Logo BeritaSatu

10 Tahun Terakhir, Jumlah Saham Syariah Meningkat 84%

Kamis, 15 Juli 2021 | 17:59 WIB
Oleh : Triyan Pangastuti / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Menteri BUMN I, Pahala Mansury mengungkapkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, jumlah saham syariah di Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkat hingga 84%

Ia mengatakan jumlah saham syariah meningkat signifikan dibandingkan saham yang tercatat di bursa tumbuh 64%. Bahkan kenaikan saham nonsyariah secara agregat lebih rendah di kisaran naik 44%. “Jumlah saham syariah meningkat pesat 84%, artinya lebih tinggi dari tingkat pertumbuhan saham secara umum,” kata Pahala dalam Konferensi Internasional Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) secara daring, Kamis (15/7/2021).

Ia mengungkapkan keberadaan pasar modal syariah dimulai sejak diluncurkannya reksa dana syariah yang pertama pada tahun 1997. Namun perkembangannya lambat, dan mulai dikenal masyarakat luas sejak tahun 2011. “2011 disebut sebagai tahun kebangkitan pasar modal syariah di Indonesia. Pada tahun 2011 BEI melakukan inovasi mengakseselerasi pasar modal syariah Indonesia dengan meluncurkan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) untuk mendorong fatwa transaksi saham sesuai prinsip syariah dan menciptakan sistem perdagangan online syariah,” tuturnya.

Secara terinci, Pahala mengatakan bahwa rata-rata volume transaksi harian meningkat 13,8% setiap tahunnya, yaitu dari 2,7 miliar lembar saham per hari di 2011 menjadi 8,97 miliar saham lembar saham di Maret 2021 lalu.

Kendati begitu, ia tak menampik bahwa pandemi Covid-19 berdampak pada sektor perekonomian dan keuangan secara umum. Pada 2020, indeks saham syariah Indonesia (ISSI) menurun 5,46% secara yoy, sedangkan Jakarta Islamic Index (JII) anjlok 9,69%.

“Kemudian pada 24 Maret 2020 merupakan level terendah ISSI yang turun 38,24% dibandingkan penutupan akhir di tahun 2019. Kemudian dibandingkan titik terendahnya pada akhir tahun 2020, indeks ISSI ditutup pada level 177,48%, atau mengalami peningkatan 53%, ini tentunya menunjukkan bahwa indeks saham syariah sudah mengalami recovery setelah masa pandemi Covid-19," kata dia.

Sementara Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan kinerja pasar modal syariah ikut mengalami perlambatan sebagai dampak pandemi, khususnya kinerja saham syariah dan reksa dana syariah. “Menghadapi situasi ini diperlukan inovasi bersama, yang dapat berperan sebagai katalisator perluasan market yang lebih inklusif dan berkesinambungan,” tuturnya.

Dia mengatakan terdapat ruang luas untuk pengembangan industri keuangan syariah di Indonesia. Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pernah menyampaikan bahwa market share keuangan syariah Indonesia masih relatif rendah yaitu 9,89% dari total aset keuangan nasional Indonesia, termasuk di dalamnya pasar modal syariah.



Saksikan live streaming program-program BTV di sini

Sumber: Investor Daily

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dubes Heri Fasilitasi Penandatanganan MoU PT MRT Jakarta dan Perusahaan Jepang

Duta Besar untuk Jepang, Heri Akhmadi memfasilitasi penandatanganan empat MoU antara PT MRT Jakarta dengan perusahaan Jepang.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Perkuat Kolaborasi Startup dan Ekosistem, Telkomsel Hadir di NEX-BE Fest 2022

Tahun ini sebanyak 38 BUMN yang turut berpartisipasi di dalam agenda NEX-BE Fest 2022 di Bali bertemu dengan sekitar 41 startup dari berbagai sektor yang merupakan bagian dari ekosistem.  

EKONOMI | 1 Desember 2022

Bank INA Siap Right Issue Jumbo Rp 1,2 T untuk Perkuat Modal

PT Bank INA Perdana Tbk (BINA) bersiap kembali menggelar rights issue dengan mengincar dana Rp 1,2 triliun dalam rangka memperkuat struktur permodalan. 

EKONOMI | 1 Desember 2022

Menkeu Warning Kualitas Belanja Pusat dan Daerah Diperbaiki

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani meminta kualitas belanja pusat dan daerah harus terus diperbaiki pada 2023.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Industri Asuransi Makin Baik, LPS Bisa Jamin Polis Lebih Cepat

LPS siap menjalankan program penjaminan polis dalam kurun 2 tahun sejak Undang-Undang ditetapkan, bukan 5 tahun seperti yang tengah dicanangkan.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Usai Lock Up Dibuka, GOTO Diproyeksi Terbang Saat Window Dressing

Harga saham emiten teknologi, PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada hari pertama pembukaan masa penguncian saham (lock up) tergerus 6,62%.

EKONOMI | 1 Desember 2022

IHSG Hilang 60 Poin, GOTO, AMAR dan BABP Paling Boncos

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (1/12/2022), ditutup anjlok sebanyak 60,51 poin (0,85%) menjadi 7.020,80.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Perkasa! Rupiah Menguat 169 Poin Jadi Rp 15.562 Per Dolar AS

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini Kamis (1/12/2022) ditutup menguat dibandingkan posisi kemarin.

EKONOMI | 1 Desember 2022

Inflasi Bulanan November Capai 0,09%, Ini Pemicunya

BPS menyatakan inflasi secara bulanan atau month to month (m-to-m) pada November 2022 sebesar 0,09% atau naik setelah sebelumnya terjadi deflasi 0,11%.

EKONOMI | 1 Desember 2022

KDTN Gandeng Swiss-Belhotel Kembangkan Hotel di Rest Area

Pengalaman Swiss-Bellhotel International sebagai operator hotel menjadikan KDTN bermitra dengan perusahaan global tersebut.

EKONOMI | 1 Desember 2022


TAG POPULER

# Sidang Ferdy Sambo


# Piala Dunia 2022


# Gempa Cianjur


# Pertumbuhan Ekonomi 2023


# One Championship


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Juara Dunia Tinju Minta Maaf karena Ancam Lionel Messi

Juara Dunia Tinju Minta Maaf karena Ancam Lionel Messi

SEMESTA BOLA 2022 | 8 menit yang lalu










CONTACT US Commodity Square, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
B UNIVERSE