Dana Rp 162,09 Triliun per Juli 2023

OJK Catat Pasar Modal Himpun Dana Rp 162,09 Triliun per Juli 2023

EKONOMI
OJK Catat 40 Perusahaan Asuransi Belum Punya Aktuaris

OJK Catat 40 Perusahaan Asuransi Belum Punya Aktuaris

EKONOMI

BERITA TERKINI

Terpopuler, CCTV Mahasiswa UI Dibunuh hingga Penganiayaan Wanita Sukabumi

NASIONAL 3 menit yang lalu
1060875

Persib Asah Penyelesaian Akhir Jelang Lawan Persis

SPORT 12 menit yang lalu
1060842

Liga 1: Persik Bertekad Curi Poin Lawan Bali United

SPORT 43 menit yang lalu
1060836

Hasil Pertandingan Raja Casablanca vs Al Nassr: Ini Gol-gol Kemenangan Kesatria Najd

SPORT 59 menit yang lalu
1060874

Investor Daily Roundtable Tayang Perdana Malam Ini, Hanya di BTV!

EKONOMI 1 jam yang lalu
1060873

Temui Elon Musk, Menkes Jajaki Kerja Sama Akses Internet untuk Puskesmas

NASIONAL 1 jam yang lalu
1060872

Hasil Laga Raja Casablanca vs Al Nassr: Ronaldo Cetak Gol Bawa Kesatria Najd ke Semifinal

SPORT 1 jam yang lalu
1060871

Pasar Kripto Stagnan dalam 24 Jam Terakhir, Bitcoin Tetap Stabil

EKONOMI 1 jam yang lalu
1060870

Asosiasi Pengusaha Logistik E-Commerce Kritisi Aturan Barang Impor

EKONOMI 1 jam yang lalu
1060869

Polisi Gagalkan Penyelundupan 17 Kg Sabu Lewat Jalur Laut di Tanjungbalai

NUSANTARA 1 jam yang lalu
1060868
Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon

B-FILES


Meregang Nyawa di Pelintasan Sebidang

Opini Text

Identitas Indonesia

Identitas Indonesia

Yanto Bashri
Jokowi Apa Kehendakmu?

Jokowi Apa Kehendakmu?

Guntur Soekarno