Arcandra Tawarkan Solusi Kilang Minyak Menguntungkan, Ini Penjelasannya
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Arcandra Tawarkan Solusi Kilang Minyak Menguntungkan, Ini Penjelasannya

Kamis, 15 Juli 2021 | 21:29 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Sebagai negara dengan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) terbesar di Asia Tenggara, Indonesia membutuhkan energi dalam jumlah besar. Untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri, pembangunan kilang minyak dinilai sebagai salah satu opsi terbaik.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2016-2019 Arcandra Tahar mengatakan ada beberapa strategi yang bisa dilakukan agar kilang yang dibangun dapat memberi keuntungan sesuai dengan rencana.

"Pertama, lokasi kilang sebaiknya berada di pesisir pantai, digabung dengan petrochemical plant dan dekat dengan kawasan industri, yang menjadi pembeli produk kilang dan petrochemical," kata dia dalam akun instagram pribadinya @arcandra.tahar seperti dipantau Kamis (15/7/2021).

Menurut dia, lokasi di pesisir pantai dimaksudkan memudahkan suplai crude dan perpindahan produk kilang dengan menggunakan moda tranportasi laut. Biasanya produk kilang bisa menjadi bahan baku untuk petrochemical plant. Ongkos perpindahan produk kilang ini menjadi murah kalau kilang dan petrochemical plant-nya berdekatan. Selan itu, akan semakin menguntungkan jika ada industri di dekat kilang dan petrochemical plant yang menjadikan produk kilang dan petrochemical sebagai bahan bakunya. "Inilah yang dinamakan dengan kawasan terintegrasi yang memberikan nilai tambah pada setiap industi yang terlibat," kata dia.

Kedua, sumber energi yang dibutuhkan untuk mengoperasikan kilang berasal dari energi terbarukan. Tekanan untuk menjaga kenaikan suhu bumi kurang dari 2 dengree celsius pada akhir abad ini semakin membuat industri migas terpinggirkan. Ditambah dengan rencana lembaga-lembaga keuangan dunia yang tidak mau lagi membiayai proyek-proyek migas seperti kilang ini. "Padahal dalam dua dekade ke depan produk kilang dan petrochemical masih dibutuhkan oleh peradaban manusia," tulis Arcandra.

Lebih lanjut Arcandra mengatakan, seharusnya dalam masa transisi menuju penggunaan energi bersih yang lebih luas, industri migas tetap bisa berpartisipasi lewat penggunaan energi listrik dari energi terbarukan. Kalau ada gas CO2 yang dihasilkan maka teknologi carbon capture and storage (CCS) bisa digunakan agar CO2 nya tidak dilepas ke udara. "Dengan cara ini diharapkan lembaga keuangan dunia masih mau membiayai proyek migas dengan bunga yang lebih kompetitif," kata dia.

Ketiga, tidak mengunci spesifikasi kilang untuk crude tertentu. Kalau kilang didesain hanya untuk satu jenis crude, maka saat crude tersebut sudah habis, kilang menjadi tidak efisien. "Dengan kata lain, pasokan crude sangat bergantung dari umur sumur minyak, sementara umur kilang bisa lebih panjang daripada umur sumur," kata Archandra.

Sementara risiko bisnis yang ditanggung oleh pemilik kilang yakni keamanan pasokan crude dan harga jual produk (BBM dll) yang harganya ditentukan mekanisme pasar. Perumpamaannya seperti restoran dimana si pemilik restoran membeli seafood, sapi, atau kerbau yang harganya bisa murah, bisa juga mahal tergantung ketersediannya. Kemudian dapur dan juru masak mengolahnya menjadi masakan Padang, selanjutnya dijual ke pelanggan yang harganya bisa mahal, juga bisa murah tergantung daya beli masyarakat pada saat itu. "Celakanya kalau daging sapinya mahal, sementara rendang dijual murah. Rugi jadinya," kata Archandra.

Namun kata Archandraada juga investor kilang yang cerdas. Caranya mereka tidak mau menanggung risiko dengan naik dan turunnya harga crude dan harga BBM. Mereka minta dibayar berdasarkan volume crude yang diolah, misalnya US$ 4 barel. Jadi mereka selalu untung dan tidak takut kalau harga crude melambung menjadi US$ 100 per barel.

"Ibaratnya untuk restoran Padang, si pemilik restoran hanya menerima daging sapi kemudian diolah jadi rendang dan dibayar berdasarkan berapa kilogram rendang yang mereka masak. Berkaitan dengan berapa harga daging sapi dan harga jual rendang yang naik turun bukan urusan mereka. Cerdas bukan!," tutup Arcandra dalam tulisan berseri itu.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Krisis Evergrande Bisa Gerus 0,01% dari PDB Tiongkok

Krisis utang China Evergrande Group diperkirakan memperlambat pertumbuhan ekonomi Tiongkok, tetapi memiliki dampak minimal di sistem keuangan.

EKONOMI | 22 September 2021

Wapres Optimistis Indonesia Jadi Pemain Utama Keuangan Syariah

Sektor industri produk halal dan keuangan syariah terus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

EKONOMI | 22 September 2021

Waskita Beton Precast Garap Proyek Interchange Dukuh Atas

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menggarap proyek Sudirman Station-Dukuh Atas Interchange dengan nilai kontrak Rp 163,61 miliar.

EKONOMI | 22 September 2021

Akumindo: Holding Ultra Mikro Bukti Keberpihakan Pemerintah pada UMKM

Kehadiran Holding Ultra Mikro (Umi) yang melibatkan BRI, Pegadaian, dan PNM menjadi bukti keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha kecil.

EKONOMI | 22 September 2021

IHSG Positif, Ini 5 Saham Top Gainers di Sesi I

PT Wilton Makmur Tbk (SQMI) paling cuan pascaharganya melesat 30,83%, disusul BIMA menguat 21,69%, ARKA meningkat 19,80%, BBHI naik 9,14% dan BOSS naik 8,43%.

EKONOMI | 22 September 2021

Waskita Karya Kantongi Restu Right Issue 24,56 Miliar Saham

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengantongi restu dari para pemegang saham untuk menambah modal melalui right issue.

EKONOMI | 22 September 2021

Rebound, IHSG Menguat ke 6.106

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,75% ke 6.106,3 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (22/9/2021).

EKONOMI | 22 September 2021

ADB Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 3,5%

Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2021 sebesar 3,5% year on year (yoy).

EKONOMI | 22 September 2021

Citilink Raih Penghargaan Maskapai dengan Penerapan Prokes Terbaik

Maskapai penerbangan Citilink berhasil meraih predikat “5-Star Covid-19 Airline Safety Rating” dari Skytrax.

EKONOMI | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
HUT ke-70, Lautan Luas Adopsi Kampung di Mauk

HUT ke-70, Lautan Luas Adopsi Kampung di Mauk

EKONOMI | 10 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings