Ahli Kimia ITB Pastikan BPA dalam Galon Guna Ulang Aman Dikonsumsi
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ahli Kimia ITB Pastikan BPA dalam Galon Guna Ulang Aman Dikonsumsi

Kamis, 22 Juli 2021 | 01:03 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Ahli kimia sekaligus pakar polimer dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ahmad Zainal Abidin, memastikan air minum dalam kemasan (AMDK) galon guna ulang berbahan policarbonat (PC) yang mengandung unsur Bisfenol A (BPA) aman untuk dikonsumsi.

Menurutnya, hal itu sudah dibuktikan dari hasil penelitian yang dilakukan Sentra Teknologi Polimer (STP) – BPPT Serpong.

Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB itu menjelaskan hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada satu sampel pun dari AMDK galon guna ulang yang diteliti itu mengandung BPA di atas ketentuan maskimum yang bisa membahayakan kesehatan manusia.

“Migrasi BPA dari galon guna ulang ke produk air di dalamnya itu masih seperseratus dari kadar maksimum yang diizinkan. Termasuk sampel galon yang terjemur sinar matahari, meski memang ditemukan adanya kandungan migrasi yang lebih tinggi dari yang ditempatkan di tempat yang tidak terkena matahari, namun kadarnya juga masih jauh di bawah batas maksimum yang diizinkan,” tegas Zainal.

“Itu artinya, masyarakat yang ada di seluruh Indonesia tidak perlu khawatir untuk menggunakan air dalam kemasan galon guna ulang itu,” kata Zainal meyakinkan.

Dasi sisi ilmiah, kata Zainal, semua zat kimia itu pasti berbahaya. Tidak hanya BPA, zat-zat prekursor yang digunakan untuk membuat botol atau galon plastik PET ((polyethylene terephthalate) atau sekali pakai juga sama-sama afa bahayanya.

“Etilena glikol yang menjadi salah satu prekursor yang digunakan untuk membuat botol atau galon plastik PET atau sekali pakai itu sangat beracun dan bisa menyerang sistem saraf pusat, jantung dan ginjal serta dapat bersifat fatal jika tidak segera ditangani,” Zainal memaparkan.

“Tapi, dalam bentuk polimernya, dimana zat-zat kimia yang menjadi prekursor bahan pembuat botol atau galon plastk itu bereaksi secara kimia sehingga membentuk polimer PC dan PET, itu menjadi tidak berbahaya. Yang penting tetap dijaga agar polimer itu tidak terurai kembali menjadi bentuk prekursornya. Karenanya, kemasan-kemasan itu perlu diawasi secara berkala oleh BPOM,” tutur Zainal.

“Selain kemasan botol atau galon plastik, menurut Zainal, produk obat obatan saja juga terbuat dari zat-zat kimia yang berbahaya. Itulah sebabnya, kalau obat itu digunakan sesuai takarannya menjadi bagus, tapi kalau berlebihan obat itu malah bisa membunuh,” jelasnya.

Bahkan garam dapur yang digunakan masyarakat sehari hari untuk bahan memasak terdiri dari unsur klorida dan natrium.

Menurutnya, Natrium itu berbahaya bahkan bisa jadi peledak. Begitu juga dengan Klor dalam Klorida sama berbahayanya dan bahkan bisa menyebabkan kematian bagi orang yang menghirupnya.

“Tapi, ketika sudah dijadikan garam dapur, kan sudah tidak berbahaya lagi. Malah hidup ini menjadi hambar tanpa garam,” ujarnya.

Menurut Zainal, di situlah perlunya ada lembaga seperti BPOM, yang bekerja untuk mengawasi semua kemasan-kemasan pangan yang ada di pasaran. Dia mengatakan laboratorium yang digunakan BPOM untuk melakukan uji keamanan terhadap kemasan pangan itu juga sudah bersertifikat dan diakui oleh Badan Akreditasi Nasional, sama seperti laboratorium yang ada di Sentra Polimer BPPT. “Jadi, hasil penelitian yang dilakukan di laboratorium ini juga pasti akurat dan bisa dipercaya,” ucapnya.

Jadi, menurut Zainal, masyarakat harus mengetahui bahwa bahan berbahaya ditambah bahan berbahaya, kalau secara kimia itu bisa menghasilkan bahan yang tidak berbahaya.

Tapi, kalau pencampurannya dilakukan secara fisik, artinya tidak ada reaksi kimia yang terjadi, itu akan menjadi dua kali berbahaya.

“Jadi menurut saya, masyarakat harus dikasih pengetahuan yang lengkap supaya tidak lagi takut lagi menggunakan kemasan pangan plastik yang sudah mendapat ijin BPOM, sehingga hidup ini menjadi nyaman,” katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Bursa Eropa Melemah karena Imbal Hasil Obligasi dan Ekonomi Tiongkok

Pan-European Stoxx 600 ditutup turun sekitar 2% dengan saham teknologi anjlok 4,4% memimpin pelemahan.

EKONOMI | 29 September 2021

Goldman Sachs Turunkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok

Goldman Sachs Selasa (28/9/2021) menurunkan perkiraan pertumbuhan ekonomi Tiongkok.

EKONOMI | 29 September 2021

Bank Indonesia: PON XX Gerakkan Ekonomi Papua

Penuhnya hotel, tingginya nilai harga tiket pesawat serta katering bagi para atlet PON menjadi bukti bergeraknya ekonomi Papua.

EKONOMI | 28 September 2021

Penghargaan Subroto 2021 Lahirkan Role Model Efisiensi Energi

Menteri ESDM menegaskan, Penghargaan Subroto 2021 lahirkan role model efisiensi energi di sektor gedung dan industri.

EKONOMI | 28 September 2021

Lima Kabupaten di Jatim Jadi Contoh Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

Kemiskinan ekstrem Jatim tahun 2021 mencapai angka 4,4% dengan jumlah penduduk miskin ekstrem sebesar 1.746.990 jiwa.

EKONOMI | 28 September 2021

Penataan Taman Wisata Laut Pekalongan Ditargetkan Rampung November 2021

Kota Pekalongan dinilai memiliki potensi pantai yang indah dan sangat potensial dikembangkan untuk menarik wisatawan.

EKONOMI | 28 September 2021

LPEI Dorong Potensi Ekspor UMKM di Sulawesi Utara

LPEI siap membantu peningkatan kapasitas UMKM khususnya di wilayah Indonesia Timur.

EKONOMI | 28 September 2021

Penuhi Kebutuhan Pecinta Olahraga, PIK2 Hadirkan Pusat Olahraga Terlengkap

PIK2 kembali menghadirkan kawasan baru untuk memenuni pecinta olahraga dan masyarakat umum dengan menghadirkan pusat olahraga terlengkap.

EKONOMI | 28 September 2021

Waskita Beton Raih Kontrak Proyek Masjid Raya Sheikh Zayed Solo

PT Waskita Beton Precast Tbk (WBP) meraih kontrak proyek pembangunan Masjid Raya Syeikh Zayed di Solo, Jawa Tengah pada kuartal III 2021.

EKONOMI | 28 September 2021


TAG POPULER

# Citilink


# PTM


# Piala Sudirman


# Interpelasi Formula E


# Pengobat Alternatif Ditembak



TERKINI
Lonjakan Imbal Hasil Picu Dow Turun 570 Poin dan Nasdaq Terburuk Sejak Maret

Lonjakan Imbal Hasil Picu Dow Turun 570 Poin dan Nasdaq Terburuk Sejak Maret

EKONOMI | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings