Kekhawatiran Investor Meningkat, Harga SUN Diperkirakan Turun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kekhawatiran Investor Meningkat, Harga SUN Diperkirakan Turun

Minggu, 4 Juli 2021 | 21:13 WIB
Oleh : Muhammad Ghafur Fadillah / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Harga Surat Utang Negara (SUN) pada pekan depan diperkirakan melemah seiring potensi kenaikan imbal hasil dampak kekhawatiran investor melonjaknya kasus Covid-19 dan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Senior Economist Samuel Sekuritas Fikri Permana menjelaskan, pada pekan depan investor asing berpotensi melakukan pemindahan dana dari emerging market seperti Indonesia ke negara maju sejalan menurunnya data pengangguran Amerika Serikat (AS) sehingga meningkatkan ekspektasi pemulihan ekonomi. Adapun pada pekan depan imbal hasil SUN tenor 10 tahun diperkirakan pada level 6,7%. “Selain itu, penguatan mata uang dolar AS terhadap rupiah juga memberikan tekanan terhadap harga SUN,” jelasnya kepada Investor Daily, Minggu (4/7/2021).

Fikri menambahkan, kasus Covid-19 dan PPKM darurat akan menurunkan jumlah pendapatan pemerintah dari pajak. Hal ini membuat ruang fiskal Indonesia semakin sempit ke depan. Terlebih, PPKM dibarengi dengan pemberian stimulus berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT).

“BLT ini, dapat memberatkan neraca fiskal pada akhir tahun, sehingga risiko yield SUN jangka pendek semakin bertambah. Harga SUN bisa saja kembali menguat asal pemerintah mampu menjaga neraca dagang dan stabilitas rupiah, dengan itu yield bisa relatif lebih stabil,” ujarnya.

Sementara itu pada Selasa (6/7/2021) pemerintah Indonesia berencana melakukan lelang Surat Utang Negara (SUN) untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan APBN 2021 terkait penanganan pandemi.

Dalam lelang tersebut pemerintah akan mengeluarkan sebanyak tujuh seri yaitu, SPN-12211007, SPN 12220707, FR0090, FR0091, FR0088, FR0092 dan FR0089 30, dengan target indikatif mencapai Rp 33 triliun dan maksimal Rp 49,5 triliun.

Menurut Fikri, pemerintah menargetkan total penawaran yang masuk Rp 70 triliun -80 triliun dengan sasaran investor domestik baik dari perbankan dan dana pensiun (dapen). Menurutnya, likuiditas dalam negeri saat ini masih besar karena rendahnya inflasi dan sektor riil yang belum bertumbuh.

“Pemerintah diproyeksikan menyerap hingga Rp 40 triliun dengan seri yang diminati yakni seri jangka pendek bertenor 1,5, sampai 10 tahun. Dengan ruang fiskal yang masih terbatas diharapkan pemerintah dapat menyerap sebanyak-banyaknya penawaran yang masuk,” ujarnya.

Secara terpisah, analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, imbal hasil SUN tenor 10 tahun pada rentang 6,60% hingga 6,70%, sedangkan 15 tahun pada rentang 6,40% sampai 6,50% dan tenor 20 tahun 7,25%-7,35%.

Menjelang lelang, kata Nico, pemerintah akan mengalami kesulitan untuk meyakinkan para investor dan pelaku pasar, lantaran tingginya jumlah kasus Covid-19 sehingga berpotensi menghambat pemulihan ekonomi. Hal ini menjadi alasan pelaku pasar meminta imbal hasil lebih tinggi.

Kendati demikian, berkurangnya daya tarik pelaku pasar dan investor kemungkinan dapat tertutupi oleh kehadiran Bank Indonesia (BI) yang berkomitmen menopang kebutuhan utang pemerintah.

“Imbal hasil obligasi yang diminta masih dalam rentang toleransi pemerintah. Oleh sebab itu pelaku pasar dan investor akan kesulitan apabila meminta imbal hasil yang lebih tinggi,” kata Nico.

Nico menilai, pelaku pasar dan investor cenderung berhati-hati, menunggu hasil pertemuan bank sentral AS, The Fed yang akan terjadi pada bulan Juli dan Agustus nanti. Selain itu, para pelaku pasar juga sedang mencermati kenaikan inflasi yang mulai konsisten dan proyeksi IMF yang mengatakan taper tantrum akan dimulai pada akhir tahun 2022 atau awal 2023.

"Dengan ketidakpastian yang masih tinggi, investor bisa wait and see. Obligasi tenor 5 tahun-10 tahun akan cenderung disukai dengan penawaran masuk diperkirakan berkisar Rp 40 – Rp 50 triliun,” pungkas Nico.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Deli Pratama Akuisisi 49,56% Saham Perdana Karya

Deli Pratama membeli 297.383.762 lembar atau 49,56% porsi saham Perdana Karya.

EKONOMI | 28 September 2021

Jaloor Bantu UMKM Ekspor Produk ke Mancanegara Tanpa Ribet

Pelaku UMKM dipastikan dapat lebih mudah melakukan kegiatan ekspor melalui program pendampingan yang disediakan oleh Jaloor.

EKONOMI | 27 September 2021

Dekatkan Diri dengan Pelanggan, Lixil Resmikan Showroom di Pondok Indah

Showroom Lixil menghadirkan brand-brand unggulan dalam satu atap sekaligus mendekatkan diri dengan pelanggan Indonesia.

EKONOMI | 27 September 2021

Wagub Emil: Klinik Kekayaan Intelektual Dorong Daya Saing UMKM Jatim

Emil berharap, kehadiran Klinik Kekayaan Intelektual dapat lebih meningkatkan minat pelaku usaha dan UMKM di Jatim untuk mendaftarkan kekayaan intelektualnya.

EKONOMI | 27 September 2021

Bamsoet Dorong Penyelesaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Ketua MPR Bambang Soesatyo mendorong penyelesaian Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

EKONOMI | 27 September 2021

BI Proyeksikan Ekonomi Jakarta Tumbuh Hingga 4,4% di 2021

BI Perwakilan DKI memproyeksikan laju perekonomian DKI Jakarta sepanjang 2021 ini akan bertumbuh sekitar 3,6 hingga 4,4%. Hal ini didorong sejumlah faktor.

EKONOMI | 27 September 2021

KAI Dukung Integrasi Antarmoda di Jabodetabek

Integrasi antarmoda di kawasan Jabodetabek mempermudah masyarakat dalam mengakses sarana transportasi umum.

EKONOMI | 27 September 2021

KAI Gandeng PT Inti Implementasikan Train Control Monitoring System

Train control monitoring system (TCMS) merupakan sistem kontrol kereta terpusat untuk peralatan dan fasilitas kereta yang dapat dipantau secara realtime.

EKONOMI | 27 September 2021




TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Update Covid-19


# Lionel Messi


# Kebakaran Lapas Tangerang


# SUN



TERKINI
Deli Pratama Akuisisi 49,56% Saham Perdana Karya

Deli Pratama Akuisisi 49,56% Saham Perdana Karya

EKONOMI | 18 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings