Sejak 2008, Pemerintah Sudah Terbitkan Sukuk Sebesar Rp 1.810 Triliun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sejak 2008, Pemerintah Sudah Terbitkan Sukuk Sebesar Rp 1.810 Triliun

Kamis, 15 Juli 2021 | 13:32 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Keuangan mencatat kurun waktu tahun 2008 hingga Juni 2021 telah menerbitkan sukuk atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) sebesar Rp 1.810,02 triliun atau setara US$ 124,49 miliar.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengatakan pemerintah terus berkomitmen untuk mengembangkan pasar modal syariah melalui penerbitan sukuk negara atau SBSN menjadi salah satu manifestasi pemerintah untuk pembiayaan utang dalam APBN.

"Total volume penerbitan SBSN jangka waktu 2008 hingga Juni 2021 mencapai Rp 1.810,02 triliun atau dalam dolar mencapai US$ 124,49 miliar. Outstanding pada Juli 2021 adalah mencapai Rp 1.075,83 triliun atau ekuivalen 73,99 miliar dolar AS,” tuturnya dalam Konferensi Internasional KNEKS secara daring, Kamis (15/7/2021).

Lebih lanjut, Menkeu mengatakan realisasi volume penerbitan tersebut merepresentasikan 19% dari total outstanding SBN secara keseluruhan.

Selain berperan untuk pembiayaan utang dalam APBN dan memperdalam pasar modal syariah. Instrumen ini juga dinilai sangat penting karena sifatnya yang stabil serta dipercaya oleh investor atau masyarakat dalam negeri maupun luar negeri.

“Sukuk negara juga berperan dalam menciptakan pendalaman pasar keuangan syariah, memperluas basis investor dan menciptakan edukasi mengenai instrumen investasi yang aman. Bahkan dari tahun ke tahun terus berkembang serta terus memainkan peranan yang sangat penting dalam pembiayaan APBN,” kata dia.

Lebih rinci, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia juga mengungkapkan secara volume kontribusi surat berharga syariah negara dalam pembiayaan APBN terus mengalami kenaikan yang semula hanya Rp 4,7 triliun pada awal penerbitannya di tahun 2008.

“Kontribusi dimulai dengan Rp 4,7 triliun pada awal menerbitkan tahun 2008 hingga telah mencapai Rp 360 triliun pada tahun 2020. Apabila kita bandingkan dengan penerbitan SBN biasa, maka sukuk negara berkontribusi 20% hingga 30% dari penerbitan surat berharga negara di setiap tahunnya,” kata dia.

Pemerintah akan mengembangkan pasar sukuk negara dan tentu ini disertai upaya-upaya perbaikan dari mulai pengembangan produk untuk memenuhi berbagai kebutuhan investor seperti sukuk ritel, sukuk tabungan, sukuk global, cash wakaf link dan perkembangan struktur akad sukuk serta serta diversifikasi dari underlying asset-nya.

Apalagi nilai aset sukuk korporasi dan reksa dana syariah masih rendah. Pada tanggal 25 Juni, posisi outstanding sukuk korporasi hanya mencapai Rp 32,54 triliun dengan market share sebesar 7,44%.

Begitu pula dengan reksa dana syariah yang nilai nominalnya Rp 39,75 triliun dengan market share sekitar 7,28%.

"Komitmen pemerintah sangat kuat untuk mengembangkan pasar modal syariah dengan meningkatkan kedalaman dan likuiditas sektor keuangan syariah. Penerbitan surat berharga syariah negara atau sukuk negara merupakan salah satu manifestasinya," kata Sri Mulyani.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan untuk memperdalam pasar sukuk negara, maka Menkeu berharap akan semakin menciptakan alternatif instrumen yang dibutuhkan oleh investor dalam negeri.

Tak hanya itu, pemerintah juga terus meningkatkan kualitas infrastruktur pasar dan metode penerbitan sukuk negara dari mulai yang biasanya dilakukan melalui lelang reguler, bookbuilding atau juga bisa dilakukan dalam bentuk private placement terutama untuk institusional investor.

“ini juga dikembangkan untuk memfasilitasi kebutuhan pendanaan dan memberikan fleksibilitas penerbitan sekaligus juga untuk tempat investasi yang aman bagi para investor institusi,” tuturnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

112 Gardu Listrik PLN Terdampak Erupsi Gunung Semeru

PLN mencatat sebanyak 30.523 pelanggan di wilayah Kabupaten Lumajang, terdampak erupsi Gunung Semeru.  

EKONOMI | 4 Desember 2021

Rachmat Gobel Minta Syarikat Islam Fokus Dakwah Ekonomi

Gobel mendorong Syarikat Islam (SI) membuat rumusan yang konkret dan terukur dalam program aksi di bidang ekonomi.

EKONOMI | 4 Desember 2021

Erupsi Gunung Semeru, PLN Utamakan Pemulihan Suplai Listrik

PT PLN (Persero) fokus mempercepat pemulihan suplai listrik terdampak bencana erupsi Gunung Semeru di beberapa wilayah Kabupaten Lumajang.

EKONOMI | 4 Desember 2021

Industri Fintech dan E-Commerce Dorong Pemulihan Ekonomi

Momentum pertumbuhan industri fintech pendanaan bersama dan e-commerce diproyeksi terus meningkat di tahun 2022.

EKONOMI | 4 Desember 2021

10 BTS Telkomsel Terdampak Erupsi Gunung Semeru

Telkomsel memastikan layanan telekomunikasi dan layanan data di sekitar wilayah terdampak erupsi Gunung Semeru masih tetap berjalan lancar.

EKONOMI | 4 Desember 2021

Diminati Investor, IPO Tays Bakers Oversubscribed 26X 

Saham PT Jaya Swarasa Agung Tbk atau Tays Bakers (TAYS)  kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 26 kali.

EKONOMI | 4 Desember 2021

Menteri Basuki Minta BUJT Tingkatkan Kualitas Layanan Tol

Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali, didorong untuk meningkatkan kualitas layanan jalan tol secara berkelanjutan.

EKONOMI | 4 Desember 2021

Menteri PUPR Pacu Pembangunan Infrastruktur di Papua

Kementerian PUPR mengambil langkah-langkah terobosan pembangunan infrastruktur di Papua dan Papua Barat dengan lebih terpadu, tepat, dan fokus.

EKONOMI | 4 Desember 2021

Dubes Djauhari: Ekspor Indonesia ke Tiongkok Tumbuh 59,7%

Hingga September 2021, kinerja ekspor Indonesia ke Tiongkok mengalami peningkatan 59,7%.

EKONOMI | 4 Desember 2021

Cegah Omicron Meluas, Kemenhub Perketat Pintu Masuk Udara

Pengetatan pintu masuk ini berlaku bagi WNI dan WNA, serta personel atau kru pesawat udara asing (pilot, pramugari/pramugara, teknisi, dan engineering).

EKONOMI | 4 Desember 2021


TAG POPULER

# Lili Pintauli Siregar


# Insentif PPN


# Kekayaan Nurul Ghufron


# Greysia/Apriyani


# Jokowi



TERKINI
Kemenkes: Sesuai Peta Jalan, Vaksin Sinovac Jadi Dosis Kedua

Kemenkes: Sesuai Peta Jalan, Vaksin Sinovac Jadi Dosis Kedua

KESEHATAN | 26 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings