Sri Mulyani: Pembiayaan Utang Tahun Ini Hanya Rp 958,1 Triliun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sri Mulyani: Pembiayaan Utang Tahun Ini Hanya Rp 958,1 Triliun

Senin, 12 Juli 2021 | 15:40 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Keuangan (Kemkeu) memperkirakan pembiayaan utang pada 2021 hanya akan terealisasi Rp 958,1 triliun atau turun 18,6% atau realisasinya akan lebih rendah dari target pembiayaan utang tahun ini sebesar Rp 1.177,4 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani, mengatakan proyeksi realisasi pembiayaan utang tahun ini yang lebih rendah disebabkan perkiraan defisit APBN tahun ini juga akan jauh lebih rendah dibandingkan target yang dipatok sebesar 5,7% atau setara Rp 1.006,4 triliun.

"Ini hal yang bagus berarti kami kurangi kenaikan utang seharusnya Rp 1.177,4 triliun menjadi Rp 958,1 triliun atau turun 18,6 persen ini terutama disebabkan defisit APBN secara nominal akan lebih rendah," kata Sri Mulyani saat rapat dengan Banggar DPR, Senin (12/7/2021).

Sri Mulyani mengatakan, arah kinerja ekonomi terus menunjukkan akselerasi yang semakin baik tercermin dari penerimaan negara yang semakin meningkat dan belanja negara yang diperkirakan akan terserap optimal hingga akhir tahun.

Menkeu menyebut, rendahnya realisasi pembiayaan utang sepanjang tahun, juga tercermin dari hasil pembiayaan utang selama semester I yang tercatat Rp 433 triliun atau setara 37,6 persen dari target APBN. Kemudian untuk pembiayaan utang melalui SBN neto selama semester I tercatat Rp 464 triliun, kemudian pinjaman neto sudah mencapai Rp 20,9 triliun.

Adapun realisasi pembiayaan utang selama semester I terus meningkat dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Secara rinci tahun 2017 pada semester I realisasi pembiayaan utang mencapai Rp 207,8 triliun, kemudian tahun 2018 tercatat Rp 180,2 triliun. Kemudian tahun 2019 pemerintah merealisasikan pembiayaan utang sepanjang semester I mencapai Rp 180,5 triliun dan mulai meningkat di tahun 2020 menjadi Rp 421,5 triliun.

Menurut, Menkeu peningkatan pembiayaan utang sepanjang semester I merupakan bentuk konsekuensi dari kebijakan fiskal yang ekspansif melalui perluasan berbagai program stimulus fiskal dalam rangka menjaga kesehatan masyarakat dan akselerasi pemulihan ekonomi nasional.

"Kita semua tahu, APBN 2021 memang masih alami atau sebagai countercyclical sangat penting untuk melindungi rakyat dan ekonomi, memang desain defisit APBN 2021 mencapai 5,7 persen," jelasnya.

Lebih lanjut, kata Sri Mulyani, untuk prognosis semester II Rp 515,1 triliun atau setara 46,8 persen terhadap pagu pembiayaan utang tahun ini.

"Sehingga, kita hanya akan realisasi utang tahun ini Rp 958 triliun, jauh lebih rendah atau sekitar Rp 219 triliun lebih rendah dari UU APBN. Ini hal yang bagus berarti kami kurangi kenaikan utang seharusnya Rp 1.177 triliun," tegasnya.

Tak hanya itu, faktor lain menurunnya proyeksi realisasi pembiayaan utang juga disebabkan faktor penggunaan sisa anggaran lebih atau (SAL) tahun lalu yang digunakan secara optimal di tahun ini.

"Penggunaan SAL yang kita pakai secara optimal dalam situasi saat ini, pemanfaatan SAL untuk investasi pemerintah dalam penyelesaian jalan tol Sumatera dalam hal ini infrastruktur transportasi ditujukan tidak hanya sekedar pulih tapi ingin bangun pondasi ekonomi lebih kuat kedepan," tandasnya.

Untuk melengkapi berbagai kebijakan fiskal ekspansif, pemerintah tetap berupaya menjaga kesimbangan melalui penerapan kebijakan countercyclical dan kebijakan refocusing anggaran atau fiskal konsolidatif.

"Pemerintah senantiasa mengupayakan kombinasi sumber pembiayaan dalam rangka memenuhi target kebutuhan anggaran yang efisien, namun tetap mempertimbangkan risiko," kata Sri Mulyani.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Kebijakan Industri Beroperasi 100% Pacu Pasar Ekspor dan Penambahan Pekerja

Kemperin proaktif melakukan monitoring aktivitas sektor industri yang beroperasi 100 persen pada masa PPKM.

EKONOMI | 28 September 2021

Memasuki Usia 4 Tahun, OVO Berhasil Gandeng 1,2 Juta Merchant

Saat ini layanan OVO sudah tersedia di 430 kota/kabupaten di seluruh Indonesia. Dari sisi merchant, jumlahnya sudah mencapai lebih dari 1,2 juta merchant.

EKONOMI | 28 September 2021

Garuda Indonesia Fasilitasi Pengangkutan Snow Leopard dari Amsterdam

Pengangkutan satwa dilindungi Snow Leopard oleh Garuda Indonesia, merupakan tindak lanjut dari kerja sama Tiepark Berlin dan Batu Secret Zoo.

EKONOMI | 28 September 2021

Pemerintah Akselerasi Pembangunan Bandara Siboru Fakfak dan Rendani Manokwari

Pembangunan dua bandar udara (Bandara) di Provinsi Papua Barat, yaitu Bandara Siboru di Fakfak dan Bandara Rendani di Manokwari, dipercepat

EKONOMI | 28 September 2021

MPMX Optimistis Pendapatan Bisa Tumbuh 25%

Pertumbuhan kinerja MPMX menunjukkan tren perbaikan pada semester pertama 2021.

EKONOMI | 28 September 2021

Posisi Strategis, Rachmat Gobel Yakin Pelabuhan Anggrek Jadi Lokomotif Kemajuan Gorontalo

Rachmat Gobel mengatakan di banyak kota di dunia, kemajuan suatu masyarakat berawal dari pembangunan pelabuhan.

EKONOMI | 28 September 2021

Pertahankan Kinerja, Yanaprima Hastapersada Kejar Pasar ASEAN

Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) akan meningkatkan ekspor dengan fokus pada pasar ASEAN.

EKONOMI | 28 September 2021

Pelabuhan Anggrek di Gorontalo Resmi Dikelola Swasta

Investasi pengelolaan Pelabuhan Anggrek sebesar Rp 1,4 triliun dan biaya operasional sebesar Rp 5,2 triliun yang akan dikerjasamakan selama 30 tahun.

EKONOMI | 28 September 2021

Indeks Menguat, Saham Borneo Olah Sarana Sukses Cuan 29,35%v

Harga BOSS menguat 29,35%, BUMI naik 21,43%, INDY meningkat 19,34%, ADRO melonjak 15,23%, dan VICO terangkat 14,69%.

EKONOMI | 28 September 2021

Asing Buru Saham United Tractors di Tengah Koreksi IHSG

Harga UNTR naik 4,92%, BMRI meningkat 0,85%, TLKM terangkat 0,28%, BUKA turun 3,45%, dan EXCL menguat 1,73%.

EKONOMI | 28 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Jalur Puncak 2


# PSI


# Pengganti Mangkunegara IX


# SBY



TERKINI
Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 28 September 2021

Data Kasus Aktif Covid-19 sampai 28 September 2021

BERITA GRAFIK | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings