RUPSLB BRI Setujui Right Issue, Holding Ultramikro Semakin Dekat
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

RUPSLB BRI Setujui Right Issue, Holding Ultramikro Semakin Dekat

Kamis, 22 Juli 2021 | 16:57 WIB
Oleh : Faisal Maliki Baskoro / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) secara daring di Jakarta (22/07) dalam rangka mendapatkan persetujuan aksi korporasi right issue terkait rencana pembentukan holding ultramikro. Right Issue ini berpotensi menjadi yang terbesar di Indonesia, bahkan di Asia.

Rights issue akan dilakukan BRI dengan mekanisme penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD). Sebelumnya, Head of Research PT Samuel Sekuritas Indonesia Suria Dharma mengatakan BRI berpotensi meraup dana segar hingga Rp 40 triliun dari rights issue.

Pada pemaparan press conference RUPSLB BRI secara daring tersebut, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan bahwa perseroan terus melakukan eksplorasi sumber-sumber pertumbuhan baru yang selaras dengan aspirasi perseroan untuk menjadi Champion of Financial Inclusion.

Segmen ultramikro telah diidentifikasi sebagai sumber pertumbuhan baru melalui pembentukan ekosistem Ultra Mikro. Ekosistem ini akan menyediakan layanan keuangan yang terintegrasi bagi para pengusaha segmen ultramikro sehingga memungkinkan mekanisme naik kelas ke nasabah mikro lebih tertata dengan baik.

Rencana ini juga selaras dengan visi pemerintah dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020 – 2024 yaitu untuk mendorong inklusi keuangan. Oleh karenanya, Pemerintah bermaksud membentuk holding ultramikro yang terdiri dari BRI, Pegadaian dan PNM. Dalam hal ini BRI akan ditunjuk sebagai induk holding.

“Berdasarkan data Kenkop & UKM RI, Asian Development Bank dan hasil analisis BRI, pada tahun 2018, terdapat sekitar 45 juta usaha ultramikro yang membutuhkan pendanaan tambahan. Sejauh ini, hanya sekitar 15 juta usaha ultramikro yang tersentuh pendanaan dari lembaga keuangan formal. Dengan menjangkau potensi ultramikro, aksesibilitas layanan keuangan di segmen tersebut dapat dioptimalkan,” urai Sunarso.

Dalam PMHMETD ini, Pemerintah akan menyetorkan seluruh saham Seri B miliknya dalam Pegadaian dan PNM kepada BRI atau inbreng. Setelah transaksi, BRI akan memililiki 99,99% saham Pegadaian dan PNM. Di samping itu, Pemerintah akan tetap memiliki 1 (satu) lembar saham Seri A Dwiwarna pada Pegadaian dan PNM.

“Perseroan merencanakan penerbitan sebanyak-banyaknya 28.677.086.000 saham Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp50. Adapun jumlah lembar saham dan harga pelaksanaan akan disampaikan kemudian,” imbuh Sunarso.

Dana hasil dari aksi korporasi ini akan dimanfaatkan oleh BRI untuk pembentukan holding ultramikro yang dilakukan melalui penyertaan saham BRI dalam Pegadaian dan PNM, sebagai hasil dari inbreng pemerintah. Selebihnya akan digunakan sebagai modal kerja BRI dalam rangka pengembangan ekosistem ultramikro, serta bisnis mikro dan kecil.

Aksi korporasi ini nantinya akan berdampak kepada laporan keuangan konsolidasian BRI pada tanggal 31 Maret 2021, di antaranya total aset BRI meningkat dari Rp 1.411 triliun menjadi Rp 1.515 triliun, total liabilitas BRI meningkat dari Rp1.216 triliun menjadi Rp1.289 triliun; dan laba bersih BRI meningkat dari Rp7 triliun menjadi Rp 8 triliun.

Sunarso menambahkan bahwa holding ultramikro ini tidak saja memberikan manfaat bagi BRI, Pegadaian dan PNM namun juga bagi pelaku usaha ultramikro dan perekonomian nasional.

“PNM akan berperan di fase empowerment. Pinjaman kelompok yang disalurkan PNM selain bernilai sebagai pembiayaan, juga berfungsi dalam pemberian asistensi dan peningkatan kapabilitas. Kemudian, di fase integration, BRI dan Pegadaian dapat membantu pelaku usaha di segmen tersebut dengan berbagai produk gadai maupun KUR,” jelasnya.

“Selanjutnya, pada tahap terakhir adalah pada fase upgrade, holding ultramikro memungkinkan pelaku usaha ultramikro naik kelas menjadi nasabah mikro BRI yang berbasis komersial. Proses dimaksud akan terjadi dalam satu ekosistem sehingga lebih efektif dan efisien”, tambah Sunarso.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ada PPKM, Pengelola Mal Kehilangan Pendapatan Rp 5 Triliun per Bulan

Pandemi Covid-19 yang diikuti kebijakan PPKM memberi tekanan yang besar pada sektor usaha, termasuk pusat perbelanjaan.

EKONOMI | 22 Juli 2021

Tumbuh 18%, ASDP Bukukan Pendapatan Rp 1,69 Triliun

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) membukukan pendapatan senilai Rp 1,69 triliun sepanjang semester I-2021.

EKONOMI | 22 Juli 2021

Didukung 63 Juta Nasabah, BNI Terus Perkuat Digitalisasi

Untuk memperkuat permodalan, BNI akan melakukan rights issue senilai sekitar Rp 11,7 triliun pada semester pertama 2022.

EKONOMI | 22 Juli 2021

Kurs Rupiah Menguat 60 Poin ke Rp 14.480

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan sore hari ini, Kamis (22/7/2021), terpantau menguat ke kisaran Rp 14.480.

EKONOMI | 22 Juli 2021

Bursa Eropa Dibuka Menguat, Pasar Tunggu Rapat ECB

Stoxx 600 naik 0,65%, DAX Jerman naik 0,8%, FTSE Inggris naik 0,12%, CAC Prancis naik 0,55%, FTSE MIB Italia naik 0,73%.

EKONOMI | 22 Juli 2021

Industrinya Berdaya Saing Global, Kemperin Perkuat SDM Teknologi Kertas

Kemperin berupaya untuk meningkatkan kinerja industri kertas di Tanah Air melalui penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

EKONOMI | 22 Juli 2021

Di tengah Ketidakpastian Pasar Keuangan Global, BI Sebut Rupiah Terkendali

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah relatif terkendali di tengah kembali meningkatnya ketidakpastian.

EKONOMI | 22 Juli 2021

Dipimpin Hang Seng, Bursa Asia Ditutup Menguat

Indeks komposit Shanghai naik 0,34%, Hang Seng Hong Kong naik 1,83%, S&P/ASX 200 naik 1,06%, Kospi Korsel naik 1,07%.

EKONOMI | 22 Juli 2021

Kemdes PDTT Pastikan Penyaluran BLT DD di Kabupaten Sukabumi

Kemdes PDTT pantau penyaluran BLT yang bersumber dari Dana Desa (DD) di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (22/7/2021).

EKONOMI | 22 Juli 2021

REI dan Rumah.com Dorong Pemulihan Ekonomi di Sektor Properti

Di tengah pandemi, konsumen tertarik mencari informasi properti melalui online.

EKONOMI | 22 Juli 2021


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS