Indonesia Turun Kelas, Target Jadi Negara Maju Sebelum 2045 Terancam?
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Indonesia Turun Kelas, Target Jadi Negara Maju Sebelum 2045 Terancam?

Jumat, 9 Juli 2021 | 07:35 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / WBP

Jakarta, Beritasatu.com- Di tengah laporan Bank Dunia yang menurunkan peringkat Indonesia menjadi negara berpenghasilan menengah bawah (lower middle income country) dari berpenghasilan menengah atas (upper middle income country), pemerintah memastikan tetap mengejar target negara maju pada 2045 dengan produk domestik bruto (PDB) US$ 24.000 per kapita atau lima besar dunia.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kementerian Koordinator (Kemko) Bidang Perekonomian Iskandar Simorangkir mengatakan optimisme itu disebabkan Indonesia terus berakselerasi melakukan reformasi struktural. “Indonesia punya modal dasar bagus, karena kita telah melakukan reformasi struktural besar dengan mempermudah perizinan dengan Undang-Undang Cipta kerja, menarik investasi,” tuturnya kepada Investor Daily, Kamis (8/9).

Tak hanya itu, ia menyebut kinerja investasi diproyeksikan semakin tumbuh tinggi setelah pandemi Covid-19 berakhir. Hal ini sejalan beragam langkah reformasi struktural yang telah dilakukan pemerintah. Selain itu aspek kesehatan yakni pengendalian Covid-19 terus dioptimalkan disertai dorongan pemulihan ekonomi nasional. “Seberapa besar (laporan Bank Dunia) mempengaruhi tahun 2045 tergantung seberapa cepat Indonesia mengatasi Covid-19,” tuturnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan target keluar dari middle income trap dan mewujudkan visi Indonesia maju tahun 2045 tetap harus dikejar, meski terjadi pergeseran waktu.

Secara terinci, ia menjelaskan sebelum terjadi pandemi dengan pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,7%, Indonesia diperkirakan dapat keluar dari middle income trap sekitar tahun 2036 hingga 2038. Namun akibat pandemi Covid-19 Indonesia diproyeksi baru akan keluar dari middle income trap sekitar tahun 2041 hingga 2043. “Visi Indonesia 2045 tetap kita ingin raih, untuk keluar dari middle income trap sebelum tahun 2045,” tegasnya.

Amalia mengatakan bahwa Bappenas sejak bulan Februari sudah memprediksi bahwa Indonesia akan masuk kembali ke dalam kategori lower middle income. Hal ini sejalan dengan kontraksi ekonomi sepanjang tahun 2020 tercatat minus 2,07%.

Adapun Bank Dunia (World Bank) memasukkan Indonesia ke negara penghasilan menengah ke bawah, alias lower middle income country. Pasalnya gross national income (GNI) per kapita Indonesia tahun 2020 turun menjadi US$ 3.870, dari GNI per kapita padahal tahun 2019 yang sebesar US$ 4.050.

Dalam klasifikasi baru, Bank Dunia mengkategorikan negara berpenghasilan menengah ke bawah dengan rentang pendapatan US$ 1.046-US$ 4.095 dan kelompok penghasilan menengah ke atas US$ 4.096-US$ 12.695. Sebelumnya, klasifikasi penghasilan menengah ke bawah berada dalam rentang US$ 1.035-US$ 4.045 dan menengah ke atas sebesar US$ 4.046-US$ 12.535.

Butuh 2-3 Tahun Kembali Jadi Upper Middle Income Country
Amalia menjelaskan bahwa klasifikasi terbaru Bank Dunia yang mengkategorikan Indonesia menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah, memiliki dampak negatif yakni tergerusnya pendapatan per kapita.

Dia tak menampik bahwa Indonesia membutuhkan waktu hingga 2023 untuk bisa kembali masuk ke dalam kategori upper middle income country. “Indonesia butuh waktu sekitar 2-3 tahun lagi untuk kembali masuk ke dalam upper middle income,” tegasnya.

Sementara ada beberapa sisi positif dari laporan Bank Dunia yang dapat dijadikan pembelajaran yakni semua pihak harus bersama bekerja keras mendorong pertumbuhan ekonomi tumbuh di atas 5% tahun 2022 dan 2023.

Kedua, dengan status lower middle income, maka Indonesia masih eligible untuk memperoleh pinjaman dengan bunga rendah dari lembaga-lembaga internasional, sehingga ini perlu dioptimalkan pemanfaatannya untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.

“Dengan status lower middle income, Indonesia masih eligible untuk memperoleh pinjaman dengan bunga rendah dari lembaga-lembaga internasional, dan ini dapat kita optimalkan pemanfaatannya untuk diarahkan pada proyek-proyek yang dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi dan mendorong growth di atas 5%,” tegasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

112 Gardu Listrik PLN Terdampak Erupsi Gunung Semeru

PLN mencatat sebanyak 30.523 pelanggan di wilayah Kabupaten Lumajang, terdampak erupsi Gunung Semeru.  

EKONOMI | 4 Desember 2021

Rachmat Gobel Minta Syarikat Islam Fokus Dakwah Ekonomi

Gobel mendorong Syarikat Islam (SI) membuat rumusan yang konkret dan terukur dalam program aksi di bidang ekonomi.

EKONOMI | 4 Desember 2021

Erupsi Gunung Semeru, PLN Utamakan Pemulihan Suplai Listrik

PT PLN (Persero) fokus mempercepat pemulihan suplai listrik terdampak bencana erupsi Gunung Semeru di beberapa wilayah Kabupaten Lumajang.

EKONOMI | 4 Desember 2021

Industri Fintech dan E-Commerce Dorong Pemulihan Ekonomi

Momentum pertumbuhan industri fintech pendanaan bersama dan e-commerce diproyeksi terus meningkat di tahun 2022.

EKONOMI | 4 Desember 2021

10 BTS Telkomsel Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Telkomsel memastikan layanan telekomunikasi dan layanan data di sekitar wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru masih tetap berjalan lancar.

EKONOMI | 4 Desember 2021

Diminati Investor, IPO Tays Bakers Oversubscribed 26X 

Saham PT Jaya Swarasa Agung Tbk atau Tays Bakers (TAYS)  kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 26 kali.

EKONOMI | 4 Desember 2021

Menteri Basuki Minta BUJT Tingkatkan Kualitas Layanan Tol

Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali, didorong untuk meningkatkan kualitas layanan jalan tol secara berkelanjutan.

EKONOMI | 4 Desember 2021

Menteri PUPR Pacu Pembangunan Infrastruktur di Papua

Kementerian PUPR mengambil langkah-langkah terobosan pembangunan infrastruktur di Papua dan Papua Barat dengan lebih terpadu, tepat, dan fokus.

EKONOMI | 4 Desember 2021

Dubes Djauhari: Ekspor Indonesia ke Tiongkok Tumbuh 59,7%

Hingga September 2021, kinerja ekspor Indonesia ke Tiongkok mengalami peningkatan 59,7%.

EKONOMI | 4 Desember 2021

Cegah Omicron Meluas, Kemenhub Perketat Pintu Masuk Udara

Pengetatan pintu masuk ini berlaku bagi WNI dan WNA, serta personel atau kru pesawat udara asing (pilot, pramugari/pramugara, teknisi, dan engineering).

EKONOMI | 4 Desember 2021


TAG POPULER

# Lili Pintauli Siregar


# Insentif PPN


# Kekayaan Nurul Ghufron


# Greysia/Apriyani


# Jokowi



TERKINI
Kemenkes: Sesuai Peta Jalan, Vaksin Sinovac Jadi Dosis Kedua

Kemenkes: Sesuai Peta Jalan, Vaksin Sinovac Jadi Dosis Kedua

KESEHATAN | 5 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings