Logo BeritaSatu

Kimia Farma Bakal Right Issue untuk Tranformasi Digital

Selasa, 13 Juli 2021 | 17:58 WIB
Oleh : Muawwan Daelami / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - PT Kimia Farma Tbk (KAEF) bakal menambah modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue kepada para pemegang saham. Dana yang terkumpul sebagian akan digunakan untuk transformasi digital.

Manajemen Kimia Farma menginginkan agar para pemegang saham dapat ambil bagian dalam penerbitan surat utang wajib konversi atau Obligasi Wajib Konversi (OWK) yang kemudian akan dikonversi menjadi sebanyak-banyaknya 2.779.397.000 saham Seri B.

Advertisement

"OWK itu ditawarkan melalui mekanisme Penawaran Umum Terbatas I (PUT I) dan dilaksanakan sesuai ketentuan POJK HMETD yaitu, Perseroan memperoleh persetujuan dari RUPSLB; Perseroan menyampaikan Pernyataan Pendaftaran dalam rangka PUT I beserta dokumen pendukungnya kepada OJK; serta Pernyataan Pendaftaran dalam rangka PUT I dinyatakan efektif oleh OJK," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (13/7/2021).

Ada pun jumlah penerbitan OWK bakal disesuaikan dengan keperluan dana Perseroan. Yang jelas, dana yang diperoleh dari hasil PUT I akan digunakan untuk memenuhi pembayaran pinjaman Perseroan yang jatuh tempo dan modal kerja Perseroan serta pengembangan usaha dalam rangka transformasi digital dan sistem teknologi informasi.

Transformasi digital telah dilakukan Kimia Farma sejak Agustus 2020 lalu. Di mana, emiten farmasi meluncurkan aplikasi Kimia Farma Mobile yang memungkinkan pelanggan untuk dapat memperoleh layanan kesehatan hanya dengan menggunakan gawai (gadget).

Sehingga bagi Perseroan, tahun ini akan menjadi momentun pertumbuhan dengan fokus melakukan tata kelola melalui dukungan empat pilar portofolio yaitu National Leader Manufacture, Excellent Distribution, Leading Pharmacy Retail dan Best Service Clinic and Clinical Laboratory.

Seperti diketahui, saat ini Kimia Farma sudah memiliki beberapa pabrik yang memproduksi bahan baku obat, obat jadi, obat herbal, kina, yodium serta produk-produk turunan, minyak nabati dan kosmetik.

Sementara, segmen manufaktur dijalankan oleh entitas induk dan anak serta didukung Riset dan Pengembangan, Distribusi dan Perdagangan, Pemasaran, Ritel Farmasi, Laboratorium Klinik dan Klinik Kesehatan.

Selain itu, Perseroan juga sedang berupaya memperkuat sisi operasional dengan melakukan transformasi digital agar proses dari hulu ke hilir, dari pabrik, distribusi, dan ritel farmasi akan terhubung dalam sistem Teknologi Informasi. Melalui digitalisasi tersebut, Manajemen memperkirakan industri farmasi dapat menghemat biaya operasional.

Lebih jauh, dalam hal terjadi perubahan jumlah saham yang akan diterbitkan sebagai hasil konversi OWK, Perseroan akan mengumumkannya bersamaan dengan panggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 27 Juli 2021 mendatang.

Saham hasil konversi OWK akan dikeluarkan dari portopel Perseroan dan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Peraturan BEI Nomor I-A Tentang Pencatatan Saham dan Efek Bersifat Ekuitas Selain Saham yang Diterbitkan Perusahaan Tercatat, Lampiran Keputusan Direksi BEI Nomor Kep-00183/BEI/12-2018.

Saham Seri B yang diterbitkan dari hasil konversi OWK akan memiliki hak yang sama dengan saham-saham Perseroan lainnya yang telah dikeluarkan Perseroan sebelum PUT I, termasuk hak atas dividen.

Dengan demikian, para pemegang saham Perseroan diberikan kesempatan untuk mengambil bagian dalam penawaran terbatas OWK yang kemudian akan dikonversi menjadi saham Seri B Perseroan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ketentuan-ketentuan PUT I, termasuk harga pelaksanaan dan jumlah final atas saham hasil pelaksanaan konversi OWK akan diungkapkan dalam Prospektus yang akan disediakan bagi para pemegang saham sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bappenas: RI Butuh 22 Tahun untuk Jadi Negara Berpendapatan Tinggi

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa menyatakan, Indonesia membutuhkan waktu 22 tahun untuk menyandang status negara berpendapatan tinggi.

EKONOMI | 8 Februari 2023

Keren! Qoala Plus Tumbuh Tiga Kali Lipat di Sumatera

Qoala Plus sebagai unit bisnis insurtech Qoala mencatat pertumbuhan tiga kali lipat di wilayah Sumatera.

EKONOMI | 8 Februari 2023

OJK Catat Kredit Macet 21 Fintech Lending di Atas 5 Persen

Sebanyak 21 penyelenggara fintech lending mencatat pembiayaan bermasalah atau tingkat wanprestasi 90 hari (TWP 90) di atas 5%.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Marein Cetak Laba Bersih Rp 64,90 Miliar Sepanjang 2022

PT Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk (Marein/MREI) berhasil mencetak laba bersih Rp 64,90 miliar pada tahun 2022

EKONOMI | 7 Februari 2023

Indef Ramal Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I 2023 Bakal Meredup

Indef memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal I 2023 berada pada kisaran 4,7 persen hingga 4,9 persen.

EKONOMI | 8 Februari 2023

Gerbong Pecinta SandiUno Bangkitkan Motivasi Berwirausaha Warga Sumedang

Gerbong Pecinta SandiUno terus menggencarkan pelatihan-pelatihan ke daerah untuk membangkitkan motivasi berwirausaha.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Dongkrak Penjualan 2023, BELL Andalkan Omnichannel

PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) melanjutkan strategi omnichannel untuk mendongkrak penjualan di tahun 2023.

EKONOMI | 8 Februari 2023

Layanan Digital Pos Indonesia Dinilai Miliki Potensi Dahsyat

i PT Pos Indonesia (Persero) telah memulai transformasi digital sehingga kesan konvensional pada BUMN tersebut mulai terkikis seiring laju digitalisasi di dalam perusahaan.

EKONOMI | 8 Februari 2023

YLKI Desak Kemenkeu Segera Terapkan Cukai Minuman Berpemanis

Tulus menegaskan, dampak yang ditimbulkan dari penundaan cukai minuman berpemanis akan lebih besar, baik dari sisi kesehatan maupun keuangan negara.

EKONOMI | 7 Februari 2023

Penggunaan Cloud Computing Bisa Tingkatkan Pendapatan UKM

Dalam ekonomi digital, teknologi dapat membantu pelaku small medium business (SMB) atau usaha kecil dan menengah (UKM) agar dapat bekerja lebih cepat dan lebih pintar dari sebelumnya.

EKONOMI | 7 Februari 2023


TAG POPULER

# Warunk Upnormal


# Susi Air


# Gempa Turki


# Jokowi


# Ferdy Sambo


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Kasus Diabetes Anak Melonjak, IDI Tekankan Pentingnya Edukasi Masyarakat

Kasus Diabetes Anak Melonjak, IDI Tekankan Pentingnya Edukasi Masyarakat

NASIONAL | 8 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE