Logo BeritaSatu

Industri Hotel di Bali Masih Berat untuk Pulih Hingga Akhir Tahun

Selasa, 13 Juli 2021 | 17:09 WIB
Oleh : Imam Muzakir / LES

Jakarta, Beritasatu.com - Head of Research Colliers International Indonesia, Ferry Salanto menyatakan, sepanjang tahun 2021 industri hotel di Bali masih akan berat. Karena Bali masih tergantung dari pariwisata, sedangkan pariwisata masih belum bangkit.

“Sampai akhir tahun 2021 industri hotel di Bali masih berat untuk pulih, Bali ini masih tergantung pada sektor pariwisata dan kunjungan wisatawan,” ungkap Ferry Salanto, dalam virtual media briefing kuartal II 2021, di Jakarta, belum lama ini.

Advertisement

Menurut Ferry, peningkatan penyebaran kasus Covid-19 dengan adanya kebijakan pemerintah untuk membatasi mobilitas kunjungan ke Bali, membuat sektor hotel ini alami penurunan tajam. Ditambah lagi dengan pembatasan wisatawan asing yang datang ke Bali.“Sekarang ini, Bali masih bergantung pada wisatawan domestik,” katanya.

Diharapkan dengan dibukanya PPKM Darurat dan percepatan program vaksinasi oleh pemerintah, tingkat keterisian hotel mulai merangkak naik dan sektor pariwisata bisa mulai bangkit, sekaligus bisa mendorong persiapan pembukaan Bali bagi wisatawan asing. “Beberapa hotel mulai memfasilitasi untuk hybrid meeting dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada,” katanya.

Menurut Ferry, beberapa hal yang bisa dioptimalkan yang dilakukan oleh hotelier, antara lain, mengoptimalkan promosi terlebih untuk tamu longstay. Kemudian mengoptimalkan divisi lainnya untuk memperoleh revenue seperti F&B atau katering menu spesial hotel.

“Apabila pintu bagi wisatawan asing sudah mulai dibuka, bisa pertimbangakan untuk bekerja sama dengan pemerintah sebagai hotel karantina bagi WNA (warga negara asing) dengan biaya sendiri,” ujarnya.

Colliers mencatat, hingga akhir tahun 2020, menurut data BPS Bali, jumlah wisman yang datang ke Bali tercatat sebanyak 4.596.157, turun 56,4% dibandingkan 2019. Sedangkan data kunjungan wisman hingga April 2021 tercatat hanya 34 orang.

Sejak beberapa waktu lalu, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah merencanakan untuk membuka pintu pariwisata bagi wisatawan asing pada Juli 2021. Namun rencana tersebut kemungkinan mundur, karena meningkatnya kasus Covid-19 dan juga pemberlakukan PPKM Darurat.

Beberapa upaya yang dilakukan pemerintah untuk mempercepat realisasi pembukaan wisatawan asing antara lain pelaksanaan proses vaksinasi.Menurut penjelasan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, jumlah penduduk Bali yang telah divaksinasi mencapai 1.325.407 (44,18%), sedangkan yang telah divaksinasi lengkap (sampai dosis kedua) adalah 636.639 (21,22). %). Untuk mencapai kekebalan sesuai standar WHO, ditargetkan 3 juta dari 4,3 juta penduduk Bali harus divaksinasi Covid-19.

Sedangkan untuk pasokan, Ferry menyebutkan bahwa, sampai dengan kuartal II tahun 2021 ini, Bali telah menerima pasokan dua hotel baru dengan total 285 kamar, yaitu satu hotel bintang tiga dengan 140 kamar dan satu hotel bintang lima dengan 145 kamar. Dengan penambahan hotel baru, Bali memiliki total 60.447 kamar, dengan total 542 hotel.

Hotel bintang empat masih mendominasi kamar hotel di Bali yang bisa mencapai 25 ribu sampai dengan kuartal II 2021, kemudian disusul bintang lima dan berikutnya adalah hotel bintang tiga.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bappenas: RI Butuh 22 Tahun untuk Jadi Negara Berpendapatan Tinggi

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyatakan, Indonesia membutuhkan waktu 22 tahun untuk menyandang status negara berpendapatan tinggi.

EKONOMI | 8 Februari 2023

Keren! Qoala Plus Tumbuh Tiga Kali Lipat di Sumatera

Qoala Plus sebagai unit bisnis insurtech Qoala mencatat pertumbuhan tiga kali lipat di wilayah Sumatera.

EKONOMI | 8 Februari 2023

OJK Catat Kredit Macet 21 Fintech Lending di Atas 5 Persen

Sebanyak 21 penyelenggara fintech lending mencatat pembiayaan bermasalah atau tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90) di atas 5%.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Marein Cetak Laba Bersih Rp 64,90 Miliar Sepanjang 2022

PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (Marein/MREI) berhasil mencetak laba bersih Rp 64,90 miliar pada tahun 2022

EKONOMI | 7 Februari 2023

Indef Ramal Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2023 Bakal Meredup

Indef memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2023 berada pada kisaran 4,7 persen hingga 4,9 persen.

EKONOMI | 8 Februari 2023

Gerbong Pecinta SandiUno Bangkitkan Motivasi Berwirausaha Warga Sumedang

Gerbong Pecinta SandiUno terus menggencarkan pelatihan-pelatihan ke daerah untuk membangkitkan motivasi berwirausaha.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Dongkrak Penjualan 2023, BELL Andalkan Omnichannel

PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) melanjutkan strategi omnichannel untuk mendongkrak penjualan di tahun 2023.

EKONOMI | 8 Februari 2023

Layanan Digital Pos Indonesia Dinilai Miliki Potensi Dahsyat

i PT Pos Indonesia (Persero) telah memulai transformasi digital sehingga kesan konvensional pada BUMN tersebut mulai terkikis seiring laju digitalisasi di dalam perusahaan.

EKONOMI | 8 Februari 2023

YLKI Desak Kemenkeu Segera Terapkan Cukai Minuman Berpemanis

Tulus menegaskan, dampak yang ditimbulkan dari penundaan cukai minuman berpemanis akan lebih besar, baik dari sisi kesehatan maupun keuangan negara.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Penggunaan Cloud Computing Bisa Tingkatkan Pendapatan UKM

Dalam ekonomi digital, teknologi dapat membantu pelaku small medium business (SMB) atau usaha kecil dan menengah (UKM) agar dapat bekerja lebih cepat dan lebih pintar dari sebelumnya.

EKONOMI | 7 Februari 2023


TAG POPULER

# Warunk Upnormal


# Susi Air


# Gempa Turki


# Jokowi


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Javier Rocha Mundur, Arema FC Tunjuk Putu Gede Jadi Pelatih

Javier Rocha Mundur, Arema FC Tunjuk Putu Gede Jadi Pelatih

BOLA | 30 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE