Kepala BKF Optimistis Indonesia Kembali Naik Kelas
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kepala BKF Optimistis Indonesia Kembali Naik Kelas

Jumat, 9 Juli 2021 | 17:48 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Kebijakan Fiskal, Febrio Kacaribu mengaku optimistis Indonesia akan kembali menjadi negara berpendapatan menengah ke atas atau upper middle income country pada 2021.

Hal ini menyusul laporan Bank Dunia menurunkan kelas Indonesia menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah, alias lower middle income country dari yang semula negara berpenghasilan menengah ke atas.

Penurunan kelas ini disebabkan Gross National Income (GNI) per kapita Indonesia tahun 2020 turun menjadi US$ 3.870, dari GNI per kapita padahal tahun 2019 yang sebesar US$ 4.050.

"Tahun ini hal yang sama kita lakukan. Apakah kita akan kembali ke upper middle income. Pasti tahun ini, sebab kondisinya 2021 sudah lebih baik dibandingkan 2020," kata Febrio, Jumat (9/7/2021).

Febrio mengatakan, Indonesia turun status dari upper middle income country menjadi negara berpendapatan menengah ke bawah atau lower middle income country karena ekonomi nasional tahun lalu mengalami kontraksi hingga 2,07% (yoy) tahun lalu. Hal ini berimplikasi pada penurunan pendapatan per kapita Indonesia dari US$ 4.050 menjadi US$ 3.870.

“Sudah pasti kita turun sebab kita pertumbuhan ekonomi 2020 minus. Walaupun, kalau kita dibandingkan negara seperti India minus 8%, Afrika Selatan minus 7%, kemudian Brasil minus 4%, Thailand minus 6%, Filipina minus 9,5%, Malaysia minus 5,6%. Ini menurut saya sesuatu yang wajar,” jelasnya.

Adapun dalam klasifikasi baru, Bank Dunia mengkategorikan negara berpenghasilan menengah ke bawah dengan rentang pendapatan US$1.046-US$4.095 dan kelompok penghasilan menengah ke atas US$4.096-US$12.695. Sebelumnya, klasifikasi penghasilan menengah ke bawah berada dalam rentang US$1.035-US$4.045 dan menengah ke atas sebesar US$4.046-US$12.535.

Febrio menegaskan, penurunan status Indonesia yang dilakukan oleh Bank Dunia tidak memberikan pengaruh terhadap masyarakat. Pasalnya, pemerintah telah mampu melindungi 40% masyarakat miskin dan rentah bahkan telah menjaga 5 juta orang agar tidak menjadi miskin melalui berbagai program.

"Apa dampak bagi masyrakat kita? Hampir tidak ada. Mau US$4.050 atau US$3.870, tingkat kemiskinan berhasil kita tahan,” tegasnya.

Menurut Febrio, kondisi ekonomi tahun ini jauh lebih baik dibandingkan ketidakpastian yang tinggi di tahun lalu. Pasalnya di tahun ini telah ada program vaksinasi yang terus diakselerasi untuk mencapai herd immunity sehingga aktivitas perekonomian diyakini akan segera pulih.

"Ini yang kita lakukan bersama sama pemerintah, DPR, dan masyarakat semua untuk kita bisa berjuang bersama," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti mengungkapkan, target untuk keluar dari middle income trap dan mewujudkan visi Indonesia maju tahun 2045 tetap harus dikejar, namun terjadi pergeseran waktu.

Secara rinci, ia menjelaskan, sebelum terjadi pandemi covid-19, dengan pertumbuhan ekonomi secara rata-rata mencapai 5,7%, maka Indonesia diperkirakan dapat keluar dari middle income trap sekitar tahun 2036 hingga 2038.

"Namun, dengan adanya pandemi covid-19 kemudian pertumbuhan ekonomi dapat tumbuh 5,7%, maka Indonesia baru akan keluar dari middle income trap sekitar tahun 2041 hingga 2043. Visi Indonesia 2045 tetap kita ingin raih, untuk keluar dari middle income trap sebelum tahun 2045," tegasnya.

Amalia mengatakan, Bappenas sejak bulan Februari sudah memprediksi Indonesia akan masuk kembali ke dalam kategori lower middle income. Hal ini sejalan dengan kontraksi ekonomi sepanjang tahun 2020 tercatat minus 2,07%.

Amalia menjelaskan, klasifikasi terbaru Bank Dunia yang mengkategorikan Indonesia menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah, memiliki dampak negatif yakni pendapatan per kapita mengalami penurunan. Bahkan, ia tak menampik Indonesia membutuhkan waktu hingga 2023 untuk bisa kembali masuk kedalam kategori upper middle income country. "Indonesia butuh waktu sekitar 2-3 tahun lagi untuk kembali masuk ke dalam upper middle income," tegasnya.

Sementara itu ada beberapa sisi positif dari laporan Bank Dunia yang dapat dijadikan pembelajaran yakni mengingatkan agar semua pihak harus bersama bekerja keras untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tumbuh di atas 5% tahun 2022 dan 2023.

Kedua, dengan status lower middle income, maka Indonesia masih eligible untuk memperoleh pinjaman dengan bunga rendah dari lembaga-lembaga internasional. Sehingga ini perlu dioptimalkan pemanfaatannya untuk mendorong pemulihan ekonomi nasional.

"Dengan status lower middle income, Indonesia masih eligible untuk memperoleh pinjaman dengan bunga rendah dari lembaga-lembaga internasional, dan ini dapat kita optimalkan pemanfaatannya untuk diarahkan pada proyek-proyek yang dapat mengakselerasi pemulihan ekonomi dan mendorong growth di atas 5%," tandasnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Menteri ESDM Terbitkan Peraturan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap

Menteri ESDM Arifin Tasrif menerbitkan aturan tentang Pembangkit Listrik Tenaga Surya Atap.

EKONOMI | 23 Januari 2022

Presidensi G-20 Jadi BoosterPertumbuhan Ekonomi

Presidensi G-20 yang diselenggarakan di berbagai kota Indonesia mulai 26 Januari hingga November 2022 bisa menjadi booster atau memperkuat pertumbuhan ekonomi.

EKONOMI | 23 Januari 2022


Kemenhub Minta Pengusaha Truk Utamakan Aspek keselamatan

Kemenhub mengimbau seluruh pelaku usaha khususnya angkutan barang atau pengusaha truk untuk mengutamakan aspek keselamatan.

EKONOMI | 23 Januari 2022

Properti Mulai Bangkit, Synthesis Development Luncurkan Mattlig

PT Synthesis Karya Pratama (Synthesis Development) menghadirkan Mattlig, tipe rumah tapak terbaru di kawasan residensial Synthesis Huis.

EKONOMI | 22 Januari 2022

Menteri Basuki: Pembangunan IKN Bergantung Kesiapan APBN

Menurut Basuki, pembangunan tahap awal Ibu Kota Negara (IKN) semuanya dengan menggunakan APBN.

EKONOMI | 22 Januari 2022

Gapensi Optimistis Industri Jasa Konstruksi Kembali Bergairah

Mukernas Gapensi 2022 diharapkan menjadi momentum bagi pelaku usaha industri jasa konstruksi nasional untuk bangkit.

EKONOMI | 22 Januari 2022

Menteri Basuki Pastikan Pemberian Relaksasi Kebijakan Konstruksi

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono memastikan akan memberikan relaksasi terkait izin berusaha berbasis risiko di sektor usaha jasa konstruksi.

EKONOMI | 22 Januari 2022

PUPR Terapkan Teknologi 3D Printing Bangun Rumah Khusus

Kementerian PUPR bakal memanfaatkan metode digital teknologi 3D Printing dalam pembangunan rumah khusus.  

EKONOMI | 22 Januari 2022

Kemenkominfo Siapkan 5G Experience Selama MotoGP Mandalika

Pemerintah bakal menyiapkan jaringan 4G dan 5G experience selama ajang MotoGP Mandalika 2022 berlangsung.

EKONOMI | 22 Januari 2022


TAG POPULER

# Gempa Sulut


# Air Tanah


# Pasien Omicron Meninggal


# OTT KPK


# Kripto



TERKINI
Tanam Pohon Cemara Udang, Yasonna Harap Jadi Kado Terindah Buat Bu Mega

Tanam Pohon Cemara Udang, Yasonna Harap Jadi Kado Terindah Buat Bu Mega

NASIONAL | 31 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2022 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings